JAKARTA: KANDIDAT KOTA PERCONTOHAN BAGI PROGRAM "SUSTAINABLE CITIES
Oleh: Masayu Yulien Vinanda
Jakarta (15/04)- Penyelenggaraan Kampanye “Earth Hour” pada 28 Maret lalu telah mencatat beberapa pencapaian penting. Pertama kali dilakukan di Indonesia, Earth Hour 2009 berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 50 MW di Jakarta, sedangkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga menyatakan bahwa tingkat konsumsi listrik di Jawa-Bali turun 180 MW.
Peluang ini tidak disia-siakan begitu saja oleh WWF-Indonesia. Pada media briefing yang diadakan di Bakul Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/04/2009), Tim Iklim & Energi WWF-Indonesia memperkenalkan program baru mereka,“Sustainable Cities” sebagai tindak lanjut kampanye Earth Hour. Kepada pengunjung yang terdiri dari wakil media, sukarelawan WWF serta beberapa wakil komunitas, Direktur Program Iklim & Energi Fitrian Ardiansyah mengemukakan potensi Jakarta sebagai kota percontohan untuk program efisiensi energi yang berkelanjutan.
Menurut Fitrian, DKI Jakarta berpotensi melakukan penghematan energi antara 10 hingga 30 persen yang berasal dari sektor rumah tangga, industri, komersial, gedung pemerintah, dan lampu penerangan jalan umum. Dikatakannya, selain program “Sustainable Cities”, kesuksesan Earth Hour 2009 juga menorehkan harapan baru bagi WWF-Indonesia untuk menjadikan Earth Hour sebagai agenda tetap di DKI Jakarta seperti layaknya Car Free Day. Tidak hanya itu, kampanye itu juga diharapkan memperkuat program PLN untuk melakukan penghematan listrik pada beban puncak (17.00-22.00).
Pada kesempatan yang sama, awak program Iklim dan Energi WWF-Indonesia juga merinci pencapaian penting Earth Hour Indonesia 2009. Pencapaian tersebut antara lain: dukungan individu pada jejaring sosial Facebook yang mencapai lebih dari 34.000 pendukung, dukungan 13 mitra korporasi (SHARP, Garuda Indonesia, HSBC, Panasonic Gobel, CITI, PriceWaterhouseCoopers, Procon Indah, Coca Cola Indonesia, Standard-Chartered Bank, Grand Indonesia, Sampoerna Foundation, Polygon Cycle, Asperindo, dan McDonalds) yang bersedia membantu kampanye dan membuat 60 gedung berpartisipasi Sementara, peran penting Asperindo (Asosiasi Pengusaha Reklame Indonesia) dan mitra korporasi yang bersedia mematikan 41 billboard mereka yang berada di sekitar kawasan segitiga emas, menambah sukses acara ini.
Earth Hour 2009 telah usai dengan menghasilkan sejumlah pencapaian. Meskipun begitu, misi penyelamatan bumi yang dilakukan WWF-Indonesia belum selesai. Setumpuk pekerjaan rumah serta rencana jangka panjang dalam upaya efisiensi energi masih terus diupayakan bersama pihak terkait lain, khususnya Pemprov DKI Jakarta maupun korporasi. Tantangan kita bersama untuk mewujudkan Jakarta sebagai “Kota yang Berkelanjutan” (Sustainable City).