STUDI ANALISIS: PENYUSUNAN TRANSFER FISKAL DAERAH BERBASIS PENURUNAN EMISI
Upaya penurunan emisi gas rumah kaca, khususnya dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan atau FOLU, membutuhkan dukungan pendanaan yang besar dan berkelanjutan. Berdasarkan Biennial Update Report 2018 (UNFCCC) Indonesia diperkirakan memerlukan sekitar Rp288 triliun per tahun untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Dalam konteks ini, peran pemerintah daerah menjadi sangat penting untuk menerjemahkan komitmen iklim nasional ke dalam aksi nyata di tingkat tapak. Terutama provinsi dengan tutupan hutan yang luas, seperti Kalimantan Tengah dan Papua diyakini memiliki potensi strategis dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional.
Melalui studi “Analisis Identifikasi Gap Pendanaan Fiskal dan Non-Fiskal untuk Penurunan Emisi Berbasis Kinerja di Tingkat Subnasional,” WWF-Indonesia bersama Dr. Ir. Hero Marhaento, S.Hut., M.Si., IPM dan Dr. Dewa Putu Ekayana mengkaji berbagai peluang pendanaan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah khususnya untuk Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Papua. Optimalisasi berbagai instrumen pendanaan yang tersedia diharapkan tidak hanya mendukung pencapaian target iklim nasional, tetapi juga mendorong pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.
Laporan studi selengkapnya dapat diunduh melalui tautan berikut: