Kembali

© WWF-Indonesia

Kegiatan edukasi dan kampanye konservasi Gajah Kalimantan pada salah satu sekolah di Malinau



WWF-Indonesia Kampanyekan Konservasi Gajah Kalimantan di Malinau

Posted on 12 August 2019
Author by WWF-Indonesia

Salah satu penyebab terjadinya masalah lingkungan adalah faktor ketidaktahuan masyarakat mengenai kekayaan alam yang dimiliki sehingga kesadaran mereka untuk menjaga, melestarikan, dan mendayagunakan lingkungan secara tepat menjadi sangat rendah. Padahal masalah lingkungan ini dapat berdampak cepat namun berproses dalam jangka waktu cukup lama. 

Untuk itulah WWF-Indonesia Program Kayan Landscape yang bekerja di Kalimantan Utara dengan dukungan Toyota Motor Corporation terus berperan aktif dalam melakukan penyadartahuan kepada masyarakat, khususnya para pelajar, dalam berbagai upaya pelestarian lingkungan dan aset alam yang ada di Kalimantan.

Pada 26-29 Maret 2019 lalu WWF-Indonesia menginisiasi kampanye pelestarian Gajah Kalimantan di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Sebanyak 5 sekolah dilibatkan dalam kegiatan ini, yaitu SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, SMA Negeri 4, SMA Negeri 8, dan SMK Negeri 1, dengan total peserta tidak kurang dari 250 pelajar. Kegiatan kampanye konservasi Gajah Kalimantan ini diisi beragam materi tentang keberadaan populasi dan habitat Gajah Kalimantan serta upaya pelestariannya, dan pencegahan perburuan satwa liar ilegal. Seluruh materi disampaikan secara menarik dalam kemasan presentasi, pemutaran film, kegiatan diskusi, dan pembagian doorprize. Para peserta tampak antusias menyimak penjelasan tentang Gajah Kalimantan dan banyak memberikan pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul berkisar tentang kekaguman peserta mengenai profil Gajah Kalimantan yang sangat unik dan berbeda dengan gajah pada umumnya, dan cara serta upaya yang dapat mereka lakukan untuk dapat ikut aktif melestarikan Gajah Kalimantan.

Gajah Kalimantan memang unik. Satwa yang dijuluki Gajah Kerdil Kalimantan (Borneo Pygmy Elephant) ini memiliki ukuran paling kecil di dunia; tinggi badannya 2,5 meter saja. Gajah di Kalimantan hanya ditemukan di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara, dengan populasi 30-80 individu. 

Hal-hal sederhana yang dapat dilakukan dalam upaya pelestarian Gajah Kalimantan di antaranya dengan mempelajari dan memahami kehidupan satwa ini, kemudian tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang merusak lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan, boros dalam konsumsi kertas, air bersih, dan listrik, serta membalak hutan. Hal lain yang tak kalah penting adalah tidak terlibat dalam kegiatan perburuan dan perdagangan satwa liar, khususnya Gajah Kalimantan.

Dengan jumlah populasi yang kian menyusut maka diperlukan kepedulian dan tindakan nyata semua pihak untuk menjaga dan melestarikan Gajah Kalimantan. Kampanye yang dilakukan WWF-Indonesia ke sekolah-sekolah di Kalimantan Utara diharapkan melahirkan kesadaran dan kepedulian untuk melestarikan satwa payung milik Kalimantan ini.

_______________________________________________________________________________________________________________________________

WWF-Indonesia Initiated A Campaign for Borneo Elephant Conservation in Malinau

One of the causes of environmental problems is the ignorance of the community to their natural resources it lower down their awareness to maintain, preserve and utilize the environment appropriately. Even though this environmental problem can have a swift impact yet it proceeds for a long time.

For this reason, WWF-Indonesia Kayan Landscape program in North Kalimantan with support from Toyota Motor Corporation continues to play an active role in raising awareness of the community, especially students, in conserving various environmental and natural assets in Kalimantan.

On March 26-29, 2019, WWF-Indonesia initiated a campaign for Borneo Elephant preservation in Malinau District, North Kalimantan. A total of 5 schools were involved in this activity: SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, SMA Negeri 4, SMA Negeri 8, dan SMK Negeri 1, with a total participants of 250 students. This campaign for Borneo Elephant conservation activity was carried out with materials varied from the information of Borneo Elephant's population and habitat as well as its conservation efforts, and the prevention of illegal wildlife hunting. All material was delivered in interesting forms of presentation, film screening, discussions, and door prize distribution. The participants seemed enthusiastic in listening and absorbing the explanation about Borneo Elephants and asked many questions. They revolved around the admiration of the participants to the profile of the Borneo Elephant which was unique and different from other elephants in general, and the ways and efforts they could do to actively participate in preserving the Borneo Elephants.

Borneo Elephant are truly unique. This animal dubbed as the Borneo Pygmy Elephant has the smallest size in the world; only 2.5 meters tall. Elephants in Kalimantan are only found in Nunukan region, North Kalimantan, with a population of 30-80 individuals.

Simple things that can be done in efforts to preserve Borneo Elephant include learning and understanding the life of these animals, later on by not involved in activities that damage the environment, such as littering, wasteful consumption of paper, clean water, and electricity, and logging. Another important thing is not being involved in hunting and trade-in wildlife, especially Borneo Elephant.

With the population getting shrinking further, the concern and real action to safeguard and preserve Borneo Elephant are urgently needed from all parties. The campaign carried out by WWF-Indonesia to schools in North Kalimantan is expected to generate awareness and concern to preserve this Kalimantan’s umbrella animal.


Cerita Terkini

Perkemahan Pramuka "Turtle Hero" Indonesia-Malaysia

Sebagai bentuk implementasi dari kemitraan yang dibangun oleh World Organization of the Scout Movement dan WWF dal...

Alor Awali Pendataan Sampah Pesisir Melalui Jejaring Citizen Science

Oleh: Ratih Permitha S (Plastic Free Ocean Program Assistant), Alexandra Maheswari Waskita (Marine Tourism Officer...

Nelayan Seraya Marannu, Penangkap Ikan Karang Ramah Lingkungan dari Ma

Oleh: Muhammad G. Salim (Fisheries Program Assistant, WWF-Indonesia)Desa Seraya Marannu di Pulau Seraya Besar, Ke...

Get the latest conservation news with email