Kembali

© Yayasan WWF Indonesia

.



Siswa Singapore International School Belajar Keanekaragaman Hayati Bersama Panda Mobile

Posted on 02 December 2020
Author by Volunteer Panda Mobile

Panda Mobile Virtual Class kembali diadakan pada Jumat (20/11) lalu. Kelas virtual bertema “Biodiversity” ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 8 dan 9 Singapore International School, Pantai Indah Kapuk. Acara dimulai pada pukul 10.00, diawali dengan pengenalan Panda Mobile serta sejarah WWF secara singkat. 

Memasuki sesi presentasi, peserta diajak untuk memahami arti keanekaragaman hayati, serta fungsi dan perannya untuk kehidupan di Bumi. Para peserta yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama itu tampak antusias mempelajari arti penting keberagaman bagi berbagai aspek kehidupan. Materi ini disambung dengan penjelasan mengenai satwa payung (umbrella species) yang menjadi fokus konservasi Yayasan WWF Indonesia, yaitu harimau sumatra, gajah sumatra, orangutan kalimantan, orangutan sumatra, badak jawa, hiu paus dan penyu.

Selanjutnya, pemateri mengangkat pembahasan mengenai ancaman yang dihadapi satwa dan habitatnya. Fenomena perubahan iklim, penggundulan hutan, degradasi habitat, overexploitation dan polusi menjadi bahaya besar bagi kehidupan berbagai satwa. Tidak hanya itu, bencana seperti gempa, erupsi, kebakaran hutan atau bahkan limbah yang tercecer dan deforestasi juga berisiko merusak habitat sehingga berdampak langsung bagi kehidupan satwa. 

Mengingat besarnya ancaman yang mengintai satwa dan habitatnya, maka salah satu volunteer, Kak Fitria menjelaskan langkah-langkah sederhana untuk membantu mengatasi permasalahan. Caranya adalah menghemat air dengan mematikan keran ketika menggosok gigi, dan menggunakan air bekas cucian sayuran untuk menyiram tanaman. Selain itu, mengurangi penggunaan kayu dan kertas dengan memanfaatkan dua sisi kertas atau menggunakan kembali kertas dan amplop. Langkah selanjutnya yaitu menghemat energi dengan mematikan lampu di siang hari atau mematikan TV ketika tidak digunakan. Selain itu, dengan membawa tumbler dan tempat makan sendiri, serta daur ulang botol plastik merupakan sebuah aksi yang simple namun berdampak positif pada lingkungan.

Selepas presentasi, Kak Bella melanjutkan acara dengan Virtual Tour ke Rimbang Baling. “Perjalanan” dimulai dari gerbang Desa Tanjung Belit yang disambut oleh Tiger Patrol Unit Yayasan WWF Indonesia Central Sumatra. Selama tur, peserta disuguhkan dengan keindahan pemandangan Sungai Subayang, diiringi dengan fakta-fakta menarik terkait kearifan lokal Lubuk Larangan. Usai menjelajahi Desa Tanjung Belit dan habitat harimau sumatra, penjelajahan berakhir di air terjun Batu Dinding.

Setelah virtual tour selesai, acara dilanjutkan ke segmen tanya jawab yang dipandu Koordinator Panda Mobile Yayasan WWF Indonesia, Kak Sani dan Kak Hana. Para siswa dan guru Singapore International School Pantai Indah Kapuk menunjukkan antusiasmenya.  Mereka ingin tahu lebih dalam dan menggali penjelasan dari Tim Panda Mobile Yayasan WWF Indonesia. Di dalam sesi tanya jawab, Tim Panda Mobile Yayasan WWF Indonesia menyisipkan pesan pada peserta agar berpartisipasi dalam melindungi harimau sumatra dan lima satwa payung lainnya.

Seluruh rangkaian kegiatan terasa sangat menyenangkan. Saking asyiknya, tak terasa sudah satu jam tim Panda Mobile Yayasan WWF Indonesia menemani siswa Singapore International School Pantai Indah Kapuk. Kelas virtual kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih dari kedua belah pihak. Tim Panda Mobile berharap ilmu yang diberikan dapat bermanfaat dan meningkatkan kepedulian teman-teman Singapore International School Pantai Indah Kapuk terhadap satwa payung.


Cerita Terkini

Pendidikan Lingkungan dan Pengembangan Mata Pencaharian Berkelanjutan

Sumatera merupakan salah satu pulau yang memiliki keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia ini, namun telah ke...

Indonesia Menempati Lima Peringkat Teratas di WWQ Internasional 2019

Jakarta, 28 November 2019 – Sekolah Alam Indonesia (SAI) tingkat menengah pertama yang diwakili oleh Naima Bibia...

Panthera tigris sondaica, Si Harimau Indonesia

Oleh: Nur Arinta Dunia selama ini mengenal ada sembilan subspesies harimau, yakni Harimau Indochina (Pan...

Get the latest conservation news with email