
Manusia membutuhkan makanan, namun cara kita memproduksi dan mengkonsumsi pangan telah membebani Bumi melebihi kapasitasnya. Komoditas pertanian, perkebunan dan hasil hutan menjadi bagian sentral dari sistem pangan tersebut. Komoditas berkelanjutan berangkat dari kesadaran sederhana: cara kita memproduksi, memperdagangkan dan mengonsumsi komoditas hari ini, seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, karet, kayu dan komoditas lainnya berdampak langsung pada lingkungan, kondisi alam dan kesejahteraan manusia di masa kini hingga masa depan.
Di banyak sentra produksi di negara-negara tropis, sistem komoditas konvensional masih menjadi salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan seperti deforestasi hutan hujan, degradasi lahan gambut, krisis iklim, dan hilangnya keanekaragaman hayati.


Menjawab kondisi tersebut, WWF-Indonesia mendorong perubahan cara pandang dalam pengelolaan dan praktik industri komoditas. Perubahan ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan lewat perbaikan sistem secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Pendekatan dimulai dari memastikan praktik pertanian, perkebunan dan kehutanan berkelanjutan di ekosistem alami yang masih tersisa, rehabilitasi ekosistem yang terdampak sistem komoditas konvensional, hingga bagaimana produk komoditas berkelanjutan dapat diakses secara luas oleh industri serta masyarakat sebagai konsumen.
WWF-Indonesia mendorong perubahan praktik pertanian, perkebunan dan kehutanan ke arah yang lebih ramah lingkungan, agar alam tetap terjaga sembari petani bisa terus berproduksi. Petani kecil didukung lewat pendampingan dan akses ke pasar yang lebih adil, sekaligus memastikan setiap produk komoditas bisa ditelusuri asal-usulnya dari kebun hingga ke konsumen.

Perubahan diperkuat melalui komitmen perusahaan dan peningkatan pengetahuan dan kesadaran konsumen. Perusahaan didorong untuk menetapkan kebijakan pengadaan bahan baku berbasis komoditas yang berkelanjutan dan transparan, sementara kampanye publik dilakukan untuk mendorong permintaan terhadap produk komoditas yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Ketika konsumen mulai memilih secara sadar, permintaan pasar yang kuat akan mendorong perubahan nyata bagi produksi di tingkat hulu. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun produksi, perdagangan dan konsumsi komoditas yang lebih selaras bagi alam dan manusia.
WWF-Indonesia memperkuat tata kelola komoditas berkelanjutan dengan mendorong kebijakan, regulasi, dan sistem pendukung yang memastikan praktik produksi dan perdagangan bebas deforestasi dan konversi. Hal ini dilakukan melalui advokasi kebijakan, penguatan sistem transparansi dan keterlacakan rantai pasok, serta fasilitasi koordinasi multipihak antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya di tingkat lanskap, nasional, hingga global.
