Kembali

© WWF-Indonesia

Siswa Kiddy Mind mengikuti Panda Mobile Virtual Class dan mengenal ekosistem hutan dan Harimau Sumatera.



Menjelajah Hutan Bersama Panda Mobile

Posted on 21 October 2020
Author by Grace Viona dan Sabrina Elsa

Keterbatasan ruang untuk bepergian dan bermain saat ini sangat berdampak bagi anak-anak, tak terkecuali para siswa Kiddy Mind yang rata-rata masih berusia di bawah 10 tahun. Mereka tidak bisa menyapa satu sama lain secara langsung dan bercengkerama seperti biasa karena menghindari penularan virus berbahaya. Tim Panda Mobile WWF-Indonesia pun tak dapat membawa truk enam roda untuk mengunjungi mereka sebab pandemi yang belum berakhir. 

Walaupun demikian, para volunteer tetap bersemangat untuk mengajak adik-adik Kiddy Mind mengenal dan “menjelajah” hutan dengan cara menyenangkan melalui program Panda Mobile Virtual Class yang dilaksanakan pada Jumat (16/10). Hutan merupakan bagian penting dari alam Indonesia. Dengan tampilan warna hijau yang mendominasi hutan dapat menyejukkan mata dan tentu membawa suasana yang nyaman dan juga seru bagi para siswa.

Kegiatan diawali dengan sapaan dari Ms. Dian selaku guru dari Kiddy Mind. Kemudian, Kak Grace, yang merupakan salah satu volunteer, menjelaskan Panda Mobile dan WWF-Indonesia kepada para peserta virtual class. Dengan pengantar dua bahasa, para siswa diajak untuk berkenalan dengan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Kak Grace menerangkan bahwa keanekaragaman hayati adalah varietas kehidupan yang dapat ditemukan Bumi, misalnya daratan, binatang, tumbuhan, dan organisme lainnya. Manusia juga merupakan bagian dari keanekaragaman hayati. 

Setelah itu, para siswa diajak untuk menebak berbagai jenis hewan yang ada di dalam hutan, di antaranya gajah, semut, orangutan, dan ikan. Mengapa ikan juga hidup di dalam hutan? Karena sungai juga merupakan bagian dari hutan. Nah, sungai inilah yang menjadi habitat dari ikan-ikan. Salah satu contohnya adalah rainbow fish yang menarik perhatian para siswa. Jadi, hutan tidak hanya diisi oleh mamalia atau pohon-pohon lebat saja, tetapi oleh spesies yang beragam.

Setelahnya, para siswa juga diajak berkenalan dengan dengan umbrella species atau satwa payung yang menjadi fokus konservasi WWF-Indonesia, yaitu penyu, hiu paus, gajah, badak, orang utan, dan harimau. Mengapa disebut satwa payung? Karena daya jelajahnya yang luas mampu melindungi spesies lainnya.

Satwa payung yang menjadi pusat perhatian kali ini adalah harimau sumatera. Daya jelajahnya yang mencapai 300 km² per hari dapat menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Sayangnya, tak lebih dari 400 ekor harimau sumatera yang tersisa saat ini. Selain harimau sumatera, ada pula delapan subspesies harimau lainnya. Namun, tiga di antaranya telah punah. Misalnya, harimau jawa dan harimau bali yang sudah tiada sejak berpuluh-puluh tahun silam karena maraknya deforestasi (penggundulan hutan) dan perburuan ilegal.

Setelah penjelasan mengenai harimau, para siswa bersiap untuk mengikuti virtual tour di Kawasan Rimbang Baling. Inilah sesi “jelajah hutan” yang dijanjikan!

“How can tigers live in the village?” tanya salah seorang volunteer Panda Mobile, Kak Elsa untuk memancing rasa penasaran para siswa Kiddy Mind. Kemudian para peserta cilik diajak untuk seolah bermain di Rimbang Baling, kawasan hutan yang berbatasan dengan desa Tanjung Belit. Rimbang Baling merupakan habitat atau rumah bagi harimau sumatera. Dengan kegiatan eksplorasi hutan secara virtual, adik-adik dari Kiddy Mind bisa tahu cara melindungi harimau, memahami kearifan lokal yang mendukung kelestarian alam melalui adanya Lubuk Larangan, dan mengenal berbagai hal yang ada di dalam hutan. Beragam pertanyaan dan komentar juga dilontarkan menambah keseruan.  

Perjalanan virtual diakhiri dengan pemandangan air terjun Batu Dinding. Sambil menikmati keindahan alam, Kak Hanna selaku Koordinator Panda Mobile WWF-Indonesia, menyisipkan pesan bahwa dengan melindungi harimau yang memiliki daya jelajah luas, maka manusia juga turut berperan menjaga ekosistem yang dilewatinya. Selain itu, para siswa diajak untuk ikut menjaga hutan yang menjadi tempat tinggal harimau, dengan cara bijak menggunakan produk hutan, misalnya menghemat penggunaan kertas dan tisu. 

Semangat yang ditunjukkan adik-adik Kiddy Mind membuat virtual class kali ini terasa menyenangkan. Semoga pesan konservasi yang disampaikan tim Panda Mobile dapat semakin menumbuhkan kepedulian adik-adik Kiddy Mind dalam pelestarian hutan Indonesia.

Salam lestari!


Cerita Terkini

Hiu Paus

...

Panda Mobile dan Seafood Savers Memperingati Hari Ikan Nasional di Man

Oleh: Dwi Widya MutiaraPanda Mobile dan Seafood Savers WWF-Indonesia mendatangi sejumlah sekolah di Manado dan Tom...

Kura-kura Leher Ular

Indonesia menjadi rumah bagi dua spesies kura-kura leher-ular, yakni Kura-kura Rote (Chelodina mccordi) yang meru...

Get the latest conservation news with email