Kembali

© Earth Hour Surabaya

.



Perayaan Switch Off Earth Hour 2021: #UnityInBiodiversity

Posted on 29 April 2021
Author by Samantha Aulia Ramadhanti

Gerakan mematikan lampu selama satu jam, Earth Hour, kembali diadakan di 192 negara di seluruh dunia pada Sabtu, 27 Maret 2021 lalu, pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat. Di Indonesia sendiri, Earth Hour dirayakan di 30 kota yang diinisiasi oleh komunitas Earth Hour dengan dukungan yang datang dari 150 pemerintah daerah di Indonesia. Dukungan juga datang dari sekitar 150 figur publik, influencer, artis, dan seratus entitas dari sektor bisnis. 

Perayaan tahun ini berpusat di Bandung dan diadakan secara hybrid, yaitu siaran langsung pada kanal YouTube Earth Hour Indonesia dan Live Instagram di akun @ehindonesia, dari Dago Tea House, Bandung, Jawa Barat dengan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, beserta jajarannya. Kota-kota lain turut merayakan Earth Hour secara luring dan terbatas di mall maupun hotel, seperti Medan di Delipark Mall, Tangerang di Mercure Hotel Alam Sutera, dan Jayapura di Sunny Garden Lake Hotel. Berbagai ikon kota, seperti Kawasan Monas dan Bundaran HI di Jakarta, Masjid Raya Baiturrahman di Aceh, dan Islamic Centre di Samarinda, turut berpartisipasi dalam kegiatan pemadaman Earth Hour.

Dalam rangkaian perayaan Earth Hour tahun 2021, Earth Hour Indonesia mengusung perayaan 360’X Ini Aksiku, di mana siaran dan perayaan berlangsung selama 360 menit, atau 6 jam, non-stop. Kegiatan dibuka dengan Kelas Kehati yang tersusun atas Storytelling dan Lomba Cerdas Cermat Keanekaragaman Hayati, dilanjutkan dengan live report pemadaman lampu dari Earth Hour bagian Timur Indonesia, yaitu Earth Hour Jayapura, disambung dengan live report dari Earth Hour bagian Tengah Indonesia, Earth Hour Bali, Mataram, Makassar, Palu, Palopo, dan Samarinda, dan berakhir dengan pemadaman di Earth Hour bagian Barat Indonesia, dari Pulau Kalimantan, Jawa, dan Sumatera, dimana pemadaman lampu di Bandung dipimpin langsung oleh Bapak Ridwan Kamil dan istri.

Perayaan Earth Hour di setiap kota tentunya diisi oleh berbagai kegiatan dan penampilan, seperti diskusi, musikalisasi pusi, tari tradisional, dan candlelight dinner. Di Bandung sendiri, perayaan diisi oleh penampilan musik dari musisi lokal, Bottle Smoker dan Elkarmoya, serta kabaret siluet mengenai sikap Beli Yang Baik. 

Gerakan Earth Hour tahun ini sebuah pencapaian dan catatan positif tersendiri bagi kesadaran terkait alam dan lingkungan kita di masa depan. Masifnya gerakan ini, meskipun dalam kondisi pandemik, tentunya menunjukkan adanya harapan akan keberlangsungan lingkungan kita. 


Cerita Terkini

Bergerak Bersama, Masyarakat Desa Rawa Sari Pulihkan Hutan Gambut di J

Desa Rawa Sari di Kecamatan Berbak, Kabupaten Jabung Timur, Jambi, adalah sebuah desa yang berbatasan sekaligus me...

Ikan Melimpah, Masyarakat Desa Labuan Memancing di Pesisir Pantai

Suasana pagi itu, begitu tenang, sunyi dan sepi. Salah satu masyarakat di Desa Labuan berjalan menyusuri pesisir p...

BEEP - Seri Panduan Praktis Pemasangan Alat Tambat Apung (Mooring Buoy

Luasan Terumbu karang Indonesia mencapai 75.000 km2 yaitu sekitar 12-15% dari luasan terumbu karang dunia. Da...

Get the latest conservation news with email