Kembali

© Administrator

Administrator



Panda Mobile Ajak Kaum Muda Peduli Lingkungan pada Hari Pramuka

Posted by Natalia Agnika on 28 August 2019
Author by Maharoem Novansyah (Volunteer Panda Mobile)

Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang merupakan gerakan kepanduan. Di Indonesia, pramuka merupakan organisasi yang menjadi wadah proses pendidikan non-formal untuk mengembangkan ketangkasan dan pembentukan karakter. Setiap individu yang mengikuti gerakan pramuka dididik dengan disiplin yang tinggi, dan dibekali berbagai keterampilan seperti baris berbaris, camping, atau senam yang dapat menumbuhkan cinta tanah air. Dengan demikian anggota pramuka adalah pribadi yang mempunyai jiwa muda yang suka berkarya, peduli pada sesama manusia, lingkungan, serta bangsa dan negara

Di Indonesia, Hari Pramuka ditetapkan pada 14 Agustus. Berdasarkan sejarah, tanggal 14 Agustus 1961, merupakan hari pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas (Kwartir Nasional) dan Kwarnari (Kwartir Nasional Harian) di Istana Negara di Jakarta. Tahun ini, anggota organisasi kepanduan Indonesia tersebut memperingati Hari Pramuka yang ke-58. Pada kesempatan ini, tim Panda Mobile mendapat tempat untuk mengampanyekan konservasi lingkungan dalam ruang lingkup kepramukaan yang diselenggarakan di Buperta (Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka) Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. Harapannya, dengan bekal pengetahuan tentang alam, para praja dapat meningkatkan kepedulian pada lingkungan sekitarnya.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Tim WWF-Indonesia dengan truk Panda Mobile yang ikonik menyambut antusiasme para muda-mudi Indonesia yang ingin tahu tentang konservasi lingkungan. Stand WWF dibuka untuk umum dan menerima kunjungan dari semua kalangan mulai dari anggota pramuka senior hingga balita sekali pun. Namun, pengunjung yang paling antusias menghampiri Panda Mobile adalah anggota pramuka yang duduk di bangku SMA atau SMK. 

[Baca juga: Cara Mengundang Panda Mobile]

Aktivitas pengenalan alam yang dilakukan di stand WWF antara lain membaca buku di perpustakaan mini, menonton kartun edukatif tentang konservasi lingkungan, bermain game Jelajah Papua serta diskusi ringan tentang isu terkini mengenai lingkungan. Di sela-sela kegiatan edukasi, para volunteer bercengkerama dan menghibur pengunjung dengan boneka satwa payung, yaitu gajah, penyu laut, harimau, orangutan dan badak. Sambil bermain, volunteer menyampaikan informasi tentang satwa payung yang merupakan hewan yang mempunyai daya jelajah luas. Jadi, bila daerah jelajah satwa payung terlindungi dengan baik, maka makhluk hidup lain yang ada di dalamnya juga dapat terjaga dengan baik.

Pada kegiatan menonton kartun edukatif, pengunjung diajak menyaksikan video berjudul Petualangan Banyu & Elektra Menyalakan Kota. Pada film tersebut, anggota Pramuka diajarkan cara menghemat energi, terutama listrik dalam upaya menjaga lingkungan di sekitar rumah.

Ketika sore tiba, sekitar pukul 16.00 WIB, tim Panda Mobile mengajak peserta memainkan game Jelajah Papua untuk mengenal satwa khas Bumi Cenderawasih yang dilindungi. Game  ini dimainkan dengan cara melempar bola dengan diameter kecil ke dalam ember styrofoam bergambar cenderawasih, penyu belimbing, hiu paus, penyu moncong babi, dan kanguru pohon mantel emas. Setelah bola masuk ke dalam salah satu ember, maka peserta diminta membaca suatu fakta unik tentang hewan tersebut. 

Menariknya, anggota Pramuka yang berasal dari Papua juga ikut serta dalam permainan sehingga bisa bertukar informasi tentang keunikan dan ciri khas hewan-hewan tersebut. Dalam game itu, para volunteer Panda Mobile mendapat informasi menarik tentang hewan kanguru pohon mantel emas yang disebut “lau-lau” oleh masyarakat Papua.

Acara ini ditutup pada pukul 18.00 dengan diskusi ringan bersama anggota Pramuka dari SMK di daerah Cipayung, Depok, Jawa Barat. Mereka mendapat pemahanan tentang salah satu cara membela membela tanah air dengan cara menjaga kelestarian alam. Masyarakat perkotaan bisa ikut melestarikan lingkungan dengan mengikuti gerakan Earth Hour, gerakan no straw, dan membawa tumbler jika bepergian demi menjaga energi dan mengurangi jumlah sampah plastik di Indonesia. 

Sementara itu, volunteer juga belajar banyak dari anggota pramuka muda ini.  Para remaja belia tersebut siap mengikuti gerakan untuk mengurangi sampah plastik menjadi problema terbesar di Indonesia. Artinya, peserta pramuka sudah dapat berpikir kritis untuk kemajuan bangsa dan tanah air.



Cerita Terkini

Buku Khutbah Jum’at: Pelestarian Satwa Langka Untuk Keseimbangan Eko

Buku ini berisi tuntunan untuk sosialisasi Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2014 tentang Fatwa Pelestarian Satwa Langka Unt...

Restorasi gambut tak menentu, peraturan baru menguntungkan siapa?

Koalisi NGO Eyes on the Forest (EoF) menyerukan semua pihak untuk serius dalam melakukan restorasi gambut. Upaya i...

Konsumen Minta Ramah Lingkungan, Perusahaan Udang Implementasi FIP

Kabupaten Sorong Selatan dikenal sebagai salah satu daerah yang merupakan penghasil udang terbesar di Provinsi Pap...

Get the latest conservation news with email