Kembali

© Administrator

Administrator



Tarakanita Gading Serpong Belajar Keanekaragaman Hayati Bersama Panda Mobile

Posted by Nur Arinta on 07 August 2019
Author by Ariel Hermawan & Hanna Wita Astaranti

Pada 26 Juli 2019, Panda Mobile WWF-Indonesia berkunjung ke SMA Tarakanita Gading Serpong, Tangerang. Sekolah swasta Katolik yang telah berdiri selama puluhan tahun tersebut tengah mengadakan kegiatan tahunan berupa pameran sains dan edukasi. Rangkaian acara diawali dengan pameran sains yang juga merupakan tugas siswa kelas 11. Para siswa menampilkan cerita tentang kehidupan satwa berbagai ukuran yang tinggal di darat, sungai, dan laut dari Sabang hingga Merauke.

[Baca juga: Cara Mengundang Panda Mobile]

Sementara pameran berjalan, fasilitator Panda Mobile melakukan presentasi bertema keanekaragaman hayati Indonesia di dalam kelas. Tim Panda Mobile menjelaskan tentang beberapa satwa endemik yang hanya terdapat di Indonesia, di antaranya Orangutan, Harimau Sumatera, Komodo, Gajah Sumatera dan banyak lagi. Meskipun memiliki kekayaan keanekaragaman hayati, Indonesia juga terkenal sebagai negara yang punya daftar panjang satwa liar terancam punah. Penyebab utama kepunahan satwa liar di Indonesia yaitu hilangnya habitat dan degradasi hutan serta perdagangan ilegal. 

Para siswa menyimak penjelasan fasilitator Panda Mobile dengan seksama. Sebagian besar murid tidak mengetahui bahwa jumlah Harimau di Sumatera tidak lebih dari 400 individu, dan Badak Jawa hanya tersisa hanya 60 individu saja. Menyadari fakta-fakta tersebut, peserta sesi presentasi pun antusias untuk bertanya. “Mengapa sangat sulit untuk bertemu dengan badak di habitat aslinya?” tanya Joe, seorang siswa dari kelas 10. Kak Raisha menjelaskan bahwa badak adalah satwa pemalu. Jadi, jika peneliti ingin bertemu badak, maka harus membuat tubuh berbau seperti alam dengan tidak membersihkan badan selama dua pekan.

Terakhir, staf WWF menjelaskan pentingnya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah–atau barang yang berpotensi jadi sampah. Para siswa belajar bahwa alih-alih menggunakan kertas tisu untuk mengeringkan tangan, mereka dapat bertepuk tangan tiga puluh kali. Cara ini akan membantu mengurangi pemakaian kertas tisu dan menyelamatkan lingkungan. WWF berpesan mengenai perlunya mengambil tindakan untuk menyelamatkan lingkungan dari sekarang demi kelestarian alam berkelanjutan di masa depan.


Cerita Terkini

Earth Hour 2020: Bersolidaritas Manusia dan Bumi di Tengah Pandemi Cov

Untuk memastikan keselamatan publik dan menjaga semangat solidaritas saat krisis kesehatan Covid-19, peringatan Ea...

Hari Badak Sedunia 2019: Selamatkan Badak Sumatera dari Kepunahan

Jakarta, 22 September 2019 -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana (KLHK) pada Jumat, 20 September 2019 berte...

Hasil Daya Dukung Jadi Rekomendasi Pengelolaan TNK dan TNBB

Seperti banyak negara lainnya, Indonesia juga mengalami paradox lingkungan; dimana kawasan perairan diproteksi den...

Get the latest conservation news with email