KUNJUNGAN PANGERAN CHARLES KE HEART OF BORNEO
Heart of Borneo menerima kunjungan istimewa dari Pangeran Charles pada tanggal 31 Oktober 2008. Kunjungan Pangeran Charles ke Cagar Alam Badas di Kabupaten Belait, Brunei Darussalam ini ditandainya dengan menanam bibit pohon Tulong (Agathis borneensis) yang ke-1000. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari Million Trees Project yang merupakan kerja sama antara International School Brunei dan Departemen Kehutanan Brunei Darussalam.
Pangeran Charles menanam pohon Tulong yang ke-1000 di Heart of Borneo. © Mahmud Tengah / Brunei's Information Department
Agenda utama Pangeran Charles ini adalah kunjungan bilateral kedua negara namun beliau memberikan perhatian pada upaya perlindungan hutan hujan tropis Borneo dalam rangka memerangi perubahan iklim. Kedatangan Pangeran dari Kerajaan Inggris ini menunjukkan dukungan yang kuat bagi Program Heart of Borneo dan kepada pemerintah Brunei yang telah berkomitmen luar biasa untuk memasukkan 60% dari total luas negaranya menjadi bagian dari kerangka upaya perlindungan Heart of Borneo.
Pangeran Charles bersalaman dengan Dato’ Dr Mikaail Kavanagh, WWF’s Special Advisor to the Heart of Borneo Programme. © Mahmud Tengah / Brunei's Information Department
Badas termasuk dalam kawasan Heart of Borneo. Sebagai sebuah ekosistem lahan gambut, Badas memainkan peran yang sangat penting dalam menyediakan jasa lingkungan bagi masyarakat di . “Jika rawa gambut Badas menghentikan suplai airnya kepada Brunei Liquid Natural Gas, maka perusahaan ini akan terhenti operasinya segera dalam waktu 24 jam,” demikian menurut Dato Hamdillah Wahab, Ketua Dewan Heart of Borneo Brunei dan Deputi Menteri Industri dan Sumber-sumber Alam Primer.
WWF menyambut kunjungan ini sebagai pengakuan internasional terhadap Heart of Borneo dan pemerintah Brunei yang telah berkomitmen untuk melindungi bagian penting dari Borneo sebagai penjaga iklim dunia. “Karena perubahan iklim merupakan persoalan besar dan mendunia, pengelolaan lahan gambut oleh sangat relevan untuk didukung oleh komunitas internasional,” kata Adam Tomasek, Leader Heart of Borneo Network Initiative.
Penyambutan secara adat kedatangan Pangeran Charles di Badas. © Mahmud Tengah / Brunei's Information Department