BIARKAN TUKIK MENJADI PENYU
Alur kehidupan di bumi dapat berlangsung selaras karena adanya kesimbangan siklus. Bila salah satu keseimbangan berjalan di luar alurnya, akibatnya terjadi kekacauan di muka bumi. Salah satu referensi adalah ketika bencana menghampiri manusia, disebabkan keseimbangan alam yang tidak terjaga, seperti tsunami, gempa bumi, banjir, dll.
WWF-Indonesia, terus berupaya mengajak masyarakat menyelaraskan kehidupan di alam ini. Fokus utama yang sedang diangkat adalah menjaga keanekaragaman laut Indonesia, khususnya penyu dan habitatnya. Perlu diketahui, dari 1000 tukik (anak penyu) yang dihasilkan oleh induk penyu, hanya 1 yang berhasil tumbuh menjadi penyu dewasa. Kondisi mengkhawatirkan ini terjadi penyebab utamanya adalah aktivitas manusia. Mulai dari rusaknya tempat bertelur karena kegiatan wisata, tangkapan sampingan nelayan, serta penjualan telur dan daging penyu.
Bertempat di Mal Ciputra, Jakarta Barat, upper ground VI Utara, pada 6 – 19 April 2009 WWF kembali membawa edukasi tentang penyelamatan penyu. Beragam informasi dan permainan disiapkan untuk mengajak masyarakat menyelami dunia laut dan penyu. Ada Teater Laut yang menyuguhkan film seputar dunia laut yang bisa menjadi inpirasi untuk lebih menghargai kelautan Indonesia.
Bagi adik-adik, tersedia permainan seru, mulai dari origami penyu, kuis menyambungkan garis yang hilang dari gambar penyu, dan penyu tangga. Hasil karya adik-adik, dapat langsung diletakkan di kolam pasir WWF, sebagai visualisasi pengenalan dengan dunia laut.
Booth WWF juga menyediakan box untuk menerima sampah baterai, yang pada dasarnya tidak bisa sembarangan dibuang di tempat sampah biasa. Maka sembari menaruh sampah baterai di booth WWF, ketahui pula berbagai informasi mengenai cara aman membuang benda metal tersebut. Kesempatan anda untuk mendapatkan kalender ramah lingkungan juga masih dibuka lebar sampai akhir bulan April 2009 ini. (pup)