Kembali

© Yayasan WWF Indonesia

 



Panduan Pengelolaan yang Lebih Baik bagi Pariwisata Berbasis Masyarakat

Posted on 27 September 2022
Author by Yayasan WWF Indonesia

Sektor pariwisata saat ini telah berkembang sangat pesat dan luas. Pariwisata yang dikembangkan tak lagi  hanya  komoditi biasa seperti orang berkunjung ke suatu wahana untuk mengikuti sebuah permainan yang memacu adrenalin dan memberi hiburan di luar aktivitas sehari-hari. Pariwisata masa kini telah berkembang dan mengarah pada wisata khusus – ekowisata yang bertujuan membantu pelestarian dan konservasi alam, menciptakan alternatif mata pencaharian, peluang kerja dan menambah pendapatan lokal. Destinasi dan aktivitas yang dikembangkan adalah pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism), yang  sesuai dengan potensi tertentu di suatu wilayah. Memanfaatkanmemanfaatkan kondisi lingkungan alamiah yang dikelola masyarakat setempat . Wisatawan tak lagi hanya berkunjung saat berlibur, melainkan didorong untuk belajar dan mendapatkan pengalaman yang lebih dalam dan berkesan.

Dalam upaya pengembangan wisata berbasis masyarakat, pemahaman mengenai prinsip wisata bertanggung jawab untuk mencapai kehidupan berkelanjutan perlu menjadi tugas bersama, antara masyarakat pengembang destinasi wisata, pemerintah, sektor swasta, hingga wisatawan. Berkembangnya kebijakan pengelolaan desa yang didukung oleh pemerintah dalam Undang-Undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa serta fokus berbagai sektor dalam pengembangan kapasitas serta usaha kecil dan menengah, masyarakat dapat memiliki peran dalam mengelola potensi sumber daya alam dan manusia secara mandiri. Secara khusus pelaku usaha atau agen perjalanan wisata juga perlu memperhatikan keterlibatan masyarakat setempat, tak hanya itu wisatawan pun perlu memperhatikan hal-hal yang penting dalam mendukung upaya pelestarian budaya dan lingkungan di sekitar kawasan wisata. 


Cerita Terkini

Masyarakat Adat, Sang "Guru" Pembimbing dalam Memulihkan Hubungan anta

Setiap tanggal 9 Agustus, kita merayakan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia. Tahun ini, acara tersebut mem...

Kawasan Waha Raya, Wakatobi Awali Pembenahan Sampah dengan Pendataan

Oleh: Martina Rahmadani (Marine Tourism Officer, WWF-Indonesia Southern Eastern Sulawesi Subseascape)Masih ingat d...

Mengunjungi “Rumah Badak”, Volunteer HSBC Wujudkan Kepedulian Terh

Pagi itu, Sabtu (23/09), sehari setelah seremoni peringatan Hari Badak Sedunia 2017, area Cilintang di kawasan Tam...

Get the latest conservation news with email