KOLABORASI MULTIPIHAK DALAM PEMANTAUAN NILAI KONSERVASI TINGGI (NKT) UNTUK PERLINDUNGAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA
Berkolaborasi dengan Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI), pada Jumat, 12 Desember 2025, diselenggarakan forum diskusi bertajuk “Kolaborasi Multipihak dalam Pengelolaan dan Pemantauan Nilai Konservasi Tinggi (NKT)” di Kantor DIPI, Jakarta. Acara ini menghadirkan pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, dan sektor swasta sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
Nilai Konservasi Tinggi (NKT) merupakan konsep untuk mengidentifikasi, melindungi, dan mengelola elemen penting yang memiliki nilai ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya yang tinggi. Pengelolaan NKT menjadi kunci untuk memastikan bahwa kegiatan pembangunan dan rantai produksi berjalan selaras dengan upaya perlindungan ekosistem serta kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Dalam forum ini, para narasumber memaparkan strategi pengelolaan NKT yang berkelanjutan, mencakup kebijakan nasional, perencanaan pembangunan, peluang pendanaan, serta praktik di lapangan. Ir. Inge Retnowati, M.E selaku Direktur Keanekaragaman Hayati Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup menyampaikan kebijakan nasional dan strategi rencana aksi pengelolaan keanekaragaman hayati Indonesia . Dari sisi pendanaan, Damayanti Ratunanda S.T., M.Eng.Sc. selaku Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup memaparkan Memperkuat Pembiayaan Berbasis Konservasi Ekosistem.
Perspektif akademik disampaikan oleh Dr. Keliopas Krey, S.Si., M.Si. dari Universitas Papua melalui pemaparan studi NKT di Tanah Papua. Kolaborasi multipihak pengelolaan NKT di tingkat lanskap disampaikan oleh Adhitya Adhyaksa dari WWF Indonesia, sementara praktik pengelolaan dan pemantauan NKT di lahan produksi perkebunan sawit dipaparkan oleh May Caesarry Rachmadini dari TSE Group.
Salah satu pembahasan dalam forum ini juga menegaskan bahwa konservasi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat dengan dukungan berbagai mitra. Kolaborasi menjadi kunci untuk memastikan pengelolaan kawasan dan sumber daya alam memberikan dampak positif bagi lingkungan serta sosial ekonomi masyarakat. Melalui berbagai assessment dan screening konservasi, perencanaan berbasis data diharapkan mampu mendorong pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan.
Diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama peserta serta diskusi terfokus yang dipandu oleh fasilitator Ir. Diah Yulinar Muldiana dan Marthinus. C. Wattimena M.Si terkait isu permasalahan, kebutuhan, potensi pendanaan dan peran lembaga dalam rencana pengelolaan kedepan.


Keluaran lainnya dari kegiatan FGD ini adalah penyusunan policy paper untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih operasional dan relevan bagi pengambil keputusan. Dokument ini nantinya diharapkan dapat menjembatani temuan teknis di lapangan dengan kebutuhan kebijakan nasional dan daerah, khususnya dalam mengoperasionalkan pengelolaan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) melalui penguatan kelembagaan, integrasi perencanaan, serta keterkaitannya dengan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Dengan pendekatan tersebut, NKT tidak hanya diposisikan sebagai instrumen konservasi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pencegahan bencana, ketahanan wilayah, dan pembangunan berkelanjutan lintas sektor.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan arahan strategis untuk memperkuat kolaborasi, menyelaraskan kebijakan, serta mendorong penerapan praktik terbaik dalam pengelolaan dan pemantauan Nilai Konservasi Tinggi di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, berbagai assessment dan screening konservasi dilakukan untuk memperkuat perencanaan berbasis data dan mendorong konservasi yang tidak hanya bersifat perlindungan, tetapi juga menghasilkan manfaat berkelanjutan.