Kembali

© Yayasan WWF Indonesia

.



Panda Mobile Bersiap Hadapi Tantangan Masa Depan

Posted on 22 December 2020
Author by Eka Utami Aprilia

Pada tahun 2020, dunia diuji dengan pandemi. Kondisi ini juga berpengaruh pada kegiatan konservasi. Meski begitu, Panda Mobile tak pernah berhenti. Melalui dunia maya, tim tetap bersemangat untuk menyapa masyarakat dan menyampaikan edukasi.

Memasuki tahun 2021, Yayasan WWF Indonesia melihat dunia yang penuh dengan tantangan. Maka, kegiatan Panda Mobile pun harus dikembangkan. Ke depan, Panda Mobile tak hanya terpaku pada edukasi. Panda Mobile didorong untuk meluaskan jangkauan komunikasi, terlibat pada upaya penggalangan dana, hingga ikut dalam relasi dengan korporasi. Saat Panda Mobile berbenah, kegiatan edukasi dinonaktifkan. Untuk sementara, Panda Mobile tidak bisa memenuhi undangan mitra sekolah sampai waktu yang belum ditentukan.

Sekarang saatnya Panda Mobile bersiap, kemampuan Volunteer perlu diasah. Momen ini adalah langkah awal Volunteer Panda Mobile untuk belajar lebih banyak bersama Yayasan WWF Indonesia. “Agar cakrawala kegiatan voluntary lebih luas lagi,” kata Individual Fundraising Team Leader Yayasan WWF Indonesia, Donny Prasmono, di sela evaluasi Volunteer Panda Mobile yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom, Selasa, 15 Desember 2020.

Pada kesempatan tersebut, Donny juga mengapresiasi Panda Mobile atas upayanya untuk tetap menyampaikan pesan konservasi kepada publik di masa pandemi, baik melalui Diskusi Konservasi maupun Panda Mobile Virtual Class. “Terima kasih Volunteer telah bergabung dan berkomitmen untuk mendukung setiap kegiatan,” kata Donny.

Sementara itu, Volunteer Panda Mobile juga mendapat pelajaran berharga dari berbagai kegiatan yang diikuti. Salah satu Volunteer, Cindy Chandra memulai dengan membagikan pengalamannya saat terlibat dalam Panda Mobile Virtual Class bersama Sekolah Notre Dame. Ia melihat sendiri bagaimana peserta menunjukkan reaksi, menanggapi, dan bahkan bisa menjawab pertanyaan tentang materi edukasi yang disampaikan. “Ternyata, walaupun kelas online, ada efeknya buat mereka. Saya merasa lebih berguna,” katanya.

Selain Cindy, Rafika Rosmalida dan Niken Triana Putri juga menceritakan kesan saat belajar menghadapi peserta Panda Mobile yang masih anak-anak. Menurut Rafika, dari pelatihan yang pernah diikuti, ia jadi tahu cara berkomunikasi, berperilaku dan bermain bersama peserta cilik. Adapun Niken selalu mengingat keseruan saat belajar mendongeng tentang lingkungan bersama Paman Gery.

Volunteer Panda Mobile lainnya, Raisha Safira tak mau ketinggalan untuk ikut bercerita tentang pengalamannya ketika ditantang membuat materi untuk Panda Mobile Virtual Class Tematik. “Kami diminta menyusun materi yang mau disampaikan dan cara memvisualkannya. Padahal, kami belum pernah bertemu dan hanya meeting virtual saja. Tak disangka, ternyata bisa,” kata dia.

Menanggapi ungkapan Volunteer, Engagement Activation officer, Hanna Wita Astaranti mengatakan bahwa Volunteer yang tergabung dalam Panda Mobile saat ini adalah orang-orang pilihan. “Kami percaya bahwa teman-teman punya ‘sesuatu’. Maka, kami mencoba menggali potensi itu,” kata Hanna. Inilah saat yang tepat untuk Volunteer lebih terbuka dan belajar agar Panda Mobile siap menghadapi tantangan di masa depan.


Cerita Terkini

Kegiatan Mulung Ciliwung dalam rangka Hari Sungai Nasional

WWF-Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik di Sungai Ciliwung. Kegiatan Mulung Ciliwung kemba...

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor Luncurkan Kegiatan Ekspedi

Reef Health Monitoring (RHM) atau pemantauan kesehatan terumbu karang dilakukan di Kawasan Konservasi Suaka Alam P...

WWF – Indonesia Ajak Pemenang Kompetisi Video #SOSharks 2019 Meliha

Mendung menyelimuti langit Labuan Bajo pagi itu, rintik hujan tidak menghalangi kesigapan mas Kusnanto yang masih ...

Get the latest conservation news with email