WWF SAMBUT RENCANA AKSI STRATEGIS HEART OF BORNEO
Bonn – Pada Konferensi Tingkat Tinggi PBB ke-9 Konvensi Keanekaragaman Hayati/Convention on Biological Diversity (CBD COP-9) di Bonn, Jerman (27/05), Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia mengumumkan Rencana Aksi Tiga Negara untuk pelestarian Jantung Kalimantan atau Heart of Borneo. WWF menyampaikan penghargaan kepada ketiga negara atas komitmen mereka pada program konservasi lintas batas tersebut.
Rencana Aksi Strategis tersebut terdiri dari lima program utama, yakni Pengelolaan Lintas Batas, Pengelolaan Kawasan Lindung, Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari, Pengembangan Ekowisata, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Selanjutnya, kelima program utama itu telah diperinci menjadi 21 usulan langkah.
Koordinator WWF untuk Jejaring Inisiatif Heart of Borneo, Adam Tomasek menyambut baik hasil pertemuan di mana para pemerintah kini telah memiliki landasan untuk mewujudkan visi inisiatif HoB yang menciptakan pembangunan berkelanjutan di pulau Kalimantan sekaligus mengamankan ketersediaan air, pangan, dan ketahanan budaya masyarakat. “Kami sangat menghargai pemerintah Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia yang menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan tegas dalam memimpin proses menuju pencapaian kita hari ini,” ujar Adam.
Pada Side Event CBD COP-9, yang diadakan oleh pemerintah Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia, para wakil pemerintah menyatakan bahwa tiap negara telah meraih manfaat atas peran besarnya dalam kerjasama mewujudkan pengelolaan kawasan seluas sekitar 20 juta hektar tersebut. CBD COP-8 tahun 2006 di Curitiba, Brazil telah menjadi landasan penting bagi ketiga negara ini, yakni dengan peluncuran secara internasional komitmen bersama untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan, melindungi sumber-sumber daya alam penting dan menurunkan kemiskinan di Kalimantan. Program kerjasama lintas batas (HoB) dideklarasikan oleh tiga menteri di Bali, Indonesia pada 2007. Setahun kemudian, rencana aksi tiga negara untuk mewujudkan tekad itu akhirnya menjadi nyata.
“Kami gembira bahwa Brunei telah menjadi anggota CBD. Saya ucapakan selamat kepada pemerintah Brunei atas langkah maju untuk mendukung konservasi global tersebut,” ujar Dr. Mikaail Kavanagh, dari Brunei Darussalam.
Dr. Mubariq Ahmad, Direktur Eksekutif WWF-Indonesia menambahkan, ""Sangat membahagiakan menyaksikan perkembangan pesat sejak deklarasi tahun lalu di Bali hingga terwujudnya Rencana Aksi Strategis. Ini memberikan inspirasi kepada berbagai pihak untuk memberikan yang terbaik dalam mendukung kerjasama ketiga negara ini. Selamat!”
Saat dihubungi, CEO WWF-Malaysia, Dr. Dionysius Sharma menyatakan, “Heart of Borneo adalah sebuah program sangat besar yang tidak dapat dilakukan sendiri oleh satu negara mana pun. Kami bangga bahwa Pemerintah Malaysia dapat membuktikan kepada dunia bahwa mereka bersungguh-sungguh dalam upaya pelestarian ini. Manfaat Heart of Borneo bagi rakyat Malaysia dan penduduk dunia sangatlah tidak ternilai.”
WWF menyambut baik upaya Pemerintah Jerman mendukung Pemerintah Indonesia dalam melestarikan hutannya. Sebuah program bilateral mendatang terkait iklim-hutan-keanekaragaman hayati saat ini sedang disiapkan di mana kawasan fokusnya adalah HoB.
Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Adam Tomasek, Koordinator, Heart of Borneo Network Initiative,
Tel: +62 21 5761070 Ext. 503, Fax: +62 21 5761080, Cellphone: +62 818 949 973
E-mail: atomasek@wwf.or.id
Elshinta Suyoso-Marsden, Head of Communications and Outreach, WWF-Indonesia,
Telp: +62 816 180 6321.
E-mail: esmarsden@wwf.or.id
Download Full Release here