CEKO DAN BRUNEI BEKERJA SAMA MENELITI HUTAN DATARAN RENDAH DI KUALA BELALONG
Oleh: Dr Rahayu Sukmaria Sukri
Para peneliti yang berasal dari Republik Ceko dan Brunei Darussalam baru-baru ini berkolaborasi dalam sebuah penelitian bagi keanekaragaman hayati flora dan fauna di hutan dataran rendah Kuala Belalong, Brunei Darussalam. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan (IBER) dari Universitas Brunei Darussalam. Selama dua minggu (5-19 Januari 2014), 28 peneliti dari kedua negara berada di Kuala Belalong Field Centre (KBFSC), Ulu Temburong. Tiga lembaga dari Ceko yakni Universitas Palacky, Universitas Ostrava serta Institut Botani dari Sekolah Tinggi Ilmu Pengetahuan Republik Ceko, bekerja sama dengan para akademisi dari IBER untuk mengeksplorasi dan mendata keanekaragaman ekologi invertebrata, tanaman herbal dan lumut-lumutan yang berada di dataran rendah hutan campuran dipterokarp.
Penelitian yang intensif telah menghasilkan berbagai macam data penting, termasuk data baru mengenai tumbuhan herbal dan genus mycoheterotrophic, serta berbagai jenis hewan invertebrata di Brunei. Beberapa diantaranya adalah Thismia hexagona, tumbuhan endemik Kuala Belalong. Tumbuhan yang ditemukan oleh ahli botani pada tahun 2013 tersebut tergolong jenis tanaman herbal achlorophyllous mycoheterotrophic. Observasi pada tahun ini dilakukan di KBFSC dan menghasilkan 11 jenis mycoheterotrophic baru, termasuk Burmannia dan Epirixanthes, serta keragaman hayati yang tinggi dari tanaman-tanaman herbal terutama yang berasal dari ordo Zingiberaceae.
Penelitian pada keanekaragaman invertebrata telah menghasilkan banyak temuan yang signifikan, termasuk ngengat, cocopet (Dermaptera), lalat dan nyamuk (Diptera), kumbang (Coleoptera) serta Laba-Laba jenis baru bagi ilmu pengetahuan. Para peneliti memperkirakan bahwa untuk nyamuk saja, sudah lebih dari 65 spesies yang dikumpulkan, sekitar 80 % spesies belum teridentifikasi. Beberapa spesies nyamuk ini merupakan genus yang sebelumnya tidak diketahui di Borneo. Jenis invertebrata lainnya, seperti kaki seribu ordo Glomeridesmida, serangga terbang ordo Rachiceridae, ordo kumbang Rhagophthalmidae, dan juga laba-laba ordo Hahniidae telah tercatat untuk pertama kalinya di Brunei.
Kerja sama ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang, yang berpuncak pada publikasi bersama antara Universitas Brunei Darussalam dan beberapa institusi dari Republik Ceko. Hasil studi ini bertujuan untuk menyoroti peran global Brunei sebagai wilayah dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, serta pentingnya perlindungan bagi keanekaragaman tanaman herbal dan serangga yang berada di Jantung Borneo Brunei Darussalam.