WWF MENGHIMBAU PARA PEMERINTAH UNTUK MEMBUAT TEROBOSAN DI POZNAN
Poznan, Polandia: Seiring dengan dimulainya Konferensi Perubahan Iklim PBB (UNFCCC COP 14) di Poznan, WWF menghimbau pemerintah untuk membawa negosiasi iklim ini lebih progresif dengan menghasilkan naskah awal kesepakatan baru. Versi final naskah tersebut diharapkan selesai akhir tahun 2009.
Menurut organisasi konservasi dunia tersebut, kondisi dunia pada pertemuan saat ini lebih memungkinkan mempercepat aksi dunia menghadapi perubahan iklim dibandingkan sebelumnya.
“Barack Obama berjanji untuk memimpin Amerika Serikat (AS) dengan agenda iklim yang ambisius dan negara industri baru mulai berpikir untuk memotong emisi dalam negerinya,” ungkap Kim Carstensen, Leader of the WWF Global Climate Initiative. “Para negosiator yang tiba di Poznan hari ini belum pernah sebelumnya kesempatan membuat terobosan dan mengatasi jalan buntu antara negara maju dengan negara berkembang.”
Aktivis WWF menyambut para delegasi dengan buah berkulit keras dan alat pemecahnya sebagai simbol bahwa kemajuan negosiasi terletak di tangan mereka dan dapat dicapai. Para negosiator harus menerjemahkan kehendak politik dan gagasan maju solusi untuk iklim ke dalam naskah negosisasi yang adil dan cukup ambisius untuk menjaga kenaikan suhu di bawah ambang bahaya, yakni 2°C.
“Pemimpin negara-negara industri dapat membuat sejarah dan memberi dasar menuju keberhasilan dengan berkomitmen mengurangi emisi paling tidak 25 sampai 40% pada 2020”, ujar Kathrin Gutmann, Head of Policy pada WWF Global Climate Initiative. “Untuk menghindari bencana iklim, para pemerintah harus bersama-sama menghentikan ini dan mengurangi emisi dunia sebelum 2020 dan menyepakati langkah-langkah yang harus diambil agar target tersebut bisa dicapai. “
Proposal yang kokoh bagi kesepakatan iklim baru yang kini tengah di meja negosiasi harus dihasilkan di Poznan. Lebih penting lagi, janji bantuan finansial bagi upaya mitigasi dan adaptasi di negara-negara berkembang harus ditingkatkan sebagai persyaratan penting bagi negara berkembang untuk menandatangani perjanijian iklim global.
“Krisis ekonomi yang terjadi saat ini merupakan hasil mengabaikan resiko-resiko besar, oleh karena itu jangan ulangi kesalahan yang sama dengan mengabaikan ancaman perubahan iklim”, ungkap Kim Carstensen. “Memperlambat pendanaan untuk upaya penurunan emisi dan kegiatan adaptasi di negara-negara berkembang hanya akan memperburuk kondisi.”
Catatan: Aksi WWF dilakukan di luar pintu masuk utama Konferensi Perubahan Iklim PBB di Poznan, Senin, 1 Desember, mulai 7:30-10:30 waktu setempat. Kertas Posisi WWF tentang Crack the Climate Nut dan materi-materi lainnya dapat diakses di: http://www.panda.org/climate
Kontak media: Verena Puspawardani, + 62 818897383, vpuspawardani@wwf.or.id, Christian Teriete, +48 793 489 334 (Polandia), +852 9310 6805 (Hong Kong mobile), cteriete@wwf.org.hk; Anna Piekut, +48 608 322 153 (Polandia), apiekut@wwf.pl
Spokespeople: Kim Carstensen, Leader, WWF Global Climate Initiative, +48 793 489 255 (Polandia), +45 40 34 36 35 (Denmark), k.carstensen@wwf.dk; Kathrin Gutmann, Head of Policy, WWF Global Climate Initiative, +48-793-489-256 (Polandia), +49 162 29 144 28 (Jerman), kathrin.gutmann@wwf.de; Stephan Singer, Director Global Energy Unit, WWF International, +48 793 489 315 (local number), +32 49 655 07 09 (Belgia), ssinger@wwfepo.org; Ireneusz Chojnacki, Managing Director, WWF Poland, +48 606 947 094 (Polandia), ichojnacki@wwf.pl
Catatan untuk Redaksi
- Tentang WWF
WWF adalah organisasi konservasi global yang mandiri dan didirikan pada tahun 1961 di Swiss, dengan hampir 5 juta supporter dan memiliki jaringan yang aktif di lebih dari 100 negara dan di Indonesia bergiat di lebih dari 25 wilayah kerja lapangan dan 17 provinsi. Misi WWF-Indonesia adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak ekologis aktivitas manusia melalui: Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; Memfasilitasi upaya multi-pihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis pada skala ekoregion; Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakkan hukum yang mendukung konservasi, dan; Menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia, melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Selebihnya tentang WWF-Indonesia, silakan kunjungi website utama organisasi ini di http://www.panda.org/; situs lokal di http://www.wwf.or.id/ dan situs keanggotaan WWF-Indonesia di http://www.supporterwwf.org/.