Kembali

© Yayasan WWF Indonesia / Asep Hermawan

  



Rimba Harapan: Komitmen Petani Swadaya Terhadap Keberlanjutan

Posted on 20 March 2023
Author by Yayasan WWF Indonesia

Pada tanggal 5 Oktober 2022, 74 petani swadaya di  Koperasi Produksi Rimba Harapan yang berlokasi di Sintang, Kalimantan Barat, memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Perjalanan mendapatkan sertifikat mengandung banyak kenangan suka dan duka bagi para petani saat mereka belajar menerapkan praktik manajemen terbaik untuk pertanian kelapa sawit berkelanjutan. 

Proses angkut Tandan Buah Segar (TBS) ke truk. Credit Munaweroh

Inisiatif  ini didukung oleh WWF-Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, dan HSBC Asian Sustainable Palm Oil Links (ASPOL) bekerja sama dengan pemerintah Sintang. WWF-Indonesia menggandeng Koperasi Produksi Rimba Harapan untuk mematuhi tiga pilar keberlanjutan yaitu people, planet, dan profit. The petani swadaya telah menghabiskan delapan tahun terakhir memenuhi persyaratan lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Dalam prosesnya,  Koperasi Produksi Rimba Harapan telah menjadi Learning Center bagi petani lain di wilayah tersebut, dimana ilmu dipertukarkan melalui metode pembelajaran kolaboratif atau guyub (bersama) dan disebarkan dari mulut ke mulut. 

Proses penimbangan TBS. Credit M.Munawir

Para petani kecil telah bermitra dengan pabrik kelapa sawit PT Sintang Agro Mandiri untuk menjual dan mengolah hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) mereka dan mendapatkan bahan pertanian seperti benih bersertifikat, pupuk, dan herbisida. Rimba Harapan tidak hanya memperoleh sertifikasi RSPO, mereka juga bekerja sama dengan Pemerintah Desa Merarai Satu di Kecamatan Sungai Tebelian untuk mengidentifikasi dan mengelola Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) dengan luas n 18 hektar di Desa Merarai Satu. Selain itu, Koperasi Produksi Rimba Harapan telah mengembangkan komoditas alternatif selain kelapa sawit, yaitu bawang merah dan cabai untuk meningkatkan pendapatan.

Saat ini, terdapat 74 petani di Koperasi Produksi Rimba Harapan yang jumlahnya relatif rendah. Akibatnya, koperasi sedang dalam proses merekrut lebih banyak petani untuk mengoptimalkan keuntungan dan membuat produksi lebih hemat biaya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rimba Harapan: Independent Smallholders Commitment Towards Sustainability

On the 5th of October 2022, 74 independent smallholders in the Rimba Harapan Production Cooperative, located in Sintang, West Kalimantan, obtained the Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) certification. The journey of obtaining the certificate contained many memories of highs and lows for the farmers as they learned to implement the best management practices for sustainable palm oil farming. 

This initiative was supported by WWF-Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, and the HSBC Asian Sustainable Palm Oil Links (ASPOL) project in collaboration with the government of Sintang. WWF-Indonesia engaged the Rimba Harapan Production Cooperative to comply with the three sustainability pillars which are people, planet, and profit. The independent smallholders have spent the last eight years fulfilling environmental, social, and economic requirements for sustainable palm oil plantation management.

In the process, the Rimba Harapan Production Cooperative has become a Learning Center for other farmers in the region, where knowledge is exchanged through collaborative learning methods or guyub (together) and spread through word of mouth. 

The smallholders have partnered with PT Sintang Agro Mandiri’s palm oil mill to sell and process their Fresh Fruit Bunches (FFB) harvest and procure farm materials like certified seeds, fertilizer, and herbicides. Not only did Rimba Harapan obtained RSPO certification, they also collaborated with the Merarai Satu Village Government in the Sungai Tebelian District to identify and manage High Conservation Value Area (KBKT) with an area of 18 hectares in Merarai Satu Village. Additionally, the Rimba Harapan Production Cooperative has developed alternative commodities other than palm oil, namely shallots and chilies, to increase income.

Currently, there are 74 farmers in the Rimba Harapan Production Cooperative, which is a relatively low number. Consequently, the cooperative is in the process of recruiting more farmers in order to optimize profit and make production more cost-effective. 


Cerita Terkini

Kilas Balik Penyusunan RZWP-3-K Provinsi Papua Barat (Bagian 1)

Sebagai negara kepulauan dengan 17.508 pulau, luas laut 5,8 juta km2, serta panjang garis pantai 99.093 km (BPS In...

Food of the Archipelago, Indonesia

https://www.youtube.com/watch?v=6Eb6I73Z4pA...

Tangkapan Udang di Sorong Selatan Didominasi Ukuran Remaja

Ekosistem mangrove yang lebat dan terjaga kelestariannya menjadikan Kabupaten Sorong Selatan memiliki sumber daya ...

Get the latest conservation news with email