Kembali

© WWF-Indonesia

.



SD Lazuardi GCS Depok, Belajar Keanekaragaman Hayati Bersama Panda Mobile di Masa Pandemi

Posted by Nur Arinta on 12 May 2020
Author by Resti Octaviani

“Ada berapa jenis gajah di Indonesia, Miss?" “Jenis penyu apa aja yang ada di Indonesia?” Fitur chat dalam aplikasi zoom ramai dengan kalimat tanya para siswa saat Kak Hanna Astaranti dari tim Panda Mobile WWF-Indonesia sedang menerangkan satwa payung (17/04). Sudah lebih dari satu bulan, tim Panda Mobile WWF-Indonesia tidak berkunjung ke sekolah maupun publik area dalam menjalankan misinya. SD Lazuardi GCS Depok, sekolah kedua yang mengundang Panda Mobile untuk memberikan informasi tentang upaya pelestarian alam di Indonesia. Undangan kami terima pada 8 April 2020 dengan kegiatan virtual class pada 17 April 2020. 

Sebelum pukul 10.00 WIB pada Jumat lalu, Staf Pengajar SD Lazuardi GCS Depok Ibu Yusfina Hendrifiana menahan para siswa, guru, dan tim Panda Mobile WWF-Indonesia di Meeting Room pada aplikasi Zoom. Beberapa menit kemudian,  kami masuk ke ruangan utama, terhubung secara serentak dalam dunia maya. Ada 72 orang siswa kelas IV, 6 orang guru, dan 3 orang tim Panda Mobile WWF-Indonesia pada virtual class pagi itu. Tim Panda Mobile mengenalkan tentang keanekaragaman hayati. “Coba teman-teman tebak, tubuhnya memiliki corak loreng, dia merupakan karnivora atau pemakan daging, hidupnya di hutan. Hewan apakah aku?” tanya Kak Hanna Astaranti kepada para siswa. Dalam slide presentasi, Kak Hanna telah menyiapkan satu slide kosong untuk digambar. Peserta ramai menjawab pertanyaan dengan menggambar jawaban dalam “kanvas” tersebut. Fitur chat dalam aplikasi zoom pun ramai dengan jawaban. Para siswa diajak menebak salah satu satwa payung tersebut.

Harimau! Jawab para siswa dalam kata-kata dan gambar digital. Harimau merupakan salah satu satwa payung dalam upaya konservasi yang dilakukan WWF-Indonesia dengan berkolaborasi  bersama berbagai pihak, pemerintah dan komunitas lokal. Selain harimau, satwa payung lainnya adalah orangutan, gajah, badak, penyu, dan hiu paus. Mereka memiliki daya jelajah yang cukup luas. “Ada berapa jenis gajah di Indonesia, Miss?” tanya Anastasia Zinia Holo. “Jenis penyu apa aja yang ada di Indonesia?” tanya Mohamad Mehdi Naki. Kedua pertanyaan tersebut hanyalah sebagian dari gambaran riuhnya kolom chat saat tim Panda Mobile mengenalkan mengenai satwa payung dan habitatnya dalam presentasi mengenai keanekaragaman hayati. 

Tak hanya itu, siswa juga diajak untuk mulai melakukan gaya hidup ramah lingkungan. Tim Panda Mobile mengingatkan untuk selalu mematikan lampu di siang hari, mencabut charger ponsel, laptop, atau alat elektronik lainnya ketika sudah selesai digunakan, mematikan keran ketika sedang menggosok gigi, dan kegiatan sederhana lainnya yang dapat dilakukan di rumah. Walau sederhana, jika dilakukan oleh banyak orang, maka akan turut melindungi habitat satwa payung dan makhluk hidup lainnya. Aktivitas di dunia maya, tak membuat para siswa, guru, dan tim Panda Mobile berhenti belajar untuk mengenal alam dan menjaga alam. Semoga semangat untuk saling mengingatkan dan berkontribusi untuk melakukan konservasi mulai  dari  rumah, tidak redup dengan adanya pandemi. Sehat selalu tubuh dan Bumiku!


Cerita Terkini

Tapir Sumatera

Tapir Sumatera (Tapirus indicus) adalah jenis satwa herbivora yang memakan dedaunan muda di hutan atau tanaman-ta...

SMPN 25 Satu Atap Kaur Mengenal Harimau Sumatera Lebih Dekat

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah salah satu satwa penyeimbang ekosistem yang statusnya terancam ...

Meningkatkan Kepedulian Masyarakat terhadap Laut Sorong Selatan

“Kalau orang bisa menempel boleh, kalau tidak bisa menempel begitu sudah habis pakai kasih tinggal saja––Kal...

Get the latest conservation news with email