Kembali

© Rethinking Recycling Academy

.



RETHINKING RECYCLING ACADEMY AND PLASTIC SMART CITIES INITIATIVE, PARTNERSHIP FOR WASTE SYSTEM TRANSFORMATION IN UBUNG KAJA, BALI

Posted on 25 March 2021
Author by Yayasan WWF Indonesia dan McKinsey.org

Denpasar, Indonesia (25/3) - Rethinking Recycling Academy is a capacity-building program launched by McKinsey.org, in partnership with the Plastic Smart Cities Initiative to transform the waste management ecosystem in Ubung Kaja village, Bali, Indonesia. Plastic Smart Cities (PSC) is a WWF initiative that works with cities around the world to keep plastic away from nature.

Ubung Kaja is a village with a population of 20,000 people, located in Denpasar, the capital of the province of Bali. “Compared to when I was a kid, a lot has changed. When I entered elementary school, there was no pollution. We don't even wear shoes to walk around the village.” said I Wayan Astika, Head of Ubung Kaja Village. “After 30 years, everything changed. It's amazing and sad to see the changes that are happening."

Uneasy about the condition of her village, Astika is ready to support her when the Rethinking Recycling Academy approaches her and offers her the opportunity to join the first cohort. “I saw [the issue in my village] that the Academy was trying to solve. By joining the Academy [I want to see], how we can make the environment safer and cleaner. How do we teach our children and grandchildren not to be exposed to garbage and pollution.”

In partnership with PSC, Rethinking Recycling Academy aims to empower Ubung Kaja in building an inclusive and economical recycling ecosystem. Ella Flaye, McKinsey.org Regional Director for Asia explains the core principles of Rethinking Recycling Academy, “Rethinking Recycling Academy aims to provide end-to-end solutions that support community success. Our program works directly with communities to provide training and capacity-building programs to transform waste and recycling systems in their own homes. Where there are challenges, there we build solutions!”

When Ubung Kaja village joined the Academy, its waste management facility (MRF), otherwise known as TPS3R, was barely functional, only able to cover 80 of the 20,000 people living in the village. Since September 2020, Rethinking Recycling Academy has been working with village leaders, community leaders, operational managers, and waste workers to transform operations at their TPS3R, including educating the community and improving working conditions.

“The waste produced by the community does not need to be thrown away. The resulting waste can be turned into assets," said Astika. "Not all waste is dirty, some waste can be turned into commodities, and at the same time, this becomes income for the organizers, villages, and the environment." Since the beginning of the transformation, Ubung Kaja has taken the first step towards economic sustainability by reorganizing organic material recycling operations to start processing and selling compost, turning this organic material that was previously waste into productive use.

“The PSC initiative aims to reduce plastic waste entering the environment by addressing major leakage points at the city and surrounding towns level,” said Aditya Bayunanda, Head of Footprint and Market Transformation, WWF Indonesia Foundation. “By supporting the sustainable 3R TPS model in Ubung Kaja Village, the community will directly contribute to the reduction of marine plastic waste from this area. It also serves as a model that can serve as a blueprint that will guide city-wide action to improve waste management policies and infrastructure.”

The Rethinking Recycling Academy and PSC started a partnership by supporting this iconic tourism destination that is threatened by plastic pollution. We are excited to join hands as partners to continue Ubung Kaja's transformation and drive meaningful environmental and social impacts.


 About Rethinking Recycling

Rethinking Recycling is McKinsey.org's flagship program, which aims to drive substantial and sustainable impact on some of the world's most complex social challenges. The organization works closely with leaders from the private, government and social sectors to accelerate system change. Rethinking Recycling tackles the waste crisis by mobilizing every player in the system – from garbage workers to multinational corporations, from village leaders to state ministers. Rethinking Recycling Academy launched its first cohort in September 2020 to train six communities in Denpasar, Bali, Indonesia, which are only a small part of their overall recycling population of waste today.

www.rethinkingrecycling.org | www.mckinsey.org 

About Plastic Smart Cities

Plastic Smart Cities is a WWF initiative that works with cities around the world to keep plastic away from nature. Since 2018, the initiative has supported urban and coastal centers that are taking bold steps to stop plastic pollution. WWF is working with 25 pilot cities to achieve a 30% reduction in plastic leakage by 2025, through better waste management and improving the circular economy. Together, we aim to reach 1000 plastic-smart cities globally to join the movement by 2030. For more information, visit plasticsmartcities.org.

About the Yayasan WWF Indonesia 

Yayasan WWF Indonesia is an Indonesian legal entity civil society organization engaged in nature conservation and sustainable development, with the support of more than 100,000 supporters. The mission of Yayasan WWF Indonesia is to stop environmental degradation and build a future in which humans live in harmony with nature, through the preservation of the world's biodiversity, the sustainable use of renewable natural resources, and support for reducing pollution and overconsumption.

For the latest news, visit www.wwf.id, and follow us on Twitter @wwf_id | Instagram @wwf_id | Facebook WWF-Indonesia | Youtube WWF-Indonesia | Line Friends of WWF Indonesia.

____________________________________________________________________________________________________________________________________________

RETHINKING RECYCLING ACADEMY DAN PLASTIC SMART CITIES INITIATIVE, BERMITRA UNTUK MENTRANSFORMASI SISTEM SAMPAH DI UBUNG KAJA, BALI

Denpasar, Indonesia (25/3) - Rethinking Recycling Academy adalah sebuah program capacity building yang diluncurkan oleh McKinsey.org, bermitra dengan Plastic Smart Cities Initiative untuk mentransformasi ekosistem pengolahan sampah di desa Ubung Kaja, Bali, Indonesia. Plastic Smart Cities (PSC) adalah inisiatif WWF yang bekerja sama dengan kota-kota di seluruh dunia untuk menjauhkan plastik dari alam.

Ubung Kaja adalah sebuah desa dengan populasi sebanyak 20,000 orang, berlokasi di Denpasar, ibukota provinsi Bali. “Dibandingkan pada saat saya masih kecil, sudah banyak berubah. Saat saya masuk SD, tidak ada polusi. Kami bahkan tidak pakai sepatu untuk berjalan di sekitar desa.” kata I Wayan Astika, Kepala Desa Ubung Kaja. “Setelah 30 tahun, semuanya berubah. Sungguh luar biasa dan menyedihkan melihat perubahan yang terjadi.” 

Resah dengan kondisi desanya, Astika siap mendukung saat Rethinking Recycling Academy mendekatinya dan menawarkan peluang untuk bergabung dengan cohort yang pertama. “Saya melihat [isu di desa saya] yang Academy coba pecahkan. Dengan bergabung bersama Academy [Saya ingin melihat]... bagaimana kita dapat mengembalikan lingkungan agar lebih aman dan bersih. Bagaimana kita mengajarkan anak cucu kita untuk tidak terpapar sampah dan polusi.”

Dalam kemitraannya dengan PSC, Rethinking Recycling Academy bertujuan untuk memberdayakan  Ubung Kaja dalam membangun ekosistem daur ulang yang inklusif dan ekonomis. Ella Flaye, Direktur Regional McKinsey.org untuk Asia menjelaskan prinsip-prinsip utama Rethinking Recycling Academy, “Rethinking Recycling Academy bertujuan untuk menyediakan solusi menyeluruh yang mendukung keberhasilan masyarakat. Program kami bekerja secara langsung dengan masyarakat untuk menyediakan pelatihan dan program capacity building guna mentransformasi sistem sampah dan daur ulang di rumahnya sendiri. Di mana ada tantangan, disitu kita bangun solusi!” 

Saat desa Ubung Kaja bergabung dengan Academy, fasilitas pengolahan sampahnya (MRF), atau dikenal sebagai TPS3R, hampir tidak berfungsi, hanya dapat mencakup 80 dari 20,000 orang yang tinggal di desa. Sejak September 2020, Rethinking Recycling Academy bekerja sama dengan pimpinan desa, pimpinan masyarakat, manajer operasional dan pekerja sampah untuk mentransformasi operasional di TPS3R mereka, termasuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan kondisi kerja. 

“Sampah yang dihasillkan oleh masyarakat tidak perlu menjadi sampah yang dibuang. Sampah yang dihasilkan dapat diubah menjadi aset,” sebut Astika. “Tidak semua sampah itu kotor, beberapa sampah dapat diubah menjadi komoditas, dan di saat yang sama, ini menjadi pendapatan bagi penyelenggara, desa dan lingkungan hidup.” Sejak awal transformasi, Ubung Kaja telah mengambil langkah pertama pada keberlanjutan ekonomis dengan mengatur kembali pengoperasian daur ulang bahan organik untuk memulai pemrosesan dan menjual kompos, mengubah bahan organik yang sebelumnya adalah sampah ini menjadi penggunaan produktif.

“Inisiatif PSC bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang masuk ke lingkungan hidup dengan mengatasi titik-titik kebocoran utama di tingkat kota dan kota sekitarnya,” kata Aditya Bayunanda, Head of Footprint and Market Transformation, Yayasan WWF Indonesia. “Dengan mendukung model TPS 3R berkelanjutan di Desa Ubung Kaja, komunitas akan secara langsung berkontribusi dalam pengurangan sisa sampah plastik laut yang berasal dari area ini. Ini juga berfungsi sebagai model yang dapat menjadi cetak biru yang akan memandu aksi di seluruh kota untuk meningkatkan kebijakan dan infrastruktur pengolahan sampah.” 

Rethinking Recycling Academy dan PSC mengawali kerja sama dengan mendukung destinasi pariwisata ikonik ini yang terancam oleh polusi plastik. Kami sangat bersemangat untuk saling bergandengan tangan sebagai mitra untuk melanjutkan transformasi Ubung Kaja dan mendorong dampak lingkungan dan sosial yang bermakna.

---000---

 Tentang Rethinking Recycling  

Rethinking Recycling adalah program unggulan McKinsey.org, yang bertujuan untuk mendorong dampak substansial dan berkelanjutan pada beberapa tantangan sosial dunia yang paling kompleks. Organisasi ini bekerja sama dengan para pimpinan dari sektor swasta, pemerintah dan sosial untuk memngakselerasi perubahan sistem. Rethinking Recycling menangani krisis sampah dengan memobilisasi setiap pemain dalam sistem – dari pekerja sampah sampai perusahaan multinasional, dari pemimpin desa sampai Menteri negara. Rethinking Recycling Academy meluncurkan cohort pertamanya pada bulan September 2020 melatih enam komunitas di Denpasar, Bali, Indonesia, yang hanya merupakan bagian kecil dari keseluruhan daur ulang populasi sampah mereka hari ini.

www.rethinkingrecycling.org | www.mckinsey.org  I  LinkedIn  I  Facebook  I  Twitter  I  YouTube I  Instagram 

Tentang Plastic Smart Cities

Plastic Smart Cities adalah inisiatif WWF yang bekerja sama dengan kota-kota di seluruh dunia untuk menjauhkan plastik dari alam. Sejak tahun 2018, inisiatif ini mendukung pusat kota dan pesisir yang mengambil langkah-langkah berani untuk menghentikan polusi plastik. WWF bekerja sama dengan 25 kota percontohan untuk mencapai 30% pengurangan kebocoran plastik pada tahun 2025, melalui pengolahan sampah yang lebih baik dan meningkatkan ekonomi sirkuler. Bersama, kami menargetkan pencapaian 1000 plastic-smart cities secara global untuk bergabung dengan pergerakan ini pada tahun 2030. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi plasticsmartcities.org.

Tentang Yayasan WWF Indonesia

Yayasan WWF Indonesia adalah organisasi masyarakat sipil dengan entitas hukum setempat dan jaringan global, didukung oleh lebih dari 100,000 pendukung. Misi kami adalah untuk menghentikan degradasi lingkungan hidup bumi dan membangun masa depan dimana manusia hidup dalam keselarasan dengan alam, dengan melestarikan keberagaman biologi dunia, memastikan bahwa sumber daya alam terbarukan digunakan secara berkelanjutan, dan mendorong pengurangan polusi dan konsumsi yang boros. Untuk berita terbaru, kunjungi www.wwf.id dan ikuti kami di Twitter @WWF_id | Instagram @wwf_id | Facebook WWF-Indonesia | Youtube WWF-Indonesia | Line Friends WWF Indonesia


Cerita Terkini

Sungai Sebagai Sumber Energi Terbarukan di Kalimantan Utara

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu energi terbarukan selain tenaga surya, biomassa ...

Jalan Berliku Menuju Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Taman Pesis

Mangrove: Habitat Penting Tuntong Laut dan UdangPesisir Kabupaten Aceh Tamiang memiliki ciri khas populasi mangrov...

Memata-matai "Mbah Kumis" di Perbukitan Kaur

Perjalanan kami pagi ini dimulai pukul 08.00 dari Bintuhan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu menuju Desa Tri Jaya...

Get the latest conservation news with email