Kembali

© WWF-Indonesia/Dissy Ekapramudita

.



Pernyataan Yayasan WWF Indonesia Perihal Pengakhiran Kerja Sama oleh KLHK

Posted by Nur Arinta on 28 January 2020

Pernyataan Yayasan WWF Indonesia

Pengakhiran Kerja Sama oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakhiri perjanjian kerja sama teknis dengan Yayasan WWF Indonesia melalui Keputusan Menteri Nomor SK.32/Menlhk/Setjen/KUM.1/1/2020 tertanggal 10 Januari 2020 tentang Akhir Kerja Sama Antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dengan Yayasan WWF Indonesia, yang dikirimkan melalui Surat Sekretaris Jenderal Nomor S.79/MENLHK-SETJEN/ROKUM/SET.1/1/2020 tertanggal 13 Januari 2020. Surat dan Salinan Keputusan Menteri LHK diterima oleh WWF-Indonesia pada tanggal 23 Januari 2020.

Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto, M.Eng., Ketua Dewan Pembina dan Juru bicara Yayasan WWF Indonesia, menyatakan:

1. Yayasan WWF Indonesia dapat dan akan tetap terus beroperasi di Indonesia melanjutkan kiprah dan kontribusinya pada pelestarian sumber daya alam hayati dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sebagai lembaga independen berbadan hukum Indonesia yang menjadi bagian dari kelompok masyarakat madani, Yayasan WWF Indonesia berhak melakukan kegiatannya di Indonesia berdasarkan ketentuan hukum dan perundangan yang berlaku. 

2. Yayasan WWF Indonesia menyayangkan keputusan sepihak KLHK dan tidak diberikannya ruang komunikasi dan konsultasi langsung untuk melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat seperti yang tercantum pada Perjanjian Kerja Sama antar kedua lembaga. 

3. Keputusan sepihak ini merugikan reputasi WWF yang telah lebih dari 50 tahun berkiprah mendukung upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. 

4. Berdasarkan UU Nomor 32/2019 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Yayasan WWF Indonesia sebagai bagian dari masyarakat sipil memiliki hak yang sama untuk bekerja dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Untuk memperjuangkan hal ini, kami mengutamakan terjadinya dialog dengan KLHK. Namun jika dibutuhkan kami juga mempertimbangan opsi langkah hukum.

5. Yayasan WWF Indonesia akan melaksanakan keputusan pengakhiran PKS dan menyegerakan proses serah terima program kerja yang terdampak pengakhiran PKS kepada KLHK, baik di tingkat nasional maupun di tingkat tapak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami siap menjadi mitra kerja KLHK, selama masa transisi dan seterusnya, jika diminta.

6. Yayasan WWF Indonesia tetap dan akan terus berkomitmen mendukung prioritas Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Kami senantiasa siap bekerja sama dengan semua pihak dengan tujuan terwujudnya alam Indonesia yang lestari, serta membangun masa depan dimana manusia hidup selaras dengan alam, bagi kepentingan generasi sekarang dan mendatang.

Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan terhadap Yayasan WWF Indonesia.

__________________________________________________________________________________________________________________________________________

Statement by WWF Indonesia Foundation

Termination of Cooperation Agreement by the Ministry of Environment and Forestry, Republic of Indonesia

Responding to a Decree by the Indonesian Minister of Environment and Forestry, Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto, M.Eng., WWF Indonesia Chairman of Advisory Board and Spokesperson, said:

1. As an independent, legal entity registered nationally, the WWF Indonesia Foundation is committed to fulfil its role and obligations as a member of civil society and continue to take part and contribute to the sustainable management of natural resources, for the welfare of the nation and the people of Indonesia.

2. The WWF Indonesia Foundation deeply regrets the unilateral decision taken by the Ministry of Environment and Forestry (MOEF) to terminate our decades-long agreement without an opportunity for direct communication and open consultation to reach a possible consensus, as stipulated in the Cooperation Agreement between the two institutions.

3. This unilateral decision could have long lasting impact on the work and efforts WWF – and our staff - have dedicated toward supporting conservation and sustainable development in Indonesia for more than 50 years.

4. Based on existing law and regulation applies in Indonesia (Law Number 32/2019 concerning Environmental Protection and Management), WWF Indonesia Foundation as part of civil society, holds the right to work in environmental protection and natural resources management. To ensure we can deliver this fully, we have always prioritized a dialogue with MOEF. However, this is also within our rights to consider other measures including legal action if appropriate.

5. Despite our deep regret, the WWF Indonesia Foundation respects the decision of the Ministry and is working to accelerate the handover process of any conservation programmes affected by the termination of cooperation agreement to MOEF, both at the national and regional levels, in accordance with applicable regulations.

6. At a time when nature globally, and in Indonesia, is under immense pressures, the WWF Indonesia Foundation remains committed to supporting the priorities of the Government of Indonesia to achieve sustainable development. We continue to work in Indonesia under cooperation agreements with various government agencies, both national and local, and other partners.

We thank all of our partners and supporters for the continued support and unrelenting trust. We look forward to continuing our collaboration in finding the most robust and lasting solutions for today’s global challenges. People and nature can thrive together – but only if we come together, in Indonesia and around the world.


Cerita Terkini

Panda Mobile Ajak Kaum Muda Peduli Lingkungan pada Hari Pramuka

Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang merupakan gerakan kepanduan. Di Indonesia, pramuka merupakan ...

Subayang

...

Kura-kura Moncong Babi

Kura-kura moncong-babi (Carettochelys insculpta) yang merupakan satwa endemik Papua. Persebaran kura-kura moncong...

Get the latest conservation news with email