KEMBANGKAN SDM UNTUK EAFM MELALUI STANDAR KOMPETENSI KERJA KHUSUS
Oleh Novita Eka Syaputri
Sejak dimulai tahun 2010, pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (Ecosystem Approach Fisheries Management – EAFM) terus berupaya untuk membangun sektor kelautan dan perikanan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Salah satu syarat mutlak untuk melakukan hal tersebut adalah dengan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas demi menciptakan keberlanjutan sumber daya perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. WWF-Indonesia, sebagai salah satu anggota National Working Group (NWG) EAFM, juga memandang SK3 EAFM sangat diperlukan di Indonesia untuk melahirkan SDM di Indonesia yang mampu menjadi manajer pengelola perikanan di Indonesia dengan EAFM ini
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan Perikanan (BPSDM KP) dan Direktorat Sumber Daya Ikan - Kementerian Kelautan dan Perikanan (Ditjen SDI – KKP) bekerja sama dengan WWF-Indonesia, Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan – Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB), serta para stakeholder perikanan lainnya telah melakukan penyusunan Standar Kompetensi Kerja sejak September 2013 hingga awal Februari 2014. Tepatnya pada 13 – 14 Februari lalu di Bogor, dilaksanakan workshop untuk mendapatkan saran perbaikan dan masukan dari stakeholder untuk pengembangan SK3 EAFM dan SDM Kelautan Perikanan secara umum, serta tercapainya kesepakatan antara stakeholder terhadap SK3 EAFM sebagai standar kompetensi pengembangan SDM untuk pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem.
Workshop ini menghasilkan dokumen SK3 EAFM yang akan ditetapkan pada workshop Penetapan SK3 EAFM di Jakarta awal Maret nanti. Dokumen SK3 EAFM ini nantinya akan disahkan dalam workshop Penetapan SK3 EAFM tersebut sebagai peraturan yang dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai syarat bagi perencana, pelaksana, dan penilai pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem.