TIM FLYING SQUAD WWF SEMARAKKAN HARI AKSI IKLIM GLOBAL, SERUKAN PENYELAMATAN HUTAN SUMATRA
Diembargo hingga 12:30 WIB, 24 Oktober 2009
Riau, Indonesia (24/10) – Empat gajah dewasa dan dua ekor anaknya dari tim Flying Squad WWF-Indonesia di Riau hari ini bergabung mengusung spanduk berisi seruan untuk perlindungan hutan yang masih tersisa di Sumatera.
Aksi ini dilakukan karena Riau merupakan salah satu wilayah dengan tingkat deforestasi tertinggi di dunia. Tingginya tingkat deforestasi mengancam keberadaan satwa langka yang memiliki habitat alami di Riau seperti gajah dan harimau sumatera. Aksi ini dilaksanakan sebagai partisipasi dalam aksi global mengenai perubahan iklim. Gajah dan pawang tim Flying Squad tersebut bergabung dengan lebih dari 4.300 komunitas lain di seluruh dunia di 170 negara, yang berkeinginan mendorong para pemimpin dunia yang akan bertemu pada bulan Desember di Copenhagen agar mengambil langkah cepat dan nyata menanggulangi perubahan iklim dan mengurangi emisi karbon, melalui kesepakatan baru terkait penanggulangan perubahan iklim global.
“Hutan di Sumatra sangat penting bagi masa depan rakyat Indonesia, bagi sistem penyangga kehidupan mereka, serta gajah dan spesies liar lainnya. Lebih lanjut penyelamatan hutan akan berperan penting dalam memperlambat perubahan iklim,” ungkap Fitrian Ardiansyah, Direktur Program Perubahan Iklim dan Energi WWF-Indonesia. “Hutan sangat efektif dalam menyimpan karbon, lebih lagi hutan dan rawa gambut dalam di Sumatera yang memiliki cadangan karbon dalam jumlah besar.”
Sumatera, pulau terbesar keenam di dunia, adalah satu-satunya lokasi dimana harimau, gajah, orangutan dan badak hidup dalam habitat alami yang sama.
Aksi tim WWF-Indonesia tersebut dilaksanakan di hutan dataran rendah yang telah dibabat untuk perkebunan kelapa sawit ilegal serta hutan tanaman industri kertas di Riau. Angka emisi karbon tahunan yang disebabkan oleh degradasi dan hilangnya tutupan hutan, beserta dekomposisi gambut dan kebakaran hutan dari provinsi ini saja setara dengan 122 persen rata-rata emisi karbon tahunan negara Belanda.
“Emisi karbon adalah salah satu penyebab utama perubahan iklim. Hutan gambut Riau menyimpan cadangan karbon yang sangat besar sehingga menyelamatkan hutan tersebut akan secara signifikan mengurangi emisi karbon global, “ ujar Fitrian.
Tim Flying Squad berpatroli di sekitar wilayah Taman Nasional Tesso Nilo, bertugas mengusir gajah liar yang berkeliaran di luar taman nasional dan merusak perkebunan warga. Konflik antara manusia dan gajah merupakan permasalahan serius di Sumatra, disebabkan cepatnya pembabatan hutan sehingga gajah-gajah yang telah kehilangan habitatnya terpaksa merambah pemukiman warga.
Keempat gajah dewasa yang tergabung dalam tim tersebut dulunya merupakan gajah liar yang ditangkap oleh pemerintah dengan status sebagai “gajah konflik”; WWF dan petugas Taman Nasional Tesso Nilo saat ini memberdayakan gajah-gajah tersebut bersama dengan delapan pawangnya untuk mencegah konflik dengan cara mengusir gajah-gajah liar kembali ke dalam taman nasional.
Wilayah Tesso Nilo dan hutan lainnya di seluruh pulau Sumatera merupakan wilayah yang menjadi prioritas global WWF. Organisasi ini berupaya melindungi keberadaan gajah, harimau, orangutan dan badak melalui perlindungan hutan sebagai habitat alaminya. WWF juga berupaya bersama dengan pemerintah Indonesia, perusahaan kertas dan kelapa sawit—yang merupakan kontributor utama hilangnya hutan di Sumatera bagian tengah—dalam mengidentifikasi dan mengalokasikan hutan dengan nilai konservasi tinggi serta mengimplementasikan perencanaan tata ruang pulau berbasiskan ekosistem.
###
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.savesumatra.org
Kontak:
Syamsidar, Communications Manager, Program Riau, WWF-Indonesia Ph +62 812 689 6095 Email syamsidar@wwf.or.id
Israr Ardiansyah, Media Coordinator, WWF-Indonesia ph + 62 811266973, iardiansyah@wwf.or.id
Jan Vertefeuille, Communications Director, WWF-US ph +1 202 492 0597 Janv@wwfus.org
Tentang WWF
WWF adalah organisasi konservasi global yang mandiri dan didirikan pada tahun 1961 di Swiss, dengan hampir 5 juta supporter dan memiliki jaringan yang aktif di lebih dari 100 negara dan di Indonesia bergiat di lebih dari 25 wilayah kerja lapangan dan 17 provinsi.
Misi WWF-Indonesia adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak ekologis aktivitas manusia melalui: Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; Memfasilitasi upaya multi-pihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis pada skala ekoregion; Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakan hukum yang mendukung konservasi, dan; Menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia, melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan.
Selebihnya tentang WWF-Indonesia, silakan kunjungi website utama organisasi ini di http://www.panda.org; situs lokal di http://www.wwf.or.id dan situs keanggotaan WWF-Indonesia di http://www.supporterwwf.org.