Kembali

© WWF-Indonesia

World Café Indoor: Cara Asyik Belajar Tentang Jejak Air



World Café Indoor: Cara Asyik Belajar Tentang Jejak Air

Posted by Administrator on 04 June 2020
Author by Natalia Trita Agnika & Nanda September

Sekelompok karyawan HSBC nampak memadati stan-stan yang terdapat di HSBC Premier Lounge, Gedung WTC 1, Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (16/10) usai jam kerja tersebut diselenggarakan oleh WWF-Indonesia dan PT Bank HSBC Indonesia. Bertajuk “World Café Indoor” yang mengangkat tema “Jejak Air”, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyebarkan informasi tentang air serta mengukur wawasan karyawan HSBC terhadap penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari.

World Café Indoor diselenggarakan sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian kerja sama program konservasi air yang dilakukan di wilayah Koto Panjang, Riau & Sumatera Barat. Di awal acara, para peserta mendapatkan materi Global Sustainability Learning Module yang dibawakan oleh Sani Firmansyah dan Denaya Karenzi dari Panda Mobile WWF-Indonesia. Sani menjelaskan tentang tiga bidang yang dijadikan prioritas untuk di HSBC, yaitu Future Skills, Sustainable Network and Entrepreneurship, dan Sustainable Finance. Sani dan Denaya juga menjelaskan tentang kolaborasi yang dilakukan antara WWF dan HSBC dalam program konservasi air, baik di Rimbang Baling maupun Koto Panjang, serta informasi tentang kondisi air di Bumi.

Setelah presentasi, peserta yang terbagi dalam tujuh kelompok mengunjungi empat stan yang ada dalam acara tersebut, yaitu stan café, supermarket, everyday service, dan mini water lab. Setiap peserta wajib mengunjungi masing-masing stan dan bermain sesuai dengan mekanisme yang sudah ditentukan. Masing-masing stan dijaga oleh fasilitator yang akan memberikan pertanyaan seputar penggunaan air yang terkait dengan tema stan.  Dengan sangat antusias, peserta menebak jumlah kebutuhan air yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seperti membuat kopi, teh, cuci mobil, dan lain-lain. Selain bermain secara interaktif, di stan mini water lab para peserta juga dapat mengetes kualitas air sampel yang mereka bawa dari rumah masing-masing.

Untuk mengisi waktu ketika menunggu giliran mengunjungi stan, peserta menikmati video dengan alat virtual reality. Setelah selesai berpartisipasi pada semua stan, peserta yang memperoleh stempel dapat menukarkan lembar stempelnya dengan sedotan bambu yang disediakan oleh WWF-Indonesia.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Ada tiga peserta yang memberikan testimoni tentang kegiatan yang telah dilakukan.  Oki, salah satu peserta mengatakan bahwa ia sebelumnya tidak pernah tahu kalau untuk membuat sebuah sepatu membutuhkan sekitar 8.000 liter air. Karena itu ia memutuskan tidak akan membeli sepatu hanya untuk mengikuti tren atau mode. “Saya akan lebih bijak dalam membeli sepatu nantinya,” ujarnya.






Cerita Terkini

Komda PIPB dan WWF-Indonesia Memulai Proyek Tata Kelola Lahan Rendah E

Jayapura, 12 Maret 2019 - Pemerintah Provinsi Papua melalui Komisi Daerah Perubahan Iklim dan Pembangunan Ber...

Mendorong Masyarakat Sorong Selatan Menjaga Kekayaan Laut

Dalam rangka memastikan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan ekosistem laut yang lestari, WWF-Indonesi...

Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

Pendidikan  menjadi  salah  satu  komponen  dasar  ataupun  fokus  pada&nb...

Get the latest conservation news with email