PENGGUNAAN OPEN SOURCE INTELLIGENCE DALAM MONITORING ESG SEKTOR PERTAMBANGAN
Sektor pertambangan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia, namun juga menyimpan berbagai risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG). Dampak terhadap bentang alam, sumber air, wilayah adat, serta potensi konflik sosial dan praktik tata kelola yang lemah menuntut adanya sistem pemantauan yang transparan, independen, dan berbasis bukti. Dalam konteks ini, Open Source Intelligence (OSINT)menjadi pendekatan penting untuk memperluas akses publik terhadap informasi terkait kinerja ESG sektor pertambangan.
OSINT memanfaatkan berbagai sumber informasi terbuka—seperti citra satelit, dokumen pemerintah, laporan perusahaan, pemberitaan media, data pasar, hingga jejak digital lainnya—untuk mengidentifikasi, memverifikasi, dan menganalisis isu-isu ESG secara sistematis. Pendekatan ini memungkinkan publik untuk menelusuri aktivitas pertambangan, keterkaitannya dengan perubahan lingkungan dan sosial, serta komitmen dan praktik tata kelola perusahaan, tanpa bergantung sepenuhnya pada data yang disediakan oleh pelaku usaha.
Untuk mendukung pemanfaatan pendekatan ini secara luas, Auriga Nusantara mengembangkan modul panduan penggunaan OSINT yang dirancang khusus untuk monitoring ESG sektor pertambangan. Modul ini membantu pengguna memahami konsep dasar OSINT, mengenali sumber-sumber data terbuka yang relevan, serta mempelajari langkah-langkah praktis dalam mengumpulkan, memadukan, dan menganalisis informasi dari berbagai sumber.
Modul ini juga menekankan aspek etika, verifikasi, dan keterbatasan data OSINT, sehingga hasil pemantauan dapat digunakan secara bertanggung jawab dan kredibel. Dengan panduan ini, masyarakat sipil, jurnalis, peneliti, dan pembuat kebijakan dapat memanfaatkan OSINT sebagai alat untuk memperkuat pengawasan publik, mendukung advokasi berbasis bukti, serta mendorong peningkatan akuntabilitas dan kinerja ESG sektor pertambangan di Indonesia.
