Kembali

© Yayasan WWF Indonesia / Faridz Rizal Fachri

.



Seafood Savers Officialy Cooperated with a Coral Reef Fish Processing Company from Kupang

Posted on 30 August 2021
Author by Capture Fisheries Team

Reef fish is a type of fish that is often found in seafood outlets. The community is quite familiar with consuming coral reef fish as well as those associated with corals such as snapper, grouper, kuwe, gerot-gerot, and many more. With delicious taste, high nutritional content, and easy access to coral reef fish make them popular among Indonesians. In addition to these factors, coral reef fish also play an important role in maintaining the health of coral reef ecosystems, so their existence needs to be maintained and preserved.

As an effort to realize responsible reef fish fisheries practices, Seafood Savers collaborated with fisheries business actors, namely PT Matsyaraja Arnawa Stambhapura (PT MAS). PT MAS is a fishery production company with the main product in the form of fresh coral reef fish (whole fish) or also in the form of filet, which is domiciled in Tenau, Kupang, East Nusa Tenggara. Through the WWF Indonesia Foundation Fisheries Improvement Program, PT MAS is committed to assisting in responsible and sustainable fisheries practices. Commodities registered for assistance are red snapper (Lutjanus sp), krisi/anggoli (Pristipomoides sp), and long tail, or better known as Onaga (Etelis sp) while the location for catching is in the State Fisheries Management Area of the Republic of Indonesia (WPP-NRI) 573, to be precise in the waters of the Timor Sea and its surroundings. The fishing gear used by the company includes line fishing rods (dropline) and bottom longline (bottom longline).

PT MAS started the application stage to Seafood Savers at the end of 2019. Seafood Savers has conducted a pre-membership process for PT MAS which includes compliance testing, identification, checking of minimum requirements, and evaluation. Based on the evaluation results, PT MAS has met the requirements to join Seafood Savers. Next, together with the consultant team, a pre-assessment process is carried out in accordance with MSC standards. The results of the initial assessment are used to develop an action plan for the fisheries improvement program in accordance with the units registered by the company.

Based on the presentation of the results of the initial assessment from an independent consultant and the action plan carried out by the WWF Indonesia Team to the company at the end of 2020, the company showed great interest in improving its fishing practices. This is evidenced by continuing the process by officially joining as a member of Seafood Savers on June 4, 2021.

Becoming a full member of Seafood Saver is not the end of a goal but the beginning of a long process of future improvement programs. For at least the next five years, the company will collaborate with the WWF Indonesia Foundation to improve its fishing practices towards sustainable fisheries.

____________________________________________________________________________________________________________________________________________

SEAFOOD SAVERS RESMI MENGGANDENG PERUSAHAAN PENGOLAHAN IKAN KARANG ASAL KUPANG

Ikan karang adalah jenis ikan yang sering dijumpai di gerai-gerai makanan laut. Masyarakat cukup akrab untuk mengonsumsi ikan karang maupun yang berasosiasi dengan karang seperti kakap, kerapu, kuwe, gerot-gerot, dan masih banyak lagi. Rasanya yang enak, tingginya gizi yang terkandung, serta kemudahan akses terhadap ikan karang menjadikannya populer di kalangan orang Indonesia. Selain faktor-faktor tersebut, ikan karang juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem terumbu karang, sehingga keberadaannya perlu dijaga dan dilestarikan.

Sebagai upaya perwujudan praktik perikanan ikan karang yang bertanggung jawab, Seafood Savers menjalin kerja sama dengan pelaku usaha perikanan, yakni PT Matsyaraja Arnawa Stambhapura (PT MAS). PT MAS merupakan perusahaan produksi perikanan dengan produk utama berupa ikan karang segar (whole fish) atau pun juga dalam bentuk filet yang berdomisili di Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Melalui Program Perbaikan Perikanan Yayasan WWF Indonesia, PT MAS berkomitmen untuk menjalani pendampingan praktik perikanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Komoditas yang terdaftar untuk pendampingan adalah dari jenis ikan kakap merah (Lutjanus sp), kerisi/anggoli (Pristipomoides sp), dan ekor panjang atau yang lebih terkenal dengan nama onaga (Etelis sp) sedangkan lokasi penangkapannya berada pada Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 573, tepatnya di perairan Laut Timor dan sekitarnya. Alat tangkap yang digunakan perusahaan meliputi pancing dengan jenis pancing ulur (dropline) serta rawai dasar (bottom longline).

PT MAS memulai tahap aplikasi ke dalam Seafood Savers pada akhir tahun 2019. Seafood Savers telah melakukan proses praanggota terhadap PT MAS yang meliputi uji kepatuhan, identifikasi, pengecekan syarat minimum, dan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi, PT MAS telah memenuhi persyaratan untuk bisa bergabung dengan Seafood Savers. Selanjutnya bersama tim konsultan, dilaksanakanlah proses penilaian awal (pre-assessment) sesuai dengan standar MSC. Hasil penilaian awal tersebut digunakan untuk menyusun rencana aksi untuk program perbaikan perikanan sesuai dengan unit yang didaftarkan oleh perusahaan. 

Berdasarkan paparan hasil penilaian awal dari konsultan independen dan rencana aksi yang dilaksanakan oleh Tim WWF Indonesia kepada perusahaan pada akhir tahun 2020, perusahaan menunjukkan minat yang besar untuk memperbaiki praktik perikanannya. Hal ini dibuktikan dengan melanjutkan proses dengan bergbung secara resmi menjdi anggota Seafood Savers pada 4 Juni 2021. 

Dengan menjadi anggota penuh Seafood Saver bukanlah akhir dari sebuah tujuan melainkan awal dari proses panjang program perbaikan kedepannya. Setidaknya selama lima tahun ke depan, perusahaan akan berkolaborasi dengan Yayasan WWF Indonesia untuk memperbaiki praktik penangkapan ikannya  menuju perikanan keberlanjutan.



Cerita Terkini

WWF-Indonesia dan FWD Life dalam Merestorasi Lahan di Indonesia

FWD Life mendorong nasabah untuk memilih e-Policy serta turut mendukung para pegiat konservasi di Kalimantan &...

Konsumen Minta Ramah Lingkungan, Perusahaan Udang Implementasi FIP

Kabupaten Sorong Selatan dikenal sebagai salah satu daerah yang merupakan penghasil udang terbesar di Provinsi Pap...

Untuk Garda Terdepan Konservasi yang Lebih Baik

WWF-Indonesia menyelenggarakan  pelatihan dan  pembekalan bagi volunteer dan fundraiser pada Rabu, 19 Ju...

Get the latest conservation news with email