JUARA KONTES DESAIN POSTER RHINOCARE 2008
Menjaring perhatian dan partisipasi publik melalui kreatifitas desain poster untuk Badak Indonesia
Siaran Pers - Untuk disiarkan segera pada 7 Januari 2009
Jakarta – Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2008 yang jatuh setiap tangggal 5 November menjadi momentum yang tepat untuk menggali pengetahuan, pemahaman dan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap situasi dan kondisi satwa langka Indonesia. Dalam rangka menyambut HCPSN 2008, WWF-Indonesia melalui inisiatif program RhinoCare menyelenggarakan “Kontes Desain Poster RhinoCare 2008” bekerjasama dengan Yayasan Badak Indonesia (YABI) dan didukung oleh Departemen Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, TN.Ujung Kulon, TN. Way Kambas dan National Geographic Indonesia.
Adhi Rachmat Hariyadi, Project Leader program konservasi badak WWF-Ujung Kulon, mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring perhatian dan partisipasi publik melalui kreatifitas desain poster sebagai media kampanye konservasi Badak Indonesia. Dengan desain hasil karya dari masyarakat luas diharapkan pesan konservasi ini akan lebih mudah diserap oleh masyarakat dan dapat memberikan dampak dan dukungan terhadap program konservasi Badak Indonesia.”
Penjurian dilaksanakan dalam dua tahap yaitu seleksi oleh tim panitia dari WWF-Indonesia dan Yayasan Badak Indonesia (YABI) pada 30 Oktober 2008 dan berhasil menyaring sekitar 33 karya. Dilanjutkan penjurian karya poster terbaik oleh tim juri dari PHKA, Departemen Kehutanan, TN. Ujung Kulon, TN. Bukit Barisan Selatan, Dosen Komunikasi visual Universitas Negeri Jakarta, National Geographic Indonesia (NGI), YABI dan WWF-Indonesia.
Juri berhasil menyeleksi 10 karya desain terbaik dan memilih 5 karya pemenang. Pemenang sepuluh karya terbaik meraih kesempatan berkunjung ke rumah Badak di TN. Ujung Kulon dan/atau TN. Way Kambas serta hadiah menarik lainnya.
Dengan bangga kami persembahkan Juara Kontes Desain Poster RhinoCare 2008:
Juara pertama, atas nama NG Willy Harison (Bandung)
Juara kedua, atas nama Ronald Gumulya (Jakarta)
Juara ketiga, atas nama Daud Budi Nugraha (Bandung)
Juara harapan, atas nama Yolly Rizky Afrianto (Jakarta)
Juara favorit, atas nama Arya Dhamma Nirvana (Depok)
5 Kontestan nominasi, atas nama; G. Marsheila (Bogor), Alfian Candra A (Surabaya), Rangga Diyarto (Depok), Ahmad Afiandi dkk (Yogyakarta), dan Koen Setyawan (Bogor)
Penghargaan khusus akan diberikan kepada peserta termuda yakni; Jessica Christina (12 Tahun) dan peserta paling senior, H. Sambas (70 tahun) sehingga total pemenang menjadi 12 orang.
Menurut Widodo Ramono, Direktur Eksekutif YABI, “Sampai saat ini keberadaan populasi Badak Indonesia di habitat aslinya terancam punah, diantaranya karena kondisi habitat yang semakin meyempit dan perburuan secara liar untuk diambil culanya. Melihat kondisi ini, saya sangat menghargai dan menyambut baik atas upaya WWF-Indonesia dalam penyelenggaraan kegiatan ini dan bersama-sama dengan YABI mengharapkan kegiatan kontes ini akan menjadi trigger dalam meningkatkan rasa kepedulian akan pentingnya keberadaan satwa liar dan kelestarian alam.”
Kontes poster yang berlangsung sejak tanggal 6 – 28 Oktober 2008 lalu disambut baik oleh masyarakat dari berbagai kalangan yang memberikan perhatiannya terhadap kondisi satwa purba yang unik yaitu Badak Jawa dan Badak Sumatera. Kegiatan yang bertema ‘Bergabung bersama kami untuk melestarikan Badak Indonesia’ ini diikuti oleh 37 peserta dengan total karya sebanyak 58 karya dari Jabodetabek, Bandung, Tegal, Purbalingga, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya dan Medan.
Informasi lebih lanjut silakan hubungi :
Adji Santoso, Rhino Fundraising Coordinator, WWF-Indonesia Program Rhinocare
E: Asantoso@wwf.or.id; +62 811 941 274
Maya Bellina, Rhino Fundraising Analyst, WWF-Indonesia Program Rhinocare
E: mbellina@wwf.or.id; +62 0817 699 5566
Marcellus Adi, Development Manager, Yayasan Badak Indonesia (YABI)
E: marcel@badak.or.id; +62 811 726744
Catatan untuk redaksi :
RhinoCare merupakan program pionir adopsi yang diinisiasi oleh WWF-Indonesia untuk mengajak masyarakat luas, baik individu maupun kelompok, untuk memberikan perhatian dan kasih sayangnya dalam bentuk adopsi Badak Jawa secara simbolis. Program ini diluncurkan sejak akhir tahun 2007 lalu dan mengangkat tujuh individu badak Jawa yang pemalu dan misterius untuk diadopsi: Menul, Jampang, Dablo, Euis, Macho, Lulu dan Rara.
Tanggal 5 November melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 4 tahun 1993 (Presiden Soeharto) ditetapkan sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HSPSN). Peringatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mencintai dan menjaga kekayaan flora dan fauna Indonesia yang amat beragam. Sejumlah Puspa dan satwa ditetapkan menjadi Identitas Bangsa Indonesia. Diantaranya adalah bunga melati (Puspa Bangsa), anggrek bulan (Puspa Pesona), Padma raksasa (Puspa Langka), komodo (Satwa Nasional), Ikan Siluk Merah (Satwa Pesona) dan Elang Jawa (Satwa Langka).
WWF adalah organisasi konservasi global yang mandiri dan didirikan pada tahun 1961 di Swiss, dengan hampir 5 juta supporter dan memiliki jaringan yang aktif di lebih dari 100 negara dan di Indonesia bergiat di lebih dari 25 wilayah kerja lapangan dan 17 provinsi. Misi WWF-Indonesia adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak ekologis aktivitas manusia melalui: Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; Memfasilitasi upaya multi-pihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis pada skala ekoregion; Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakan hukum yang mendukung konservasi, dan; Menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia, melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan.
Yayasan Badak Indonesia (YABI) adalah organisasi konservasi yang mengkhususkan kegiatannya pada pelestarian jenis-jenis badak yang ada di Indonesia, yaitu badak Sumatra dan badak jawa. Kedua badak tersebut merupakan dua dari lima jenis badak yang tersisa di dunia yang situasinya paling terancam punah (critically endangered) dan masuk daftar Appendix 1 menurut Red Data Book IUCN. YABI yang didirikan pada tahun 2006, merupakan penggabungan dari tiga organisasi konservasi badak Indonesia, yaitu Yayasan Mitra Rhino (berdiri sejak 1990), Program Konservasi Badak Indonesia (program kolaborasi sejak tahun 1995 antara Direktorat Jenderal PHKA Departemen Kehutanan, YMR, Asian Rhino Specialist Group IUCN, International Rhino Foundation) yang melaksanakan kegiatan perlindungan populasi liar badak Sumatra dan badak Jawa di taman-taman nasional di Sumatera dan Jawa dengan pembentukan Rhino Protection Unit (RPU), dan Yayasan Suaka Rhino Sumatera (YSRS) yang berdiri sejak tahun 1997 untuk mengelola kegiatan penelitian ekologi dan kesehatan, kegiatan pemeliharaan dan reproduksi badak Sumatra dengan sistim semi in-situ di Taman Nasional Way Kambas.
Juara Kontes Desain Poster RhinoCare 2008
Juara Pertama
NG Willy Harison
(Bandung)
Juara Kedua
Ronald Gumulya
(Jakarta)
Juara Ketiga
Daud Budi Nugraha
(Bandung)
Juara Harapan
Yolly Rizky Afrianto
(Jakarta)
Juara Favorit
Arya Dhamma Nirvana
(Depok)
5 Kontestan Nominasi Desain Poster RhinoCare 2008
Nominasi Pertama
G. Marsheila (Bogor)
Nominasi Kedua
Alfian Candra A (Surabaya)
Nominasi Ketiga
Rangga Diyarto (Depok)
Nominasi Keempat
Ahmad Afiandi dkk (Yogyakarta)
Nominasi Kelima
Koen Setyawan (Bogor)
2 Kontestan Dengan Penghargaan Khusus Desain Poster RhinoCare 2008
Peserta Termuda
Jessica Christina - Jakarta
(12 Tahun)
Peserta Tertua
H. Sambas - Bekasi
(70 tahun)