Kembali

© Administrator

Administrator



TK SPM Belajar Daur Ulang Plastik Bersama Panda Mobile

Posted on 27 September 2019
Author by Raisha Safira (Volunteer Panda Mobile)

Fenomena sampah plastik kian memprihatinkan. Plastik yang dibuang di darat dan laut bisa sampai membunuh makhluk hidup yang tak berdosa baik secara langsung, maupun tidak langsung. Sampah plastik itu telah “mencekik” penyu, menyumbat saluran cerna anjing laut, dan mengendap di dalam perut paus.

Melihat kejadian buruk yang terus berulang akibat sampah plastik, berbagai komunitas tergerak untuk membuat aksi untuk mengurangi penggunaan plastik. Salah satu wujud nyata kepedulian kaum urban antara lain mengubah gaya hidup dengan beralih dari sedotan plastik ke sedotan stainless

Kebanyakan gerakan cinta alam tersebut populer di kalangan remaja hingga orang dewasa. Padahal, aksi peduli lingkungan juga dapat dilakukan oleh anak-anak usia dini. WWF-Indonesia percaya bahwa siswa-siswi yang duduk di taman kanak-kanak pun bisa dilatih untuk mengurangi sampah plastik. Maka, pada Kamis (20/08) lalu Panda Mobile WWF-Indonesia mengunjungi Taman Kanak-kanak Sekolah Perkumpulan Mandiri (SPM) dengan membawa misi untuk menyampaikan berbagai isu lingkungan, salah satunya tentang sampah plastik. Program edukasi disampaikan dengan pendekatan asyik khas Panda Mobile, yaitu melalui games, nonton film, dan pelatihan hidroponik. 

[Baca juga: Cara Mengundang Panda Mobile]

Sepanjang kegiatan, peserta selalu menunjukkan semangat yang tinggi untuk belajar ilmu baru yang akan disampaikan tim Panda Mobile. Maka tak heran jika siswa-siwi TK SPM dapat langsung mengambil intisari dari setiap materi. Sebagai contoh, setelah selesai menonton film yang berjudul Plastic Planet, mereka bisa menangkap pesan bahwa bumi bersedih karena banyaknya sampah plastik, hingga hewan-hewan laut yang terperangkap sampah plastik dan akhirnya mati. 

Melihat reaksi tersebut, volunteer Panda Mobile kemudian menjelaskan cara yang dapat dilakukan peserta untuk mengurangi penggunaan plastik dan membuat bumi tersenyum kembali, Aksi nyata yang bisa dilakukan untuk membatasi pemakaian plastik antara lain dengan membawa kantong belanja sendiri ketika ke supermarket, membawa botol minum saat bepergian, menggunakan sedotan stainless, dan mendaur ulang botol plastik yang sudah terlanjur digunakan.

Setelah sesi teori, siwa-siswi TK SPM langsung mempraktikkan daur ulang plastik. Tim Panda Mobile menunjukkan langkah-langkah mengubah botol plastik untuk dijadikan media bercocok tanam dengan metode hidroponik. Caranya dengan menggunting botol menjadi dua bagian, diberi media rockwall, sumbu kain, bibit sayur caisim, dan air. Akhirnya botol bekas tersebut menjadi berguna dan tidak berakhir sia-sia sebagai sampah.

Siswa TK SPM takjub melihat tim Panda Mobile bisa mengubah barang tak terpakai menjadi benda yang memiliki kegunaan. Kini, mereka tinggal menunggu untuk melihat tunas pertama tanaman caisim yang akan tumbuh dalam waktu dua pekan mendatang. Setelah sayuran bisa dipanen, hasilnya dapat dinikmati bersama keluarga.

Jika anak TK saja sudah belajar untuk mengurangi sampah plastik, kamu kapan?



Cerita Terkini

Nature X Youth: Ajak Milenials Bersuara untuk Alam

Oleh: Nur ArintaMilenials adalah kelompok yang penting untuk didengar suaranya. Milenials adalah generasi penentu ...

Panda Mobile dan Seafood Savers Memperingati Hari Ikan Nasional di Man

Oleh: Dwi Widya MutiaraPanda Mobile dan Seafood Savers WWF-Indonesia mendatangi sejumlah sekolah di Manado dan Tom...

WWF Advisory to Buyers and Investors of Sinar Mas Group/Asia Pulp & Pa

23 April 2020—Sinar Mas Group’s Asia Pulp & Paper (SMG/APP)  has a legacy of over 30 years of more th...

Get the latest conservation news with email