ANGGOTA BARU ELEPHANT PATROL
Oleh: Ali Rizqi Arasyi
Lampung (04/10)-Lima Belas hari setelah Elephant Patrol Team bertugas, pada tanggal 22 Juli 2009, saat melakukan patroli diperbatasan kawasan TNBBS dengan lahan masyarakat, tim menemukan satu ekor anak gajah liar yang terpisah dari kelompoknya. Anak gajah ini diperkirakan berumur kurang dari 1 tahun dan berkelamin jantan. Pada saat tim mendekati, anak gajah liar ini berlari berjauh, tapi kemudian berhenti, sepertinya bingung tidak mengetahui kemana harus pergi. Setelah menunggu beberapa menit, anak gajah liar mulai berani mendekati tim, kemudian setelah dekat kembali berlari menjauh.
Tim menyusuri sekitar daerah tersebut, mencari kelompok gajah liar untuk kemudian dikembalikan ke kelompoknya. Tim tidak menemukan tanda-tanda baru keberadaan kelompok gajah di sekitar daerah ini. Kemudian tim berusaha untuk menggiring anak gajah liar ini masuk ke dalam hutan.
Beberapa hari sebelumnya, tim menerima informasi dari masyarakat sekitar mengenai keberadaan anak gajah liar ini. Masyarakat di luar kawasan sering melihat anak gajah ini sejak tiga bulan yang lalu. Tim menyimpulkan bahwa anak gajah liar tersebut telah terpisah oleh induknya sejak lama dan sampai sekarang masih dapat bertahan hidup. Ini sungguh merupakan kejadian yang luar biasa. Gajah sebesar itu masih dapat bertahan hidup setelah tiga bulan ditinggalkan kelompoknya. Menurut pengalaman mahout EPT, biasanya anak gajah terpisah dari kelompoknya apabila induknya mati atau anak gajah liar mengalami sakit sehingga tidak mungkin dibawa pergi sehingga ditinggalkan.
Sejak pertemuan pertama tersebut, anak gajah liar ini selalu mendekat ke perkemahan Tim Patroli Gajah. Tim terus mencoba berkali-kali menggiring anak gajah liar ini kedalam hutan. Tetapi sore hari anak gajah liar ini kembali mendekat ke camp. Bahkan tim pada saat menggiring anak gajah liar ini ke hutan bertemu dengan kelompok gajah liar yang berjumlah 3 ekor terdiri dari 2 induk dan satu anak. Tim mencoba mempertemukan anak gajah tersebut ke kelompok ini, tapi anak gajah liar ini malah diserang.
Akhirnya tim memutuskan membiarkan anak gajah liar ini bergabung dengan Tim Patroli Gajah. Hal ini dilakukan untuk menghindari anak gajah liar masuk ke perkampungan masyarakat dan merusak tanaman yang memungkinkan mereka dibunuh atau diracun masyarakat. Sekarang anak gajah liar ini selalu mengikuti patroli rutin yang dilakukan oleh EPT. Sampai sekarang kita masih belum mempunyai rencana kedepan terhadap anak gajah liar ini.
Kontak:
Ali Rizqi Arasyi (ali_vetipb@yahoo.com)
Nurchalis Fadhli (nfadhli@hotmail.com)