STANDAR GLOBAL ASC AKUI PRAKTIK BUDIDAYA UDANG VANNAMEI PT WINAROS KAWULA BAHARI
Komitmen terhadap praktik budidaya udang yang bertanggung jawab dan berkelanjutan kembali menunjukkan hasil nyata. Salah satu perusahaan dampingan WWF-Indonesia, PT Winaros Kawula Bahari, berhasil meraih sertifikasi ekolabel Aquaculture Stewardship Council (ASC) Shrimp Standard untuk komoditas udang Vannamei pada 1 Mei 2026. Dengan pencapaian tersebut, PT Winaros menjadi salah satu dari tujuh perusahaan budidaya udang yang tersertifikasi ASC di Jawa Timur.
Udang merupakan salah satu komoditas strategis sektor perikanan Indonesia sekaligus penyumbang utama devisa ekspor. Berdasarkan data ekspor periode Januari–September 2025, nilai ekspor udang Indonesia mencapai USD 1,397 miliar, dengan Amerika Serikat masih menjadi pasar tujuan utama yang menyerap 63,1% dari total ekspor nasional. Di antara berbagai jenis udang yang diperdagangkan, udang vannamei menjadi komoditas unggulan dengan salah satu sentra produksinya terletak di pulau Jawa (kkp.go.id). Salah satu daerah penghasil udang vannamei di Pulau Jawa adalah Kabupaten Probolinggo di Jawa Timur yang mencatat produksi sebesar 12.471,84 ton pada tahun 2025 (BPS Kabupaten Probolinggo, 2026).
Di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk perikanan yang berkelanjutan dan dapat ditelusuri asal-usulnya, penerapan standar budidaya yang bertanggung jawab menjadi kebutuhan yang tidak dapat terhindarkan. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah melalui sertifikasi ekolabel Aquaculture Stewardship Council (ASC), ekolabel berstandar global untuk memastikan praktik budidaya bertanggungjawab secara lingkungan dan sosial. Sertifikasi ASC ini memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha melalui peningkatan reputasi, kredibilitas, serta kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.
Sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi sektor akuakultur Indonesia menuju praktik yang lebih berkelanjutan, WWF-Indonesia melalui Seafood Savers mendampingi perusahaan-perusahaan perikanan budidaya dalam memenuhi persyaratan sertifikasi ASC. Salah satu perusahaan yang mengikuti pendampingan ini adalah PT Winaros Kawula Bahari, yang sejak Agustus 2024 bergabung dalam Aquaculture Improvement Program (AIP), program perbaikan budidaya yang mengacu pada prinsip-prinsip keberlanjutan ASC.
Perusahaan ini mengelola tambak udang di Probolinggo yang telah beroperasi sejak dekade 1990-an. Budidaya udang vannamei secara intensif di lokasi tersebut telah berlangsung sejak 2012 atas nama PT Surya Windu Pertiwi. Pada tahun 2024, perusahaan kemudian menggunakan nama PT Winaros sebagai nama perusahaan yang tercantum dalam dokumen legal. Sejak mengambil alih pengelolaan, perusahaan secara bertahap menerapkan berbagai perbaikan untuk meningkatkan keberlanjutan operasional tambak sekaligus memenuhi persyaratan sertifikasi ASC.
Selama proses pendampingan, perusahaan melakukan berbagai perbaikan untuk memenuhi standar ASC Udang, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan penguatan aspek administrasi. Optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dilakukan melalui pemasangan seseg bambu, yaitu sekat anyaman bambu yang berfungsi menahan padatan tersuspensi dan memperlambat aliran limbah.
Inovasi sederhana ini membantu meningkatkan kualitas air buangan, mengurangi potensi pencemaran, serta memperpanjang waktu retensi air hingga memenuhi persyaratan 6–9 jam. Berdasarkan hasil pemantauan, nilai IMHOFF air limbah tercatat sebesar 0,3 mL/L, yang menunjukkan rendahnya kandungan padatan tersuspensi yang mengendap. Hal ini mengindikasikan bahwa proses pengolahan limbah berjalan dengan baik dan efektif dalam menekan risiko pencemaran lingkungan.

Sebagai upaya perbaikan lainnya, perusahaan melaksanakan penanaman mangrove sebagai bagian dari program CSR. Selama 2022–2026, sebanyak 43.875 bibit mangrove ditanam di area ±1 hektar di Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton. Penanaman awal (2022–2024) dilakukan di tepi sungai dengan jarak 50 cm untuk mengurangi risiko hanyut, sedangkan pada 2025–2026 sebanyak 8.000 bibit ditanam di area yang lebih terlindung dengan jarak 1 meter.

Setelah hampir dua tahun proses pendampingan bersama Seafood Savers dilakukan, PT Winaros akhirnya berhasil mendapatkan sertifikasi ASC untuk unit budidaya udang vannamei seluas 7,18 hektar yang dikelola perusahaan di Dusun Bandaran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Keberhasilan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pengelolaan budidaya udang di daerah tersebut. Pada tahun 2025, produksi udang vannamei PT Winaros mencapai 222,74 ton atau berkontribusi sekitar 1,78 persen dari total produksi udang vannamei di kabupaten Probolinggo.

“Kendala selama persiapan menuju sertifikasi cukup banyak, karena kami harus mengurus beberapa dokumen legal dari awal. Selain itu, terdapat juga kendala dalam proses permohonan beberapa dokumen, seperti traceability dan sustainability pakan, uji patogen benih udang, dan SIPA dari pihak eksternal. Namun, melalui pendampingan dari WWF, kami dapat memenuhi gap yang ada secara bertahap sehingga pelaksanaan audit dapat berjalan dengan cukup lancar.” Ujar Dina, Quality Assurance PT Winaros Kawula Bahari. “Harapan ke depannya, setelah mendapatkan sertifikat ASC, dapat membuka peluang-peluang bisnis baru bagi industri perikanan. Selain itu, dengan pemenuhan standar ASC juga diharapkan dapat membantu pemeliharaan ekosistem di area sekitar tambak.”
Keberhasilan PT Winaros Kawula Bahari memperoleh sertifikasi ASC menunjukkan bahwa penerapan praktik budidaya berkelanjutan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha budidaya di daerah Probolinggo maupun lainnya untuk terus bertransformasi menuju sektor akuakultur yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.
Informasi sertifikat ASC PT Winaros Kawula Bahari dapat diakses melalui: https://asc-aqua.org/find-a-farm/ASC03076/