PILOT EFISIENSI ENERGI DI JAMBI: PELATIHAN DAN WALKTHROUGH AUDIT RUMAH SAKIT
Pada tanggal 9-13 Februari 2026 lalu, WWF-Indonesia bersama Bapperida Kota Jambi menyelenggarakan pelatihan dan praktik walkthrough audit untuk seluruh rumah sakit di Kota Jambi sebagai bagian dari program pilot efisiensi energi di Kota Jambi. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan seluruh rumah sakit di Kota Jambi, serta sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil (CSO) dan Organisasi Perangkat Daerah Kota Jambi.Sektor kesehatan merupakan salah satu sektor dengan konsumsi energi yang signifikan. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mendorong implementasi efisiensi energi di sektor kesehatan secara lebih sistematis di tingkat kota. Maka, setiap perwakilan rumah sakit diharapkan dapat memahami langkah konkret yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi energi tanpa mengurangi kualitas layanan rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik.
Dari teori hingga praktik langsung
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi yang diberikan oleh Totok Sulistyanto selaku Green Building Expert yang membahas isu transisi energi dan urgensinya bagi sektor kesehatan. Selanjutnya, peserta dibekali pemahaman mengenai dampak efisiensi energi, baik dari sisi lingkungan, operasional, maupun keberlanjutan layanan, serta berbagai strategi kemampuan praktis dalam melaksanakan audit energi sederhana dan meningkatkan kapabilitas mereka dalam menjalankan Measurement, Reporting, and Verification (MRV) untuk memformulasikan rekomendasi teknis yang dapat diterapkan di lingkungan rumah sakit.
Tidak hanya pada tataran teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba menggunakan alat-alat pengukuran energi guna memahami besaran konsumsi energi secara nyata. Selain itu, peserta turut melakukan praktik audit energi langsung di RSUD Abdul Manap sebagai studi kasus penerapan efisiensi energi di fasilitas kesehatan untuk mengambil data primer dan melakukan penilaian atas peluang efisiensi energi.
Sebagai penutup, peserta menerima pembekalan mengenai strategi kampanye dan edukasi kepada para pemangku kepentingan terkait. Hal ini bertujuan untuk mendorong penerapan efisiensi energi di rumah sakit agar dapat berjalan secara konsisten dan lebih luas, sekaligus memperkuat peran sektor kesehatan dalam mendukung agenda transisi energi yang berkeadilan. Setelah mengikuti berbagai rangkaian training, peserta merasa relevansi materi cukup kuat dan penyampaian yang sederhana membantu peserta untuk lebih mudah memahami tentang efisiensi energi dan keterkaitannya dengan isu yang mereka hadapi di dunia nyata. Hasil dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan kapasitas, tetapi juga menjadi dasar bagi implementasi nyata efisiensi energi di masing-masing rumah sakit.
Peran Organisasi Masyarakat Sipil
Selain partisipasi aktif peserta dari sektor kesehatan, organisasi masyarakat sipil (CSO) juga memainkan peran yang tidak kalah penting dalam kegiatan ini. CSO berperan sebagai penghubung antara hasil teknis di lapangan dengan dorongan kebijakan di tingkat daerah. Sehingga, keterlibatan CSO diharapkan tidak hanya bersifat partisipatif, tetapi juga strategis. Melalui rangkaian sesi yang diikuti, CSO memperoleh penguatan kapasitas yang dapat mereka gunakan untuk mengembangkan strategi advokasi kebijakan terkait efisiensi energi di tingkat daerah, sekaligus mengawal implementasi upaya efisiensi energi di sektor kesehatan agar berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Pelibatan CSO merupakan salah satu pendekatan utama dalam proyek Enabling Civil Society yang didanai oleh Uni Eropa. Dalam kerangka ini, CSO lokal dipandang memiliki potensi besar karena kedekatan mereka dengan konteks daerah serta pemahaman terhadap dinamika sosial dan kebijakan setempat. Pengetahuan lokal dan pengalaman lapangan yang mereka miliki menjadi modal penting dalam mendorong agenda transisi energi agar lebih inklusif, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan daerah.