PEMBAGIAN BIBIT POHON, ATRAKSI DAN DIALOG TERBUKA
"
Pertunjukan musik tradisional. © WWF-Indonesia/DANI, 2008
Serangkaian acara yang dimulai dengan alunan musik bertemakan alam yang ditaja di jantung kota Pekanbaru, Riau tepatnya di Gedung Taman Budaya. Semarak peringatan hari lingkungan hidup sedunia dimeriahkan dengan susunan kegiatan yang direncanakan oleh gabungan sembilan organisasi mahasiswa pencinta alam yang berasal dari lima Perguruan Tinggi yang ada di Pekanbaru. Kegiatan ini didukung oleh Yayasan WWF Indonesia- Program Riau.
Acara dimulai dengan lantunan lagu bertema alam yang dipadu secara kreatif oleh grup band lokal “Alang-Alang Band”. Dihadapan ratusan mahasiswa dan siswa sekolah menengah se-Pekanbaru kemudian disuguhkan dialog yang dihadiri oleh narasumber dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam, Kepolisian Daerah Provinsi Riau, Akademisi dan LSM Jikalahari. Dialog ini mengetengahkan tema penyelamatan satwa yang dilindungi di Provinsi Riau. Dialog yang juga disebarluaskan secara langsung berkerjasama dengan Radio Republik Indonesia saluran Pro 2 FM, berlangsung cukup alot tapi menarik.
Pementasan theater tentang kondisi hutan di Riau. © WWF-Indonesia/DANI, 2008
Pemateri dari staf Unit Lingkungan Hidup Kepolisian Daerah Riau, Maitertika, SH. MH. menjelaskan undang-undang tahun 1990 mengenai konservasi dan sumberdaya alam. Ia mengatakan pada prinsipnya dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk mengaplikasikan aturan-aturan yang ada pada undang-undang tersebut. Dialog yang berlangsung selama 1 jam ini juga diselingi oleh pertanyaan-pertanyaan dari para peserta.
Setelah dialog sesi pertama, Primitif Band mulai menghibur peserta dengan olahan musik unplug yang memadukan unsur petikan gitar dan tabuhan gendang. Tema-tema alam dan lingkungan begitu kental pada lirik-lirik lagu yang dibawakan band ini.
Dialog sesi ke-2 menampilkan narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Forum Masyarakat Tesso Nilo, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo dan WWF Indonesia. Sesi ini mengetengahkan tema perlindungan kawasan hutan alam untuk mendukung konservasi alam di Provinsi Riau.
Dialog interaktif dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup 2008. © WWF-Indonesia/DANI, 2008
Pada sesi ini narasumber lebih banyak membedah mengenai kondisi kawasan hutan di blok Tesso Nilo dimana rencana perluasan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo sedang dipacu guna menambah ruang hidup bagi satwa liar yang dilindungi. Mewakili masyarakat di 22 Desa yang ada di sekeliling kawasan hutan Tesso Nilo, Ketua Forum Masyarakat Tesso Nilo menyatakan bahwa illegal logging bukan satu-satunya ancaman terhadap kawasan hutan di Tesso Nilo, namun yang lebih berbahaya adalah pembukaan lahan dan penguasaan lahan. Sementara itu, Nukman Kepala Tata Usaha, Balai Taman Nasional Tesso Nilo menyampaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi pihak balai taman nasional tersebut di lapangan seperti tumpang tindih lahan. Kepala Sub Dinas Perlindungan-Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Muchtar Amin mengajak semua kalangan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelanggaran aturan kehutanan yang terjadi di seluruh kawasan hutan alam di Riau.
Setelah dialog sesi ke-2 berakhir, Ketua Panitia, Fajril Mubarok atas nama pecinta alam se Pekanbaru menyampaikan petisi dihadapan ratusan undangan. Petisi tersebut meminta pihak terkait untuk lebih serius melakukan perlindungan hutan-hutan yang tersisa di Riau antara lain melaksanakan penegakan hukum terhadap pembalakan liar dan perambahan hutan.
Membagikan bibit tanaman hutan dan buah kepada masyarakat. © WWF-Indonesia/DANI, 2008
Kegiatan kemudian diisi oleh Sanggar Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) yang menampilkan drama teatrikal dengan bumbu komedi yang sangat menghibur para peserta. Kemudian yang ditunggu-tunggu oleh peserta akhirnya muncul yaitu lantunan lagu dari grup musik ternama di Riau, yaitu Sagu Band. Grup ini mendendangkan lagu-lagu bertema lingkungan yang kental serta petikan gitar yang berpadu secara apik. Lalu di tampilkan juga musik tradisional dengan instrument sederhana dilantunkan secara genial oleh beberapa mahasiswa Akademi Kesenian Melayu Riau yang unik dan khas.
Puncak dari kegiatan hari Lingkungan Hidup tahun 2008 ini adalah pembagian bibit pohon hutan dan buah sebanyak 500 bibit kepada masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Tidak lupa pada bibit tersebut juga diselipkan himbauan untuk menanam pohon guna mencegah bencana alam yang diakibatkan oleh pengrusakan hutan dan lingkungan.