Kembali

© Yayasan WWF Indonesia / Achmad Mustofa

 



Cooperation Agreement Signing with BRSDMKP: Improve Management of Marine Resources Through Research And Human Development

Posted on 03 December 2021
Author by Siti Yasmina Enita

Thursday, December 2, 2021—the WWF Indonesia Foundation signed a Cooperation Agreement (PKS) with the Marine and Fisheries Research and Human Resources Agency (BRSDMKP). The signing of the PKS was carried out directly at the Mina Bahari 3 Building, Central Jakarta. This event was also attended by Acting BRSDM Agency/Secretary, Head of Fisheries Research Center, Head of Research Center for Freshwater Cultivation and Fisheries Extension, staff representatives from the scope of BRSDM, Chairman of the Governing Body, Acting Executive Director, Head of Marine and Fisheries Program, and staff representatives of WWF Indonesia Foundation.

This PKS is part of the Joint Agreement between the WWF Indonesia Foundation and the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries which was signed on October 18, 2019, and was amended on October 26, 2021, to adjust to current conditions. The Agreement covers activities that will be collaborated with 6 Directorate Generals in KKP, namely BRSDMKP, Directorate General of Marine Spatial Management (DJPRL), Directorate General of Capture Fisheries (DJPT), Directorate General of Aquaculture (DJPB), Directorate General of Marine Resources Supervision and Fisheries (DJPSDKP), and the Directorate General of Strengthening the Competitiveness of Marine and Fishery Products (DJPDSPKP).

The scope of the cooperation agreed upon in this PKS includes research on the management and utilization of sustainable marine and fishery resources, capacity building and competence of marine and fisheries human resources, as well as socialization, publication, and dissemination. "It is hoped that this collaboration can be focused on increasing the capacity of extension workers, students in the field, as well as conducting studies that are in accordance with the needs of research and development of protected fishery commodities and biota," said Mr. Kusdiantoro as acting BRSDM.

This PKS includes a work plan, initial assessment of fishery conformity with ecolabel standards on shrimp, eel, mud crab, tuna and grouper commodities; coral reef monitoring; studies on turtles; studies of stranded and bycatch marine mammals; and studies of shark and ray landings and appearances.

In addition, through this collaboration, the WWF Indonesia Foundation supports the Marine and Fisheries Training and Extension Center, BRSDMKP and the PSDI Directorate, DJPT in the preparation of the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) training module with the hope that stakeholders have competence in fisheries management in Indonesia. through the application of ecosystem-based management principles. Another support is also provided within the scope of capacity building for conservation area managers by conducting training and competency testing, using trainers and teaching materials owned by BRSDMKP, and synergizing with management needs under the scope of the Directorate of Marine Biodiversity and Conservation, Directorate General of Spatial Protection. Sea (DJPRL), to the preparation of best management practice learning documents (Better Management Practices/BMP) for capture fisheries, aquaculture and sustainable marine tourism.

"The degradation of ecosystem conditions in Indonesia is getting longer, the more the impact is felt, so it is very important for us to make improvements together. WWF Indonesia Foundation is ready to support BRSDMKP in terms of studies, research and education in promoting sustainable development,” said Alexander S. Rusli at this important moment.

This PKS is the second cooperation document that was ratified after the signing of the PKS with the DJPRL in June 2021. Furthermore, the WWF Indonesia Foundation and the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries will finalize the preparation of the PKS with four other directorates, so that the implementation of the work plan agreed in the Collective Agreement can be realized.

_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

PENANDATANGANAN PKS DENGAN BRSDMKP: TINGKATKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA LAUT MELALUI RISET DAN PENGEMBANGAN SDM

Kamis, 2 Desember 2021—Yayasan WWF Indonesia melaksanakan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP). Penandatangan PKS dilaksanakan secara langsung di Gedung Mina Bahari 3, Jakarta Pusat. Acara ini turut dihadiri oleh Plt. Badan/Sekretaris BRSDM, Kepala Pusat Riset Perikanan, Kepala Balai Riset Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, perwakilan staf dari lingkup BRSDM , Ketua Badan Pengurus, Plt. Direktur Eksekutif, Kepala Program Kelautan dan Perikanan, dan perwakilan staf Yayasan WWF Indonesia.

PKS ini merupakan turunan dari Kesepakatan Bersama (KB) antara Yayasan WWF Indonesia dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah ditandatangani pada tanggal 18 Oktober 2019, dan diamandemen pada 26 Oktober 2021 untuk menyesuaikan kondisi saat ini. KB tersebut melingkupi kegiatan yang akan dikerjasamakan dengan 6 Direktorat Jenderal yang ada di KKP, yaitu BRSDMKP, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL), Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (DJPSDKP), serta Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (DJPDSPKP).

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati pada PKS ini meliputi penelitian pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan, peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia kelautan dan perikanan, serta sosialisasi, publikasi dan diseminasi. “Kerja sama ini diharapakan dapat difokuskan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh, tenaga didik yang ada di lapang, serta pelaksanaan kajian yang sesuai dengan kebutuhan penelitian dan pengembangan komoditas perikanan dan biota yang dilindungi” sebut Bapak Kusdiantoro selaku Plt. BRSDM.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Kusdiantoro selaku Sekretaris BRSDMKP danAlexander Rusli selaku Ketua Badan Pengurus Yayasan WWF Indonesia

PKS ini melingkupi rencana kerja di antaranya kegiatan kajian penilaian awal kesesuaian perikanan dengan standar ekolabel pada komoditas udang, sidat, kepiting bakau, tuna dan kerapu; monitoring terumbu karang; kajian mengenai penyu; kajian mengenai mamalia laut yang terdampar dan bycatch; serta kajian terkait pendaratan dan kemunculan hiu dan pari.

Selain itu, melalui kerja sama ini Yayasan WWF Indonesia mendukung Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, BRSDMKP dan Direktorat PSDI, DJPT dalam penyusunan modul pelatihan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) dengan harapan agar para pemangku kepentingan memiliki kompetensi dalam pengelolaan perikanan di Indonesia melalui penerapan prinsip-prinsip pengelolaan yang berbasis ekosistem. Dukungan lain juga diberikan dalam lingkup pengembangan kapasitas pengelola kawasan konservasi dengan melakukan pelatihan dan uji kompetensi, dengan menggunakan pelatih serta bahan ajar yang dimiliki oleh BRSDMKP, serta disinergikan dengan kebutuhan pengelolaan yang berada di bawah lingkup Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Direktorat Jenderal Perlindungan Ruang Laut (DJPRL), hingga penyusunan dokumen pembelajaran praktik pengelolaan terbaik (Better Management Practices/BMP) untuk perikanan tangkap, perikanan budi daya dan pariwisata bahari berkelanjutan. 

“Degradasi kondisi ekosistem di Indonesia semakin lama, semakin terasa dampaknya, sehingga sangat penting untuk kita melakukan perbaikan secara bersama-sama. Yayasan WWF Indonesia siap mendukung BRSDMKP dalam hal kajian, penelitian dan pendidikan dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” ucap Alexander S. Rusli pada momen penting ini.

PKS ini merupakan dokumen kerja sama kedua yang disahkan setelah penandatangan PKS dengan DJPRL pada bulan Juni 2021. Selanjutnya Yayasan WWF Indonesia bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyelesaikan penyusunan PKS dengan empat direktorat lainnya, sehingga implementasi rencana kerja yang telah disepakati dalam Kesepakatan Bersama dapat direalisasikan.


Cerita Terkini

Kinerja Keberlanjutan Perbankan Indonesia Meningkat namun Belum Merata

JAKARTA, 22 Agustus 2019 – WWF merilis sebuah laporan bertajuk WWF’s 2019 Sustainable Banking Assessment (SUSB...

Ini Upaya Perbaikan Budi Daya Udang Vanamei Bersama PT Mega Marine Pri

Oleh: Firman (Aquaculture Local Facilitator)Sejak tahun 2017, PT Mega Marine Pride (PT MMP) bergabung de...

Perjalanan Khoetiem Dalam Konservasi Orangutan

“Setiap makhluk hidup yang diciptakan memiliki peran dan tugasnya masing-masing, dan semuanya saling terhubung d...

Get the latest conservation news with email