MENATA RUANG KABUPATEN DI PAPUA DENGAN MEMADUKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN TEMPAT PENTING MASYARAKAT ADAT JAYAPURA
Pembangunan dengan perluasan areal pemanfaatan lahan dengan nilai investasi yang besar di Papua saat ini, menuntut kebutuhan akan perencanaan ruang dengan pertimbangan aspek sosial, ekologi dan ekonomi. Perencanaan pemanfaatan ruang berdasarkan kajian aspek sosial, ekologi dan ekonomi yang terpadu, selain akan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dari tingkat kabupaten hingga provinsi, juga akan menjamin ketersediaan sumber daya alam bagi pembangunan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
WWF melihat perencanaan tata ruang sebagai elemen penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan, oleh karena itu salah satu kerangka kerja (framework) program WWFIndonesia adalah perencanaan ruang (spatial planning) dan pemanfaatan lahan secara lestari (sustaianable land use). Dalam implementasinya WWF dan stakeholder terkait bekerjasama dengan beberapa pemerintah kabupaten di Provinsi Papua melaksanakan kegiatan pemetaan partisipatif multi stakeholder yang hasilnya berupa peta tempat-tempat penting masyarakat dan potensi sumber daya alam masyarakat adat. Di Merauke, WWF mendorong pola penataan ruang wilayah yang mengacu pada potensi dan pemanfaatan sumber daya alam serta tempat-tempat penting masyarakat adat. Peta yang digambarkan secara partisipatif oleh Masyarakat Malind Anim di Kabupaten Merauke dipadukan dengan Visi Keanekaragaman Hayati TransFly, menjadi salah satu arahan ruang yang penting dalam penentuan pola perencanaan ruang Kabupaten Merauke.
Hal ini tertuang di dalam Dokumen Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Merauke. Keseluruhan proses ini berangkat dari kerjasama panjang Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke dan para pihak yang tergabung dalam Tim TransFly, terutama dalam mengawal proses Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) Merauke. Upaya memasukan peta maupun Visi TransFly sebagai arahan, merupakan salah satu pertimbangan penting dalam menentukan pola dan fungsi lindung di RTRWK. Upaya lain yang juga dilakukan seperti loby ditingkat provinsi dan nasional terutama memperkenalkan konsep Visi TransFly sebagai sebuah pendekatan perumusan ruang. Diharapkan dengan memasukkan hasil kajian di TransFly dalam tata ruang wilayah Kabupaten Merauke, yang telah mempertimbangkan aspek keanekaragaman hayati, keterwakilan ekosistem dan kepentingan sosial-budaya, maka hal ini dapat dijadikan sebagai input dalam penyusunan tata ruang wilayah Propinsi Papua. Selain itu dapat dijadikan proses pembelajaran bagi kabupaten lainnya di Papua dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten.
Agar hasil pemetaan tempat-tempat penting masyarakat adat dan keanekaragaman hayati dapat dijadikan informasi dasar, indikator dan input dalam penyusunan tata ruang Propvinsi Papua serta kabupaten lain di Tanah Papua, maka lokakarya ini diselenggarakan. Selain itu dapat pula memberikan masukkan dalam perencanaan pembangunan dan penataan ruang di tingkat nasional, sehingga tercipta harmonisasi antara tata ruang nasional, pulau, provinsi dan kabupaten/kota.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Merauke, WWF Indonesia dan USAID-ESP, dengan menghadirkan Perwakilan Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional (BKTRN), Perwakilan Pemerintah Daerah se Provinsi Papua, Perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Masyarakat Adat.
Catatan untuk editor :
- TransFly Ecoregion adalah: Ekoregion merupakan kesatuan luas dari daratan atau perairan yang secara geografis membedakan species flora dan fauna, habitat, dan proses-proses ekologi. Perbatasan TransFly didemarkasikan oleh iklim moonson dan banjir musiman sehubungan dengan letak geografis New Guinea yang rendah. TransFly Ecoregion terletak di selatan Papua dan meliputi hutan monsoon, savanna, lahan basah, sungai-sungai dan garis pantai. Sebagai tambahan, TransFly meliputi 60 kelompok suku adat yang kehidupannya, kebiasaannya, bahasanya dan pengetahuannya terhubungkan dengan bentang alamnya. Menutupi 10 juta ha melintasi perbatasan internasional Papua New Guinea dan Indonesia, TransFly merupakan salah satu
wilayah tanah basah di Asia Pasifik yang terluas, terkaya dan termulus. TransFly merupakan tempat tinggal bagi separuh dari seluruh jenis spesies burung New Guinea, termasuk juga 80 jenis spesies khas (endemik) dari daerah ini.
- Tempat Penting Masyarakat Malin Anim adalah :
Peta Tempat Penting Masyarakat Malin Anim adalah hasil pemetaan partisipatif di 8 wilayah suku yang tergabung dalam Kesukuan besar Malin Anim di Merauke. Secara umum tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk membangun visi dan misi bersama terhadap peta yang dihasilkan di masing-masing suku menjadi sebuah visi wilayah adat Malind anim serta membangun pemahaman dan persepsi bersama terhadap perlindungan atas hak-hak adat dan kekayaan adat yang dimiliki merupakan kearifan budaya masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah Adanya kesepakatan dalam peta tempat penting masyarakat adat di kabupaten Merauke, Adanya kesepahaman dan mufakat yang dibangun dalam mendukung upaya pelestarian alam di ekoregion TranFly, serta dapat memberikan rekomendasi positif dalam mereview tata ruang daerah di Kabupaten Merauke.
Untuk informasi lebih lanjut :
Benja V. Mambai: Direktur WWF-Indonesia Region Sahul
Phone : +62 967 574205
Fax : +62 967 574204
Email : bmambai@wwf.or.id
Marthinus Ch. Wattimena: Project Manager TransFly Landscape
Phone : +62 971 321408
Fax : +62 971 321408
Email : mwattimena@wwf.or.id