Kembali

© Administrator

Administrator



WWF Warrior: 9 Figur Publik Peduli Lingkungan

Posted by Anastasia Joanita on 02 September 2019
Author by WWF-Indonesia/Anastasia Joanita

Apa rasanya menjadi seorang warrior bagi alam?

Bagi Wulan Guritno dan kedua rekannya, Amanda Gratiana dan Janna Soekasah, warrior tidak berarti harus melakukan hal-hal besar, namun semuanya bisa dimulai dari tindakan kecil, dan dimulai dari diri sendiri. Seperti halnya gerakan “Gelang Harapan” yang mereka rintis sejak tahun 2014 ini ikut memberikan harapan nyata bagi konservasi Gajah di Indonesia dengan penggalangan dana melalui karya seni yang mereka hasilkan.

“Sebagai seorang Ibu, saya sangat khawatir jika keadaan seperti ini terus berlanjut. Dunia seperti apa yang akan saya tinggalkan bagi anak-anak saya. Melalui cara seperti ini, saya yakin akan bisa memulai meningkatkan kesadaran masyarakat luas untuk lebih peduli pada kelestarian alam bahwa kita semua dapat berbuat sesuatu untuk bumi yang lebih baik,” ungkap Wulan Guritno.

Wulan merupakan 1 dari 9 WWF Warriors yang terpilih pada masa bakti 2019 - 2020.

Jumat, 30 Agustus 2019 lalu, WWF-Indonesia menyelenggarakan Konferensi Pers bertema “Selamatkan Hutan, Selamatkan Masa Depan” yang berlangsung di XXI Premier Lounge, Plaza Indonesia. Konferensi pers tersebut sekaligus menjadi momen perkenalan 9 figur publik yang menjadi WWF Warrior selama 2 tahun kedepan. WWF Warrior terbagi ke dalam 3 kategori: Arifin Putra dan Tatjana Saphira sebagai Forest Warrior, Chicco Jerikho, Wulan Guritno, Janna Soekasah, dan Amanda Gratiana sebagai Wildlife Warrior; Kelly Tandiono, Putri Marino, dan Pevita Pearce sebagai Ocean Warrior.

WWF Warrior ini merupakan figur publik yang secara sukarela serta benar-benar bergerak karena kepedulian dan kecintaannya terhadap Indonesia. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan dikenal baik oleh publik. WWF Warrior akan mendukung upaya penyadartahuan dan penyebaran pesan konservasi serta inspirasi gaya hidup hijau yang ramah lingkungan melalui kanal yang dikelola masing-masing. Mereka akan menunjukkan komitmennya dalam 2 tahun kedepan untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam mendukung upaya konservasi alam.

Kelly Tandiono menunjukkan kecintaannya pada laut dengan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. “Untuk mencintai laut caranya sangat mudah. Berhenti menggunakan plastik sekali pakai, membawa tumbler dan tempat makan sendiri ketika beraktivitas sehari-hari maupun bepergian ke tempat wisata sehingga akan mengurangi pembuangan sampah ke laut Indonesia. Memang terlihat sederhana dan kecil, tetapi jika dilakukan oleh jutaan orang di Indonesia tentunya akan memberikan dampak perubahan yang lebih baik bagi konservasi ekosistem laut Indonesia”.

Sementara itu Tatjana Saphira dan Arifin Putra yang merupakan Forest Warrior, menyampaikan keprihatinannya terhadap isu kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di Indonesia. Bagi mereka deforestasi adalah ancaman nyata bagi hutan Indonesia yang selalu dikenal sebagai paru-paru dunia. “Saya berharap kepedulian terhadap isu ini semakin meningkat, generasi muda semakin terbuka dan bergerak bersama untuk menghentikan ancaman ini. Semoga kita masyarakat urban yang mungkin tinggal jauh dari hutan juga bisa lebih peduli untuk menjalani hidup yang lebih ramah lingkungan dengan membeli produk-produk yang tidak berasal dari perusakan hutan.”

Kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menjadi perhatian tidak hanya masyarakat Indonesia namun juga publik mancanegara. Asap kebakaran yang terjadi sejak pertengahan tahun di dua wilayah utama bencana yaitu Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan terus mengepung bahkan sampai mencemari udara di negara-negara tetangga Indonesia. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 29 Juli 2019, hutan dan lahan yang terbakar di sejumlah provinsi di Indonesia sudah mencapai 42 ribu hektar. Adapun hasil rekapitulasi KLHK tahun 2014-2019, luas kebakaran hutan dan lahan mencapai angka 135.749 hektar, dihitung berdasarkan analisis citra satelite landsat 8 OLI/TIRS yang dioverlay dengan data sebaran hotspot, juga hasil ground check dan laporan pemadaman api oleh Manggala Agni.

Lukas Adhyakso, Direktur Konservasi WWF-Indonesia menyatakan, “Hutan Indonesia menurut statistik saat ini tinggal 125 juta hektar. Hutan di Indonesia merupakan sumber air dan udara bersih, maka kita harus sadar bahwa hutan memberi kehidupan bagi kita. Selain itu hutan menjadi habitat bagi beberapa satwa kunci Indonesia seperti Harimau, Gajah, Orangutan dan Badak. Jika hutan semakin hilang, satwa liar hilang, maka akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem Indonesia secara keseluruhan yang nanti dampaknya juga akan dirasakan oleh manusia.”

Konferensi pers yang diselenggarakan juga bertujuan sebagai upaya penggalangan dana untuk merespon bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan logistik pemadaman api, rehabilitasi, dan mitigasi bencana karhutla di lima wilayah rawan kebakaran yaitu Taman Nasional Tesso Nilo, Riau; Londerang, Giam Siak Kecil, Area Konsesi PT Alam Bukit Tigapuluh, Jambi; dan Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. WWF-Indonesia akan bekerja sama dengan pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam pemanfaatan hasil penggalangan dana yang terkumpul nanti. 

“Maka itu bersama dengan WWF Warrior, WWF-Indonesia mengajak masyarakat untuk bergerak bersama menghentikan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia serta terus menggalakkan partisipasi dalam konservasi alam untuk kehidupan bumi pertiwi yang lebih berkelanjutan,” tandas Lukas kembali.

Untuk mendukung aktivitas pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, dapat memberikan donasi melalui tautan https://kitabisa.com/campaign/soshutan

Selamatkan hutan, selamatkan masa depan Indonesia!



Cerita Terkini

Menjaga Habitat Gajah melalui Forum Sahabat Gajah

Menghadapi sekawanan gajah yang berbondong-bondong mendatangi kebun bukan lagi hal baru bagi masyarakat Pemerihan....

Rehabilitasi Mangrove dan Penguatan Jejaring Komunitas

Pada Februari 2020, Program Akuakultur WWF-Indonesia melakukan rangkaian kegiatan rehabilitasi mangrove di pesisir...

Relawan HSBC dan Warga Medan Belajar Menjaga Air di Acara Water Walk

Hari Bumi merupakan momentum untuk kita agar lebih peduli lingkungan. Salah satu cara memperlihatkan rasa cinta pa...

Get the latest conservation news with email