Kembali

© PT Alam Bukit Tigapuluh / Gianti Eriana

 



PELAYANAN KESEHATAN RUTIN UNTUK MASYARAKAT SUKU TALANG MAMAK DI DUSUN SIMERANTIHAN, DESA SUO-SUO, JAMBI

Posted on 19 October 2022
Author by Gianti Eriana

Sebagai sebuah perusahaan yang mengelola konsesi restorasi ekosistem di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, PT Alam Bukit Tigapuluh (ABT) menjalin berbagai kemitraan dengan masyarakat di sekitar area konsesi. Tak hanya melakukan beragam kegiatan terkait restorasi ekosistem, ABT juga secara berkala menggelar kegiatan-kegiatan yang fokusnya memberi manfaat bagi masyarakat.


Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan adalah melakukan pelayanan kesehatan ke berbagai dusun. Pada tanggal 15 September 2022 lalu, Tim ABT bersama Puskesmas Suo-Suo berkunjung ke Dusun Simerantihan, untuk melakukan pelayanan kesehatan rutin bagi masyarakat suku Talang Mamak.

Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat Terpencil

Pada kunjungan kali ini ada tiga tenaga kesehatan yang berkunjung, termasuk salah satunya Kepala Puskesmas Suo-Suo, Eldawati (48), yang didampingi oleh Koordinator Pengembangan Masyarakat (Community Development) Blok I, Dinaldi, beserta tim Kemitraan Kehutanan ABT. Kegiatan dilakukan di beranda Kelas Jauh Simerantihan SDN 167/VII Simpang 3 Suo-Suo, seusai jam belajar mengajar.


Kegiatan disambut baik oleh masyarakat, mulai dari usia dewasa hingga anak-anak datang untuk memeriksakan kesehatan mereka. Masyarakat datang dengan beragam keluhan umum seperti demam, diare pada anak-anak, batuk dan pilek, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ispa).


Lokasi dusun yang cukup terpencil memang kerap menjadi kendala bagi masyarakat untuk datang berobat ke ke fasilitas kesehatan. “Terbantu sekali dengan adanya layanan kesehatan seperti, karena petugas datang langsung ke dusun kami.” ujar Herlina (39) penduduk Dusun Simerantihan yang datang untuk berobat terkait penyakit asam lambung yang diderita.

Tak hanya Herlina yang merasa memerlukan layanan kesehatan ini, Tabri (60) seorang penderita penyakit darah tinggi juga mengungkapkan keinginaannya ”Harapannya bisa lebih sering pengadaan layanan kesehatan seperti ini, ini sangat membantu kami terutama bagi orang-orang seperti saya yang memerlukan pengobatan jangka panjang.”

Selain pemeriksaan kesehatan dan juga pengobatan, diberikan juga suplemen makanan berupa vitamin, untuk membantu tumbuh kembang dan gizi anak-anak di Simerantihan. Anak-anak terlihat antusias ketika berbaris di depan bangunan sekolah, menunggu giliran pembagian suplemen makanan atau vitamin.


Usai melakukan layanan kesehatan, para tenaga kesehatan Puskesmas Suo-Suo dan tim ABT juga menyempatkan diri mengunjungi dua rumah untuk melakukan pengecekan kesehatan pada dua ibu yang baru melahirkan, juga pada bayi-bayi mereka. Kebetulan kedua proses persalinan dibantu oleh salah seorang bidan yang ditugaskan oleh Puskesmas Suo Suo untuk stand by di Basecamp ABT Blok I.

Kerjasama ABT dan Puskesmas Suo-Suo

Program layanan kesehatan rutin yang dilakukan sebagai bentuk kerjasama antara pihak ABT dengan Puskesmas Suo-Suo ini telah berjalan sekitar tiga tahun, dengan jadwal pelayanan kesehatan dilakukan sebulan sekali.

Layanan kesehatan yang diberikan beragam, dan biasanya mengikuti perubahan musim serta kebutuhan masyarakat sendiri, misalnya pemberian obat pereda batuk dan pilek ketika memasuki musim hujan.

“Untuk penyakit yang berat dan butuh operasi akan dioper ke Rumah Sakit di Tebo, karena Puskesmas Suo-Suo belum mampu untuk melakukan tindakan operasi,” ujar Eldawati. Secara keseluruhan, pengadaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat ini tentu memberikan manfaat baik, namun ada berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan untuk memperoleh hasil dan manfaat yang lebih baik lagi, terutama untuk masyarakat.



Cerita Terkini

Hari Badak Sedunia 2019: Selamatkan Badak Sumatera dari Kepunahan

Jakarta, 22 September 2019 -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana (KLHK) pada Jumat, 20 September 2019 berte...

3 New Conservation Areas in East Nusa Tenggara: the Local Government D

The long process of preserving coastal and marine resources in the province of East Nusa Tenggara finally paid off...

Get the latest conservation news with email