Kembali

© .

.



Panduan Pengadaan Berkelanjutan

Posted on 23 April 2020

Pengadaan berkelanjutan merupakan terminologi mengenai mekanisme pengadaan sebuah produk dalam suatu rantai suplai dengan tiga aspek utama, yakni masyarakat, lingkungan, dan keuntungan. Kita semua, baik produsen, peritel, dan konsumen dituntut untuk bersama-sama menerapkan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Tren ini sangat memengaruhi bagaimana sebuah industri beroperas, dan tidak hanya sekadar "pemanis" bagi perusahaan, namun justru dapat menjadi peluang besar untuk menarik konsumen dan membedakan dirinya dengan para kompetitor. Oleh karena itu, perusahaan didorong untuk mengambil tindakan nyata dalam memenuhi permintaan dan kebijakan-kebijakan yang semakin mendukung upaya-upaya menuju keberlanjutan. DI sisi lain, peran aktif para pihak lainnya, seperti pemerintah dan konsumen, juga sangat penting karena aspek biaya yang timbul dari upaya-upaya tersebut dapat menjadi tanggungan bersama.

Panduan ini ditujukan ke berbagai jenis perusahaan seperti pemilik merek/brand, hotel, restoran, toko serba ada, dan supermarket. Komoditas ataupun isu utamanya adalah kelapa sawit, kayu dan kertas, makanan laut, plastik, dan energi, walau kami menyadari belum tentu semua perusahaan menggunakan atau menerapkannya dalam kegiatan bisnis mereka. Sehingga setiap perusahaan dapat menerapkan panduan ini sesuai dengan relevansinya. Panduan ini mengupas langkah-langkah praktis yang perusahaan dapat lakukan sehingga menjadi langkah awal yang baik dalam mendukung hal-hal terkait keberlanjutan. 


Cerita Terkini

Sapa Sahabat Kecil di Kelas Susur Sungai Subayang

“Naiak lai (Naik, Kak),” ajak Pak Anto dari tepian Sungai Subayang dengan bahasa daerah setempat, memanggil ka...

Panda Mobile Ajak Masyarakat Bijak Menggunakan Air

“Berapa liter air yang digunakan dalam satu kali menyiram toilet (flush)?” “Hmm 1.5 liter atau 2 liter?...

Kunjungan Kasih Sayang Teruntuk Mawar sang Duyung

“Seperti anak sendiri karena Mawar sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat Alor. Karena ketika kehilangan, rin...

Get the latest conservation news with email