Aquaculture Officer for Wakatobi
Summary
Kabupaten Wakatobi memiliki potensi besar dalam pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan pada Zona Tradisional Lokal Taman Nasional Wakatobi. Namun demikian, pengembangan akuakultur budidaya rumput laut di wilayah ini masih menghadapi tantangan antara lain berupa: penyakit, belum kuatnya kelembagaan kelompok pembudidaya, keterbatasan akses pasar, serta potensi tekanan terhadap ekosistem pesisir apabila praktik budidaya tidak dikelola secara hati-hati dan berbasis daya dukung. Aquaculture Officer for Wakatobi berperan strategis dalam memastikan bahwa pengembangan perikanan budidaya di dalam kawasan konservasi berjalan selaras dengan prinsip konservasi dan pendekatan Ecosystem Approach to Aquaculture (EAA). Posisi ini bertanggung jawab tidak hanya pada pendampingan teknis lapangan, tetapi juga pada analisis, perencanaan, monitoring, dan evaluasi program akuakultur sebagai bagian dari strategi sustainable livelihood dan pengelolaan kawasan MPA Alor secara terpadu
Working Location : Wangi Wangi, Wakatobi Sulawesi Tenggara
Job Description
- Mengkoordinasikan dan melaksanakan pengumpulan data biofisik, sosial, dan ekonomi terkait perikanan budidaya (terutama rumput laut dan komoditas potensial lainnya) di wilayah kerja Wakatobi,
- Melakukan penyusunan KAK/ToR, RAB, dan dokumen perencanaan kegiatan akuakultur berkelanjutan dan EAA.
- Mengkaji literatur, kebijakan, dan praktik terbaik (best practices) terkait akuakultur ramah lingkungan dan pengelolaan daya dukung
- Koordinasi dengan mitra, pemerintah, kelompok pembudidaya, dan pihak terkait lainnya.
- Melakukan iniasi bisnis kelompok rumput laut
- Mendampingi komunitas dan kelompok target dalam pemenuhan persyaratan minimum kriteria sustainable production untuk rumput laut (Sustainable Livelihood)
- Mendukung upaya advokasi kebijakan di tingkat nasional di bidang akuakultur, yang relevan dan sejalan dengan strategi Direktorat Kelautan & Perikanan.
- Membangun dan menjaga komunikasi serta koordinasi dengan pihak eksternal di tingkat nasional, kabupaten, dan provinsi*, termasuk mengembangkan pemetaan pemangku kepentingan dan menganalisis dinamika hubungan pemangku kepentingan.
- Memberikan masukan, melengkapi, dan/atau mengembangkan pemantauan dan evaluasi proyek (M&E) WWF-Indonesia.
- Memberikan masukan, melengkapi, dan/atau menyiapkan laporan proyek sesuai dengan format WWF-Indonesia.
- Membuat berbagai produk komunikasi berdasarkan kegiatan yang berlangsung di area proyek, termasuk namun tidak terbatas pada: cerita dari lapangan, berita terkini, konten media sosial, infografis, dan profil situs.
- Mendukung Tim Komunikasi dalam upaya pemantauan media, khususnya di tingkat situs dan kabupaten.
Job Qualification
- Pendidikan minimal S1 Ilmu Perikanan, Kelautan, Oseanografi, Biologi, atau bidang relevan. · Memiliki pemahaman kuat tentang akuakultur berkelanjutan, EAA, dan pengelolaan sumber daya pesisir.
- Mampu melakukan analisis data, penulisan laporan teknis, dan komunikasi kebijakan.
- Memiliki kemampuan koordinasi lintas pihak dan bekerja dengan supervisi minimal.
- Bersedia ditempatkan di wilayah terpencil dengan keterbatasan sarana
- Pengalaman minimal 1 tahun pada isu perikanan budidaya, konservasi laut, atau pendampingan masyarakat pesisir.
- Berpengalaman dalam penyusunan ToR/KAK, pelaporan kegiatan, dan monitoring program.
- Pengalaman bekerja di kawasan konservasi atau MPA menjadi nilai tambah.
Pelamar yang berminat harus mengajukan lamaran selambat-lambatnya tanggal 7 Maret 2026.
Yayasan World Wildlife Fund Indonesia, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, di mana keberagaman dihargai dan kesempatan yang setara tersedia bagi semua. Oleh karena itu, kami menyambut pelamar dari berbagai latar belakang, dan menawarkan berbagai manfaat untuk mendorong keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.