KATON DAN NUGIE DONASIKAN NADA SAMBUNG PRIBADI UNTUK KONSERVASI
Siaran Pers, Untuk disiarkan setelah 6 November 2008. 14.00 WIB Jakarta (06/11) - WWF-Indonesia mendapat dukungan lebih kuat lagi setelah musisi kakak-beradik, Katon Bagaskara dan Nugie, mendedikasikan karya mereka untuk menggemakan pesan konservasi. Dana yang terkumpul melalui penjualan nada sambung pribadi (ring back tone) karya kedua musisi tersebut akan digunakan WWF-Indonesia beserta Nugie dan Katon Bagaskara dalam mensosialisasikan pesan lingkungan dan konservasi.
Penandatanganan MoU untuk kolaborasi unik tersebut dilakukan oleh Direktur Eksekutif WWF-Indonesia Mubariq Ahmad, Katon Bagaskara dan Nugie di Jakarta, Kamis (06/11). Pada rangkaian acara tersebut, Katon Bagaskara juga diangkat sebagai Supporter Kehormatan WWF-Indonesia, menambah daftar supporter WWF-Indonesia yang berjumlah sekitar limabelas ribu orang.
Menurut Direktur Eksekutif WWF-Indonesia, Mubariq Ahmad, penandatanganan MoU dengan Katon dan Nugie sangat penting untuk mendukung aktivitas konservasi WWF-Indonesia, “Ini sejarah penting bagi kita. WWF-Indonesia memerlukan banyak figur publik dengan karya cipta dan kekayaan intelektual yang bisa membantu menyebarluaskan kesadaran lingkungan, khususnya masyarakat perkotaan”. “Saya optimis bahwa kolaborasi dengan kedua musisi muda yang karya-karyanya sudah bertahun-tahun akrab di telinga kita ini akan berhasil mengajak masyarakat Indonesia peduli dan bertindak untuk penyelamatan lingkungan,” tambahnya.
Katon Bagaskara merasa senang dan bangga bisa bekerjasama dengan WWF-Indonesia, “Mudah-mudahan karya-karya kami yang sudah sejak lama berbicara mengenai lingkungan dan kehidupan manusia dapat turut memberikan sumbangan lain yang berarti bagi hidup kita. Alam telah banyak memberikan kesejahteraan yang luar biasa kepada kita, inilah saatnya kita perlu mengembalikan lagi segala kearifan itu kepada alam ini,” ujarnya.
Sementara, Nugie yang sudah bertahun-tahun bergabung dengan WWF-Indonesia menyatakan bahwa MoU ini adalah terobosan besar dalam interaksinya dengan lembaga konservasi ini.
“Sudah sekian tahun saya kenal dan bekerjasama dengan teman-teman WWF-Indonesia. Sejak awal, saya bersedia berkolaborasi dengan WWF-Indonesia karena saya memahami betul tantangan besar yang mereka hadapi dalam memperjuangkan kehidupan yang lestari. Kebetulan pula, pesan WWF-Indonesia memiliki benang merah dengan tema lagu-lagu saya. Ternyata, interaksi dan kolaborasi kita telah meningkat menjadi sinergi yang lebih baik,” ujar Nugie.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Nazla Mariza, Marketing Communication Officer, WWF-Indonesia Membership Division, email: nmariza@wwf.or.id, HP: +62-81808192081
Israr Ardiansyah, Media Outreach Coordinator WWF-Indonesia, email: iardiansyah@wwf.or.id HP: +62- 811266973
Catatan untuk Redaksi:
WWF adalah organisasi konservasi global yang mandiri dan didirikan pada tahun 1961 di Swiss, dengan hampir 5 juta supporter dan memiliki jaringan yang aktif di lebih dari 100 negara dan di Indonesia bergiat di lebih dari 25 wilayah kerja lapangan dan 17 provinsi. Misi WWF-Indonesia adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak ekologis aktivitas manusia melalui: Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; Memfasilitasi upaya multi-pihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis pada skala ekoregion; Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakkan hukum yang mendukung konservasi, dan; Menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia, melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Selebihnya tentang WWF-Indonesia, silakan kunjungi website utama organisasi ini di http://www.panda.org/; situs lokal di http://www.wwf.or.id/ dan situs keanggotaan WWF-Indonesia di http://www.supporterwwf.org/.
Supporter WWF adalah komunitas pendukung yang dibentuk WWF untuk melibatkan masyarakat demi mendukung visi dan misi WWF dalam upaya konservasi. Program ini merupakan bagian dari upaya penyadartahuan publik terhadap isu lingkungan sekaligus upaya penggalangan dana demi kesinambungan kerja konservasi. Saat ini jumlah Supporter WWF di Indonesia sekitar 15.000 orang.
Supporter Kehormatan WWF adalah figur publik yang diangkat secara khusus oleh WWF-Indonesia untuk menjadi Supporter WWF dengan periode waktu satu tahun karena komitmennya dalam membantu upaya konservasi yang dilakukan WWF-Indonesia. Supporter Kehormatan umumnya memberikan dukungan melalui kegiatan publik maupun kampanye WWF yang bantuannya bersifat sukarela. Supporter Kehormatan berasal dari beragam profesi seperti musisi, pemain film, model dan presenter.
Katon Bagaskara dan Nugie adalah dua musisi kakak beradik yang melewati perjalanan karir musiknya dengan jalur dan genre yang berbeda. Meskipun begitu, keduanya memiliki minat yang sama dalam menyelamatkan alam Indonesia dari kerusakan yang lebih parah serta -- lebih luas lagi -- dari ancaman perubahan iklim global.
Katon memulai karirnya di dunia musik pop bersama group band KLa Project di jelang awal tahun 90-an dan terus berkarya hingga kini, termasuk bersolo karir sebagai musisi sekaligus penyanyi lagu-lagu ciptaannya sendiri. Lirik-lirik lagu pilihannya pernah diterbitkan dalam sebuah buku seni ilustrasi oleh salah satu penerbit terkemuka Indonesia. Gaya lirik puitisnya, baik dalam KLa Project maupun solo karir, sering terinspirasi oleh lingkungan alam yang dia sayangi, sebagaimana tercermin di beberapa hits lagunya, seperti: Pasir Putih, Harmoni Menyentuh, Meniti Hutan Cemara, Merapi dan Negeri Di Awan. Katon juga aktif mengajak masyarakat untuk lebih peduli lingkungan dengan kesediaannya berperan sebagai salah satu Duta Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia.
Sementara, Nugie sejak awal banyak berkiprah sebagai pencipta lagu dan penyanyi bernafaskan kecintaan pada alam, petualangan dan refleksi sosial. Album triloginya “Bumi, Air dan Udara’ di pertengahan tahun 90-an memberikan sumbangan penting bagi dunia musik bertema lingkungan di Indonesia. Dia pernah menjadi host di sejumlah acara televisi di tanah air, beberapa di antaranya bertemakan petualangan di alam terbuka, seperti paket “Bumi-ku Satu” yang digarapnya bersama WWF-Indonesia di sekitar tahun 1995-1996. Nugie juga aktif di Kerabat WWF-Indonesia, Supporter Kehormatan WWF-Indonesia dan sebagai Duta Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia. Dia menyumbangkan lagunya saat peresmian penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim PBB / UNFCCC COP 13 di Bali, Desember 2007. Bagi Nugie, perjuangan untuk penyelamatan lingkungan perlu terus didukung dan dilakukan dengan gigih dan tekun.
-- Selesai --