Kembali

© WWF-Indonesia

.



Menjadi Pahlawan Lingkungan Dimulai dari Dirimu Sendiri!

Posted on 07 October 2020
Author by Fitria Salma, Helena Roswita dan Resti Octaviani

BE WARRIORS!

BE WARRIORS!

BE WARRIORS!

Be warriors, menjadi jargon Bina Bangsa School (BBS) Bandung dalam mengajak masyarakat untuk menyalamatkan satwa kunci dan asli Indonesia yang terancam punah. Staf pengajar dari BBS Bandung mengundang tim Panda Mobile WWF-Indonesia untuk mengisi virtual class dengan topik keanekaragaman hayati. Sebanyak 179 orang siswa dari tingkat SMP dan SMA di BBS Bandung mengikuti Panda Mobile Virtual Class via Zoom pada Kamis (17/09).  

Melalui Panda Mobile Virtual Class, para siswa diajak untuk mengenal WWF-Indonesia lebih dalam beserta program donasi yang tersedia. BBS Bandung akan melaksanakan konser amal “Magic Moments Orchestra Concert” pada Sabtu, 10 Oktober 2020. Para siswa dan masyarakat umum akan menghadiri konser dengan berdonasi. Nominal yang terkumpulkan dalam donasi akan diserahkan kepada WWF-Indonesia melalui program WWF Warrior.  Program donasi tersebut bertujuan untuk menyelamatkan satwa kunci dan asli Indonesia beserta habitatnya. 

Kegiatan Panda Mobile Virtual Class diawali dengan sambutan dari pihak sekolah dan dilanjutkan dengan perkenalan singkat oleh Kak Hanna Astaranti selaku koordinator Panda Mobile. Kali ini, tim Panda Mobile yang berkesempatan untuk menyampaikan materi ada Kak Fitria Salma dan Kak Helena Roswita. WWF-Indonesia ada untuk bekontribusi dalam upaya menjaga dan mengelola ekosistem serta keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan dan merata. Para siswa juga diperkenalkan dengan salah satu program kerja WWF-Indonesia yang ditujukan untuk konservasi hewan yang hampir punah. Dalam hal ini, WWF-Indonesia mengelompokkan enam hewan sebagai satwa payung, yaitu harimau sumatra, badak jawa, orangutan, gajah sumatra, hiu paus, dan penyu.

Selain materi tersebut, Kak Fitria dan Kak Helena juga turut membahas berbagai tantangan terhadap keanekaragaman hayati dan bagaimana hal tersebut berdampak pada kehidupan satwa payung. Kak Fitria kemudian menjelaskan hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk terlibat menjaga keanekaragaman hayati dalam kehidupan sehari-hari, seperti mendaur ulang sampah dan memanfaatkan penggunaan kertas atau sumber daya alam lainnya sebijak mungkin. Sesi presentasi diakhiri oleh Kak Hanna yang memaparkan berbagai kegiatan WWF-Indonesia melalui program WWF Warrior. Program ini menyediakan platform donasi yang dibuka untuk publik, diberikan untuk mendukung konservasi kehidupan empat satwa payung yang ada di Indonesia, yaitu gajah, orangutan, penyu, dan harimau. 

Semoga Panda Mobile Virtual Class Kamis lalu dan program Magic Moments Orchestra Concert nanti dapat menginspirasi kita semua untuk selalu menjaga lingkungan sekitar dengan berbagai cara, untuk masa depan Indonesia dan dunia. Be warriors!


Cerita Terkini

WWF dan James Cook University luncurkan Pedoman Pendugaan Cepat Pendat

Setelah hampir dua dekade Rencana Aksi Internasional untuk Konservasi dan Pengelolaan Hiu diluncurkan, banyak nega...

Global Tiger Day 2019: Pendekatan Seni Budaya, Upaya Mengembalikan Hak

Bogor, 27 Juli 2019 – Dalam rangka memperingati Global Tiger Day yang jatuh pada 29 Juli 2019, bertempat di Gunu...

Mengamati Perilaku Burung Cenderawasih di Laboratorium Alam Sejati

Manusia dan satwa liar tidak dapat bertahan hidup di Bumi tanpa adanya pohon. Dibanding ekosistem lainnya, komposi...

Get the latest conservation news with email