Kembali

© Administrator

Administrator



Walabi

Posted on 02 November 2018
Author by

Walabi merupakan kanguru khas Papua dengan nama ilmiah Macropus agilis. Masyarakat Merauke kerap mengenalnya dengan sebutan “Toraj.” Walabi merupakan salah satu spesies mamalia berkantung atau disebut juga mamalia marsupialia. Berbeda dengan kanguru yang besar, binatang ini disaat dewasa rata-rata akan memiliki berat 3-25 kg, tinggi 30-180cm, panjang ekor 55cm serta panjang kaki hanya 21 cm. Meskipun terbilang kecil, walabi dapat melompak setinggi 1,8 meter serta 6 meter jauhnya. Satwa ini hidup di padang rumput dan semak-semak serta mengonsumsi rumput dan pucuk daun muda untuk bertahan hidup.

 

Awalnya, Walabi merupakan hewan Australia, penyebaran bermula pada 14.000 – 17.000 tahun yang lalu pada zaman es disaat permukaan air laut surut. Ketika daratan Papua dan Australia menyatu, terjadi padang rumput yang menjalar dari utara Australia sampai bagian selatan Papua. Padang rumput ini yang dimungkinkan terjadinya persebaran walabi dari Australia ke Papua. Faktor lain yang dimungkinkan ialah kesengajaan oleh seseorang yang melepas walabi yang dibawa dari Australia ke Papua hingga satwa ini berkembang biak.

 

Dalam Daftar Merah IUCN (sebuah lembaga konservasi internasional), status Walabi adalah Mengkhawatirkan (Least Concern/LC), dan jadi semakin mengkhawatirkan karena populasinya terus menurun. Hal ini terjadi karena perburuan dan perdagangan spesies ini yang masih kerap ditemukan untuk dijadikan satwa peliharaan. Jika perburuan dan perdagangannya tidak dihentikan, maka bukan tidak mungkin satwa ini akan punah.


Cerita Terkini

WWF-Indonesia Impact Stories 2018

Sepanjang 2013 hingga 2018, WWF melanjutkan dan memperluas upayanya untuk membangun masa depan di mana manusia hid...

Nelayan Alor Pahami Pentingnya Lepaskan Penyu yang Tak Sengaja Tertang

Oleh: Veronica Louhenapessy (Fisheries Officer, WWF-Indonesia)Kesadaran masyarakat pesisir di wilayah SAP Selat Pa...

Memperkuat Kapasitas Nelayan Purse Seine melalui Pelatihan BMP Alat Ta

Lebih dari 40 persen tangkapan tuna global tahunan ditangkap menggunakan rumpon. Cara ini dianggap efisien untuk p...

Get the latest conservation news with email