MENJADI KANTOR RAMAH LINGKUNGAN PERTAMA DI PAPUA
Untuk dirilis segera 28 September 2009
Jayapura, (28/09)- Bertempat di kompleks bangunan kantor WWF-Indonesia Region Sahul di Sentani diadakan acara peletakan batu pertama ditandainya pembangunan bangunan mess bagi staf dan tamu WWF sekaligus peresmian program “WWF Green office” kantor WWF-Indonesia Region Sahul di Jayapura. Setelah mendirikan sebuah bangunan kantor dengan konstruksi yang mengadopsi prinsip hemat energi di daerah Sentani Kabupaten Jayapura pada pertengahan tahun ini, WWFIndonesia Program Region Sahul kembali mencanangkan pembangunan sebuah bangunan mess tempat tinggal bagi staf dan tamu WWF-Indonesia yang berlokasi sama dengan bangunan kantornya di Pos 7 Sentani.
Pada acara ini hadir perwakilan WWF dari negeri Belanda, Nationale Postcode Loterij dan Dewan direktur WWF-Indonesia dari Jakarta. Klaas Jan Teule sebagai Direktur Konservasi WWF-Indonesia dalam kesempatan ini menjelaskan beberapa alasan untuk mendukung pekerjaan konservasi sumber daya alam di Papua oleh pihak Loterij dari negeri Belanda yang diantaranya adalah kondisi dan potensi sumber daya alam yang sangat penting untuk dijaga bersama juga untuk meningkatkan kehidupan social dan pendidikan bagi masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Direktur WWF-Indonesia Region Sahul, Benja V Mambai menyampaikan terimakasih untuk dukungan bagi program WWF-Indonesia di Papua, antara lain kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura, Pemerintah Provinsi Papua, WWF Belanda, pihak Loterij dan tentunya seluruh staf WWF di Tanah Papua.
Pembangunan mess tamu WWF-Indonesia ini juga bertujuan untuk meningkatkan efektifitas kerja dalam hubungannya dengan akomodasi bagi staf WWF dari lapangan yang harus bekerja sementara waktu di Jayapura. Pembangunan mess ini didukung oleh Nationale Postcode Loterij dari Belanda. Diharapkan kedepan seluruh kompleks bagunan kantor dan bangunan pendukung seperti perpustakaan dan mess nantinya akan menjadi sebuah kompleks perkantoran bersertifikasi Green office, yang artinya telah memenuhi prinsip hemat energi dan ramah lingkungan.
Di Papua WWF-Indonesia mulai bekerja Tahun 1980 dan telah membantu pemerintah untuk menginisiasi kawasan-kawasan konservasi penting di kawasan ini. Program WWF di Papua dikenal sebagai WWF-Indonesia Region Sahul yang mencakup Provinsi di Papua dan Papua Barat, dengan program konservasi terrestrial (hutan dan air tawar) serta kelautan (laut dan spesies laut).
WWF-Indonesia Region Sahul bekerja melalui enam kantor lapangan, yaitu Kantor lapangan Sorong untuk Kawasan Konservasi Laut Daerah Abun; Kantor lapangan Wasior untuk Taman Nasional Laut Teluk Cenderawasih; Kantor lapangan Merauke untuk Program Konservasi TransFly Landscape dan Ecoregion; Kantor lapangan Mapi untuk Program Konservasi berbasis Ruang Kelola Masyarakat Adat; Kantor lapangan Wamena untuk Program Taman Nasional Lorentz; Kantor Jayapura untuk Proyek Percontohan Pengelolaan Hutan Alam Lestari oleh Masyarakat dan Pra-implementasi REDD di Papua. Keenam kantor tersebut dikoordinir dan didukung oleh Kantor Koordinasi Program di Jayapura. Bersama pemerintah dan mitra pembangunan, WWF-Indonesia Region Sahul mendorong pembangunan yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek ekologis dan sosial budaya di Tanah Papua.
Program Green office WWF-Indonesia di Kantor Koordinasi Program Papua di Jayapura meletakan target dalam bulan Oktober 2009 hingga Oktober 2012 untuk 1.Menjaga Konsumsi Listrik Tetap Pada 1250 Kwh Hingga Tahun 2012; 2.Menjaga Konsumsi Kertas Tetap Pada 7 Rim Perbulan Hingga Tahun 2012; 3.Berhenti Menggunakan Produk Styrofoam; dan 4.Mengadakan Sistem Pengelolaan Sampah Organik, Anorganik, dan sampah Kertas. Sehingga diharapkan paling cepat pada awal tahun 2010 kantor WWF-Indonesia di Jayapura telah mendapatkan sertifikasi Green office dari WWF-Finlandia sebagai inisiator dan pemberi lisensi internasional. Sebagai catatan bahwa Kantor WWF-Indonesia Region Sahul bersama Kantor WWF-Indonesia di Jakarta merupakan kantor WWF pertama di Indonesia yang mulai mengadopsi inisiatif Green office.
Selain program Green office, juga ada sebuah inisiatif baru yaitu NEWtrees yang bertujuan untuk menghijaukan kembali lahan sekitar cagar alam Cyclops. Lahan yang akan menjadi lokasi percontohan ini didedikasikan oleh Pak Amos Ondi sebagai pemilik lahan. Untuk itu WWF menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kerjasamanya.
Catatan untuk redaksi
- Tentang WWF-Indonesia
- Tentang WWF GreenOffice
WWF-Indonesia merupakan yayasan independen yang terdaftar sesuai hukum Indonesia. Sebagai Jaringan Global, WWF bekerja di lebih dari 90 negara dan didukung oleh hampir 5 juta pendukung di dunia. Kantor sekretariat nasional WWF-Indonesia berada di Jakarta, memimpin dan mengkoordinasi 20 Kantor Lapangan serta menjamin keselarasan WWF-Indonesia serta Prioritas Global Jaringan WWF di dunia. Program Konservasi WWF-Indonesia bekerja di 17 Propinsi, dengan mempekerjakan lebih dari 300 staf.
Visi WWF-Indonesia adalah ”pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia untuk kesejahteraan generasi sekarang dan di masa mendatang”. Misi WWF-Indonesia adalah melestarikan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak aktivitas manusia melalui upaya: 1.Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadaran, dan pelaksanaan di kalangan masyarakat Indonesia. 2.Memfasilitasi upaya multipihak untuk memelihara keanekaragaman hayati dan proses ekologis dalam skala ekoregional. 3.Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakan hukum yang mendukung upaya konservasi. 4.Mendorong upaya konservasi bagi kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan.
Secara singkat inisiatif program Green Office merupakan : 1.Sebuah sistem Managemen Lingkungan (EMS) yang praktis dan sederhana yang dikembangkan oleh WWF-Finlandia khusus untuk kondisi perkantoran; 2.Upaya WWF untuk membantu dan mendukung para manajer lingkungan; 3.Sebuah program pendidikan untuk menginspirasi karyawan dalam menerapkan kebiasan ramah lingkungan; 4.Sebuah jalan untuk membantu menekan biaya operasional perusahaan.
Diseluruh jaringan global WWF terdapat beberapa negara di mana WWF bekerja yang telah mengadopsi Program Green office ini antara lain di Africa (WWF Kenya), di Asia (WWF China, WWF India, WWF Indonesia, WWF Pakistan dan WWF Vietnam) dan di Europe (WWF Finland, WWF Italy dan WWF Turkey).
Green office diukur melalui beberapa indikator tetapi paling tidak ada 3 indikator utama yaitu :
- Total penggunaan listrik (kWh);
- Total penggunaan kertas (Kg);
- Total sampah yang dihasilkan (kg) (dan atau pengelolaannya).
Keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan dengan mengadopsi Green office adalah sertifikasi Green Office yang dikeluarkan oleh WWFFinlandia dan berhak mempergunakan tanda khusus (logo) green office pada produk atau label perusahaan tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut :
Benja V Mambai
Direktur Program WWF-Indonesia Region Sahul
HP : 08124805243
Email : bmambai@wwf.or.id
Maria Sherlly
Communications Marketing
WWF-Indonesia Region Sahul
HP : 08114804329
Email: msherlly@wwf.or.id