SINERGI KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, JAKJAZZ DAN WWF-INDONESIA UNTUK SOSIALISASIKAN GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN
Siaran Pers – Untuk disiarkan setelah 25 November 2008. 14:00 WIB
Jakarta (25/11) - Jakarta (25/11) Penyebaran pesan lingkungan hidup dan konservasi kekayaan alam Indonesia kepada masyarakat mendapat momentum besar dengan tercapainya kerjasama antara Jakarta International Jazz Festival (JakJazz), Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan WWF-Indonesia. JakJazz2008 akan tampil dengan pesan lingkungan yang lebih kental dengan partisipasi Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) dan WWF-Indonesia dalam program 'Cinta Bumi' untuk bersama-sama mensosialisasikan adopsi gaya hidup ramah lingkungan.
Ireng Maulana selaku Founder dan Chairman Jakarta Internasional Jazz Festival, menyatakan sinergi dengan para penggerak dan pejuang lingkungan hidup di Indonesia sangat penting bagi perjalanan JakJazz. ""Kami yakin, inspirasi musisi jazz dalam berkarya akan terus kaya apabila alam semesta terus terjaga. Untuk itu, kami mendedikasikan JakJazz 2008 dengan tema Cinta Bumi ini bagi sosialisasi pesan lingkungan dan konservasi alam kepada masyarakat Indonesia.""
Ditambahkan Ireng, dengan kerjasama tersebut JakJazz terbuka untuk dijadikan wahana bagi Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan WWF-Indonesia dalam upaya penyadartahuan dan penggalangan partisipasi publik, khususnya penikmat musik jazz di Indonesia. ""Kami juga menyediakan wilayah luas bagi WWF di arena pagelaran yang akan digunakan untuk program awareness dan penggalangan dukungan masyarakat agar semakin banyak yang peduli alam dan lingkungan hidup Indonesia,"" ujarnya.
Menurut Direktur Eksekutif WWF-Indonesia Mubariq Ahmad, pihaknya sejak awal yakin bahwa kerjasama ini sangat bermanfaat, ""Ketika JakJazz pertama kali menghubungi WWF-Indonesia, kami yakin ada sinergi yang dapat diwujudkan melalui kerjasama ini. Sebagai pioneer festival internasional jazz Indonesia, JakJazz memiliki penggemar fanatik yang sangat berpotensi mendukung aktivitas penyelamatan lingkungan hidup di Indonesia,"" ujarnya.
""JakJazz 2008 diharapkan menjadi ajang penting bagi WWF-Indonesia dalam menggalang partisipasi publik, khususnya dalam perekrutan Supporter WWF-Indonesia dan ajakan kepada pencinta music dewasa untuk melakukan tindakan nyata penyelamatan lingkungan. Lingkungan hidup yang asri dan lestari menjadi sumber inspirasi berbagai karya seni, termasuk musik jazz. Karena itu, kami mengajak para pecinta musik jazz untuk menjadi supporter WWF-Indonesia untuk berkontribusi dan terlibat dalam berbagai aksi penyelamatan hutan dan laut Indonesia, "" tambah Mubariq.
Kementerian Negara Lingkungan Hidup menyambut baik sinergi JakJazz dengan gerakan penyelamatan lingkungan hidup Indonesia, ""Agenda lingkungan hidup di Indonesia yang sangat banyak memerlukan dukungan masyarakat luas. Musik sebagai bahasa universal adalah wahana yang sangat kaya untuk menyampaikan pesan-pesan cinta bumi, konservasi dan penyelamatan lingkungan hidup,"" ujar Sudariyono, Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Negara Lingkungan Hidup Indonesia.
""Memberikan contoh nyata sangat diperlukan untuk memberikan wawasan lingkungan yang mampu mendorong masyarakat untuk berbuat sesuatu"" tambahnya. Dalam Festival Internasional JakJazz ini Kementerian Negara Lingkungan Hidup kembali menerapkan konsep ZeroWaste Event atau 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), yaitu suatu sistem pengelolaan yang dapat mengolah sampah sehingga tidak ada sampah yang keluar dari festival ini. Hal ini sebagai contoh nyata menindaklanjuti UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Aktivitas Cinta Bumi dalam rangkaian Festival Internasional JakJazz akan berlangsung pada tanggal 28 hingga 30 November 2008 di Istora Senayan Jakarta.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Dida Gardera,
Kepala Bidang Humas, Kementerian Negara Lingkungan Hidup Indonesia.
Email: gardera@menlh.go.id,
mobile: +62 (0)81510520081, Fax: +62 (0)21 8517184
Frisma Sari,
Organizing Committee, Jakarta International Jazz Festival. Email:
frisma.sari@gmail.com,
mobile: +62 81511390054
Elshinta Suyoso Marsden,
Head of Corporate Communications and Branding, WWF-Indonesia.
E-mail esmarsden@wwf.or.id,
mobile: 08119690471 atau 08161806321.
Catatan untuk Redaksi:
1. Tentang JakJazz
JakJazz adalah pencetus pertama festival Jazz di Indonesia. Pertama kali JakJazz dilangsungkan di area Taman Impian Jaya Ancol pada tahun 1988 oleh Ireng Maulana, Founder dan Chairman JakJazz. JakJazz sendiri telah berlangsung sukses selama 9 kali dan berhasil membawa musisi-musisi Jazz International seperti Earl Klugh, Ernie Watts, Spyro Gyra, Shakatak, Casiopea, Kool & The Gang, Phil Perry, Lee Ritenour, Salena Jones, Dave Koz, Incognito, Monday Michiru dan masih banyak lagi. Sebagai pioner festival Jazz di Indonesia, JakJazz berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memajukan musik Jazz di Indonesia. Untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang JakJazz dapat melalui situsnya di .
2. Tentang WWF-Indonesia
WWF adalah organisasi konservasi global yang mandiri dan didirikan pada tahun 1961 di Swiss, dengan hampir 5 juta supporter dan memiliki jaringan yang aktif di lebih dari 100 negara dan di Indonesia bergiat di lebih dari 25 wilayah kerja lapangan dan 17 provinsi. Misi WWF-Indonesia adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak ekologis aktivitas manusia melalui: Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; Memfasilitasi upaya multi-pihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis pada skala ekoregion; Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakkan hukum yang mendukung konservasi, dan; Menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia, melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Selebihnya tentang WWF-Indonesia, silakan kunjungi website utama organisasi ini di http://www.panda.org/; situs lokal di http://www.wwf.id/ dan situs keanggotaan WWF-Indonesia di http://www.supporterwwf.org/.