MENGENAL KEANEKARAGAMAN HAYATI HUTAN BERSAMA PANDA MOBILE
Oleh: Pratama Aditya Haryanto dan Natalia Trita Agnika
Pada awal Juni ini, Panda Mobile mengunjungi dua SMP di bilangan Tangerang dan Jakarta Selatan. Sekolah pertama yang dikunjungi oleh tim Panda Mobile adalah SMP Athalia, BSD pada Kamis (04/06) lalu. Kunjungan truk edukasi beroda enam milik WWF-Indonesia di sekolah ini merupakan kali pertama.
Mengusung tema hutan, kakak-kakak voluntir memberikan penjelasan mengenai keadaan hutan Indonesia saat ini serta kondisi flora dan fauna yang tinggal di sana. Supaya makin jelas, para siswa diajak menonton sebuah film tentang hutan dilanjutkan diskusi tentang cara menjaga kelestarian hutan. Suasana tambah menarik tatkala para siswa menuangkan imajinasi mereka melalui games “Kapal Ruang Angkasa”. Mereka diminta menggambarkan benda apa saja yang akan dibawa ke dalam kapal ruang angkasa untuk diselamatkan ketika kondisi Bumi sudah hancur. Berbagai imajinasi pun bermunculan melalui coretan gambar mereka.
Tak hanya mendapatkan informasi dan mengembangkan imajinasi, para peserta yang terdiri dari siswa kelas 7 dan 8 itu juga mempraktikkan secara langsung salah satu cara untuk menjaga kelestarian alam melalui kegiatan 3R (Reduce-Reuse-Recycle). Mereka diajarkan cara membuat tas dari kaus bekas. Kegiatan ini memiliki dua manfaat sekaligus; pertama, mengubah barang bekas menjadi benda yang lebih berguna. Kedua, menjadi aksi nyata mengurangi penggunaan tas plastik.
Pada minggu berikutnya, tepatnya pada Rabu (10/06) lalu, tim Panda Mobile mengunjungi Australian International School (AIS) di kawasan Pejaten, Jakarta Barat. Kunjungan Panda Mobile yang kedua kalinya ke sekolah ini atas undangan pihak sekolah yang sedang mengadakan program bulanan bertajuk “Rainforest Month”. Karena itulah kakak-kakak voluntir membawakan materi presentasi yang memaparkan tentang hutan hujan dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Tim Panda Mobile juga tak lupa memperkenalkan para siswa tentang WWF sebagai lembaga konservasi dan sejarahnya.
Salah satu hal yang paling menarik minat para siswa adalah ketika kakak voluntir menjelaskan tentang camera trap atau kamera jebak yang digunakan oleh para peneliti untuk mengamati tingkah laku satwa liar di habitat aslinya. Mereka tampak antusias ingin mengetahui secara langsung cara kerja kamera pengintai ini.
Kegiatan seputar lingkungan hidup lainnya yang diikuti oleh para siswa kelas 8 AIS ini adalah menonton video “Persamaan Satwa dengan Manusia” dan video tentang penyesalan manusia ketika Bumi sudah di ambang kehancuran. Berbagai pertanyaan dari para siswa bermunculan usai mengikuti kegiatan tersebut. “Selain menjaga lingkungan, apa yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan Bumi?” tanya salah seorang siswa dengan rasa ingin tahu. Kakak voluntir pun menjawab bahwa salah satu cara untuk berkontribusi terhadap upaya penyelamatan Bumi adalah dengan menjadi Suporter WWF-Indonesia.