GARUDA INDONESIA – DEPHUT - WWF-INDONESIA TANAM 100.000 POHON DI TN SEBANGAU
Siaran Pers, Diembargo untuk 15 April 2008, Pukul 13.30 WIB
Palangkaraya - Dalam rangka merehabilitasi kawasan hutan gambut yang bernilai ekologis tinggi di Taman Nasional Sebangau, dilaksanakan peresmian penanaman yang sekaligus menandai babak baru program kerjasama Departemen Kehutanan, WWF-Indonesia dan Garuda Indonesia pada Selasa, 15 April 2008.
Sejumlah tokoh hadir dan melakukan penanaman yang dilakukan di hulu Sungai Sebangau Kalimantan Tengah tersebut, di antaranya anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Prof. Dr. Emil Salim, President dan CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Direktur Eksekutif dan CEO WWF-Indonesia Dr. Mubariq Ahmad, dan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang. Selain itu, beberapa pejabat di jajaran Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Departemen Kehutanan dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata juga hadir mendukung penanaman tersebut.
Dengan inisiatif ini, hingga 100 ribu pohon pada kawasan seluas 250 hektar akan ditanam melalui dana yang disisihkan Garuda Indonesia dari hasil penjualan tiket setiap penumpang rute penerbangan dari Australia dan Jepang. Hal ini merupakan implementasi tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman antara Garuda Indonesia dan WWF-Indonesia pada November 2007. Peresmian penanaman ini juga sebagai dukungan terhadap Gerakan Indonesia Menanam yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun lalu.
President dan CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar menyatakan rasa puasnya dengan upaya penanaman itu, “Penanaman rehabilitasi ini merupakan bukti penting kepedulian Garuda Indonesia terhadap kegiatan konservasi dan upaya menciptakan kegiatan operasi penerbangan “clear sky” demi generasi mendatang.” Ditambahkannya, program reforestasi ini adalah salah satu dari sejumlah program yang telah disiapkan Garuda Indonesia untuk menuju maskapai yang semakin peduli lingkungan, termasuk reduksi emisi operasionalnya secara bertahap.
Menurut Direktur Eksekutif dan CEO WWF-Indonesia Mubariq Ahmad, sejumlah komponen masyarakat lainnya perlu segera terlibat aktif untuk bersama-sama membuat perubahan lingkungan ke arah yang lebih baik, “Upaya bersama untuk memulihkan kondisi ekologis ini harus terus digemakan dan disebarluaskan. Kita semua paham bahwa aktivitas manusia telah mengakibatkan degradasi lingkungan dari tahun ke tahun. Jika semakin banyak yang peduli dan mau memperbaikinya, maka pelestarian alam bagi generasi mendatang akan menjadi kenyataan.”
Kepala Balai TN Sebangau, Drasospolino, menyatakan pihaknya menyambut baik partisipasi masyarakat melestarikan habitat orangutan terbesar di dunia tersebut. Orangutan di TN Sebangau merupakan populasi orangutan paling stabil di dunia, sekaligus kawasan penting dalam stabilisasi iklim global. Sekitar 10,21% dari total 568.700 hektar luasan TN Sebangau, atau kurang lebih 58.000 hektar merupakan degraded land dan perlu diperbaiki. Melestarikan orangutan di TN Sebangau, termasuk merestorasi habitatnya berarti melindungi hutan rawa gambut, sehingga mendukung pengurangan emisi karbon. Inisiatif ini adalah dukungan penting bagi salah satu dari lima program kebijakan Dephut yaitu rehabilitasi dan konservasi. Di samping itu, ini adalah program yang sejalan dengan pola kolaborasi pengelolaan kawasan konservasi yang dikembangkan oleh pemerintah.”
Informasi lebih lanjut:
Pujobroto, VP. Corporate Communications PT. Garuda Indonesia, Tel : 021 2312612 atau 0811 158016
Elshinta Suyoso-Marsden, Head of Communications and Outreach WWF-Indonesia, HP. +62 816 1806 321 atau +62 811 969 0471, e-mail: ESMarsden@wwf.or.id
Israr Ardiansyah, Forest Communication WWF-Indonesia, HP +62811266973. e-mail: iardiansyah@wwf.or.id
Catatan untuk Redaksi:
Tentang Taman Nasional Sebangau: Taman Nasional (TN) Sebangau seluas 568.700 hektar adalah habitat populasi orangutan terbesar di dunia dan ditunjuk sebagai kawasan konservasi oleh pemerintah Indonesia pada bulan Oktober 2004. TN Sebangau terletak di bagian selatan Kalimantan Tengah di antara Sungai Sebangau dan Sungai Katingan, dan merupakan hutan rawa gambut Kalimantan. Hutan rawa gambut Sebangau adalah tempat hidup sekitar 106 jenis burung, 35 jenis mamalia dan beberapa subtipe hutan seperti hutan di aliran sungai (riparian), hutan rawa campuran, hutan transisi, hutan tegakan tinggi dan hutan campuran dari granit dan hutan tegakan rendah.
Tentang Garuda Indonesia: PT Garuda Indonesia, yang berdiri sejak 1949, merupakan perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia milik Negara (BUMN) yang mengoperasikan 48 pesawat, menyinggahi 30 kota domestik dan 24 kota internasional. PT Garuda Indonesia memiliki Strategic Business Unit (SBU) yang bergerak dalam bidang pendidikan & pelatihan (Garuda Indonesia Training Center/GITC , pusat pelayanan kesehatan (Garuda Medical Center), dan pelayanan bisnis kargo (Garuda Indonesia Cargo). Sejumlah anak perusahaan yang tergabung dalam Garuda Indonesia Group adalah PT Aerowisata (travel, hotel, transportasi darat, catering pesawat), PT Abacus Distribution System (computer reservation system), PT Gapura Angkasa (ground handling) dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (fasilitas perawatan pesawat). Garuda Indonesia juga memiliki “second brand” – Citilink yang melayani penerbangan “point to point” sektor domestik.
WWF merupakan salah satu dari organisasi konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia, dengan hampir 5 juta supporter dan memiliki jejaring global yang aktif di lebih dari 100 negara dan di Indonesia bergiat di lebih dari 24 wilayah kerja lapangan dan di 16 propinsi. Misi WWF-Indonesia adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak aktifitas manusia melalui: Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; Memfasilitasi upaya multi-pihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis pada skala ekoregion; Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakkan hukum yang mendukung konservasi, dan; Menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia, melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Selebihnya tentang kami, silakan kunjungi website utama kita di http://www.panda.org/; situs lokal di http://www.wwf.or.id/ dan situs keanggotaan WWF-Indonesia di http://www.supporterwwf.org/.
Download Press Release pdf