60 NEGARA DUKUNG 'TARGET STOP DEFORESTASI 2020'
Konvensi Keanekaragaman Hayati
Bonn, 29 Mei 2008 – Menteri Lingkungan dan delegasi 60 negara termasuk Jerman, tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi PBB ke-9 Convention on Biological Diversity (CBD COP9), hari ini menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bersungguh-sungguh memerangi hilangnya hutan demi menjaga keanekaragaman hayati, iklim global, dan kesejahteraan manusia. Mereka menunjukkan komitmen itu pada acara yang diselenggarakan WWF pada Konferensi di Bonn.
Dipimpin oleh Sekretaris Eksekutif CBD, Dr Ahmed Djoghlaf, para menteri, delegasi dan Komisioner Lingkungan Uni Eropa menyatakan komitmennya dengan menandatangani kartu pos yang ditujukan kepada Director-General WWF-International, James Leape. ""WWF sangat senang bahwa para pemerintah siap menghadapi tantangan demi menghentikan deforestasi hingga nol sebelum 2020,” ujar Leape, yang menerima kartu pos dari para menteri dan perwakilan delegasi tersebut. “Saya sangat mengharapkan pemerintah lain segera menyusul untuk menyepakati target ini.”
Meskipun banyak upaya telah dilakukan, deforestasi di dunia terus terjadi pada tingkat mengkhawatirkan 13 juta hektar per tahunnya, atau 36 lapangan bola per menit. Deforestasi dan degradasi hutan dunia berakibat besar bagi keanekaragaman hayati, iklim global dan jutaan umat manusia. Hutan terdiri dari 90 persen keanekaragaman hayati darat dunia dan memiliki peran penting memerangi pemanasan global, serta menjadi penyimpan karbon terbesar di Bumi. Deforestasi, terutama di daerah tropis, adalah sumber terbesar ketiga di dunia untuk emisi gas rumah kaca, menghasilkan 15-20 persen emisi karbon global.
Hilangnya hutan juga mengakibatkan hilangnya barang dan jasa lingkungan penting bagi kemanusiaan – makanan, obat, perlindungan daerah aliran sungai, sumber penghidupan, serta iklim dan mitigasi bencana. Sekitar 1,6 milyar orang seluruh dunia bergantung pada hutan untuk sumber penghidupan, dengan 60 juta masyarakat adat bergantung pada hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
""Kita perlu membalik kecenderungan hilangnya hutan dan menghentikan pengikisan lebih lanjut atas keanekaragaman hayati dunia, demi alam dan manusia,” ujar Dr Djoghlaf. “Inisiatif ini adalah kabar baik bagi masyarakat pegiat isu keanekaragaman hayati yang hadir di Bonn, dalam mengimplementasikan tiga tujuan Convention on Biological Diversity. Tentu saja ini sebuah inisiatif di saat yang tepat, dan saya menyambut kontribusi unik WWF untuk melindungi kehidupan di Bumi.”
WWF telah menetapkan Target Stop Deforestasi 2020 untuk mendukung dan meningkatkan Program Kerja Hutan CBD. Target tersebut juga melengkapi upaya global di bawah UN Framework Convention on Climate Change, di mana konferensi di Bali Desember lalu mengakui pentingnya mengurangi emisi karbon dari deforestasi dan degradasi hutan. Walaupun terkesan ambisius, target tersebut memberikan waktu yang cukup untuk bertindak karena program Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD) akan mulai berjalan di saat periode komitmen kedua Protokol Kyoto berlaku efektif setelah tahun 2012. Ditambah lagi, hasil studi WWF-Brazil dan mitranya menunjukkan bahwa kawasan lindung berguna sebagai alat penting mencapai pengurangan hilangnya hutan dan untuk mitigasi perubahan iklim.
“WWF ingin menyaksikan bahwa CBD COP 9 mengadopsi Target Stop Deforestasi 2020 di Bonn ini,” ujar Leape. “Pemerintah harus bertindak sekarang atau kita bahkan akan kehilangan lebih banyak lagi hutan yang merupakan modal dasar kehidupan dan memberikan jasa penting bagi kemanusiaan.”
WWF berterima kasih kepada semua menteri dan perwakilan delegasi yang telah menandatangani kartu pos, sekaligus berjanji mendukung dan bekerja bersama mereka berjuang menghentikan deforestasi.
Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
• Gerald Steindlegger, WWF International, tel: +43 676 83488216, gerald.steindlegger@wwf.at
• Chng Soh-Koon, WWF International, tel: +41 79 4099788, skchng@wwfint.org
• Elshinta Suyoso-Marsden, WWF-Indonesia, tel: +62 816 180 6321, esmarsden@wwf.or.id
Catatan untuk Redaksi:
- Sikap WWF terkait CBD COP 9 mencakup sejumlah pilihan untuk mengatasi isu deforestasi. Hal tersebut termasuk pelaksanaan program REDD (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan) yang mendukung keanekaragaman hayati dan masyarakat—khususnya masyarakat adat; memperkuat sistem kawasan lindung, yang sangat penting untuk ketahanan pangan, persediaan air, obat-obatan dan mitigasi bencana, serta memastikan ketahanan dan kelenturan terhadap perubahan iklim; serta mengembangkan mekanisme pendanaan inovatif untuk konservasi keanekaragaman hayati. Silakan baca kertas posisi WWF mengenai keanekaragaman hayati hutan pada: http://www.panda.org/about_wwf/what_we_do/
policy/policy_and_events/cbd/cbd_cop_9/index.cfm. - Daftar delegasi CBD yang tentang menandatangani kartu pos seruan WWF untuk Target Stop Deforestasi 2020 terlampir.
Tentang WWF:
- WWF merupakan salah satu dari organisasi konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia, dengan hampir 5 juta supporter dan memiliki jejaring global yang aktif di lebih dari 100 negara dan di Indonesia bergiat di lebih dari 24 wilayah kerja lapangan dan di 16 propinsi. Misi WWF-Indonesia adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak aktifitas manusia melalui: Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; Memfasilitasi upaya multi-pihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis pada skala ekoregion; Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakkan hukum yang mendukung konservasi, dan; Menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia, melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Selebihnya tentang kami, silakan kunjungi website utama kita di http://www.panda.org/; situs lokal di http://www.wwf.or.id/ dan situs keanggotaan WWF-Indonesia di http://www.supporterwwf.org/.
Delegasi Convention on Biological Diversity (CBD COP-9) yang menandatangani Kartu Pos Seruan WWF untuk Target Stop Deforestasi 2020
1. Afghanistan
2. Australia
3. Austria
4. Benin
5. Bosnia Herzogovania
6. Burkina Faso
7. Cambodia
8. Colombia
9. Costa Rica
10. Croatia
11. Cyprus
12. Czech Republic
13. Denmark
14. Ecuador
15. Finland
16. France
17. Gambia
18. Germany
19. Guatemala
20. Guinea Bissau
21. Indonesia
22. Iran
23. Japan
24. Kenya
25. Latvia
26. Lesotho
27. Liberia
28. Madagascar
29. Mauritania
30. Mexico
31. Namibia
32. Nepal
33. Netherlands
34. New Zealand
35. Nigeria
36. Oman
37. Pakistan
38. Panama
39. Paraguay
40. Peru
41. Poland
42. Samoa
43. Senegal
44. Serbia
45. Sierra Leone
46. Slovenia
47. South Africa
48. St Vincent and Grenadines
49. Sweden
50. Tajikistan
51. Tanzania
52. Tchad
53. Timor Leste
54. Uganda
55. Ukraine
56. UK
57. Vietnam
58. Yemen
59. Zambia
60. Zimbabwe
61. European Commission
Lain-lain:
• Dr Ahmed Djoghlaf, CBD Executive Secretary
• Ramsar
• COMIFAC Executive Secretary
• UNEP
• Subregional Programme for the Conservation of Marine and Coastal Areas in West Africa (PRCM)