Kembali

© USAID SEA/Satriani

Arjun Wama, Penjaga Laut dari Desa Sawai.



Semangat Baru Arjun Wama Sebagai Penjaga Laut

Posted by Nur Arinta on 02 June 2020
Author by Syarah Meylita Istiqamah

Arjun Wama atau yang lebih akrab disapa sebagai Juna adalah seorang nelayan asal Desa Sawai, Kabupaten Maluku Tengah yang juga merupakan anggota dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Toha Putih. Semangat Juna dalam menyuarakan konservasi semakin tinggi setelah mengikuti kegiatan Pelatihan Local Champion yang diselenggarakan di Ambon pada tanggal 27 - 30 Januari 2020 lalu. Pelatihan Pejuang Laut merupakan inisiasi dari Proyek USAID SEA dalam memberikan tambahan pemahaman dan kapasitas kepada para perwakilan masyarakat yang tinggal di dalam kawasan konservasi. Sebagai Pejuang Laut, Juna memiliki misi untuk menjadi penyampai pesan dan penggerak masyarakat khususnya di kegiatan yang berhubungan dengan konservasi laut. 

Bersama dengan anggota Pokmaswas Toha Putih yang lain, Juna bertekad untuk mengajak masyarakat Desa Sawai menjaga area tempat tinggal mereka dari aktivitas perikanan merusak yang masih terjadi hingga saat ini, seperti penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan potassium (sianida). “Beta sekarang mangarti kanapa dong mau jaga katong pung lautan, beta jua skarang mau jaga akang lay, ayo katong  sering-sering bikin patroli, ayo katong tempel poster dan spanduk yang WWF su kasi supaya masyarakat yang lain juga sadar tentang pentingnya menjaga katong pung laut. Karena ini bukan cuman par satu orang sa tapi ini katong jaga akang par samua, jadi paleng bagus kalau katong jua ajak semua masyarakat par katong sama-sama jaga akang (Saya sekarang mengerti kenapa mereka (pemerintah) mau menjaga laut milik kita, saya juga sekarang mau ikut serta menjaga laut, ayo kita sering-sering lakukan patroli, ayo kita ikut serta sebar luaskan  poster-poster yang telah diberikan WWF agar warga di Sawai dan masyarakat lainnya juga sadar tentang pentingnnya menjaga laut milik kita. Karena hal baik ini bukan cuman buat satu orang tetapi untuk keberlanjutan kita semua, jadi akan lebih baik jika kita juga mengajak semua masyarakat untuk sama-sama menjaga laut)," ujar bapak 7 anak ini kepada para peserta Pelatihan Pejuang Laut yang turut hadir dari berbagai wilayah Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. 

Apa yang telah didapatkan Juna dari pelatihan kemudian disampaikan kepada rekan-rekan Pokmaswas Toha Putih lainnya. Mutiin Gay selaku ketua Pokmaswas mengapresiasi apa yang telah Juna bagikan dan mengajak anggota Pokmaswas lain untuk meniru semangat dari Juna dan mengimplementasikan apa yang didapat dalam program – program Pokmaswas Toha Putih kedepan.

Dalam upaya meningkatkan penyadartahuan kepada masyarakat, Pokmaswas Toha telah memasangan spanduk dan poster di lokasi strategis di Desa Sawai. Spanduk dan poster berisikan informasi mengenai jenis-jenis hewan dan mamalia laut yang dilindungi. Pokmaswas Toha Putih juga memiliki beberapa program yang akan dilaksanakan ke depannya seperti; mengajak berbagai elemen masyarakat di Desa Sawai untuk melakukan aksi bersih pantai untuk memberi kesan baik dan menarik para wisatawan. Juna bersama dengan Pokmaswas Toha Putih akan terus bekerja sama dengan otoritas desa setempat, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku dan PSDKP Ambon untuk rutin melakukan aktivitas patroli dan menyampaikan hasil temuan mereka dengan melampirkan logbook (catatan hasil temuan di lapangan).


Cerita Terkini

Belajar di Rumah Bersama Panda Mobile Virtual Class

Dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 yang semakin meluas, pemerintah Indonesia menghim...

Dugong

Duyung atau Dugong (Dugong dugon), adalah salah satu dari 35 jenis mamalia laut di Indonesia, dan merupakan satu-...

Berburu Rupiah di Balik Rimbunnya Mangrove Sorong Selatan

Oleh: Arya Kusuma Dhani/Fisheries Science Assistant SEA Project Hutan mangrove merupakan salah satu dari tig...

Get the latest conservation news with email