Kembali

© Yayasan WWF Indonesia

.



Mengenal Air Bersama Panda Mobile

Posted on 02 December 2020
Author by Volunteer Panda Mobile

WWF-Indonesia kembali menggelar Panda Mobile Virtual Class bertema “Äir Tawar di Sekitar Kita” pada Minggu (22/11). Kelas virtual diadakan dengan menggunakan aplikasi Zoom ini terbuka untuk anak-anak Indonesia yang duduk di kelas 1 sampai 6 Sekolah Dasar.

Kegiatan virtual class kali ini dipandu oleh para Volunteer Panda Mobile, yaitu Grace, Fikri, Venisha, Alvira, Irfan, dan juga Sani. Acara dibuka dengan pengenalan Panda Mobile, yakni sebuah truk enam roda yang membawa pesan konservasi kepada publik. Biasanya, Tim Panda Mobile langsung menemui masyarakat dan mengajak untuk ikut berkontribusi dalam upaya pelestarian alam Indonesia. Namun, di masa pandemi, Panda Mobile hadir dengan Program Virtual Class untuk menyapa para peserta dengan materi dan permainan yang yang disampaikan dengan cara menyenangkan.

Setelahnya, pemandu acara menceritakan sejarah singkat WWF kepada peserta. Organisasi ini didirikan 1 September 1961, dengan kantor pusat di Gland, Swiss. Awalnya, WWF dibentuk untuk melestarikan panda di alam yang pada saat itu sering diburu secara liar oleh masyarakat di daerah asalnya. 

Selepas sesi pembukaan, peserta langsung diajak mengenal air tawar dan tempat-tempat dimana air tawar tersedia. Kemudian, salah satu volunteer, Vennisha menjelaskan ciri air tawar, pengguna air tawar, hingga kriteria air bersih yang layak digunakan. Dengan memahami hal tersebut, peserta diharapkan bisa mengerti tujuan menjaga air bersih.

Di sela pemaparan materi, Vennisha mengajak peserta bermain. Permainan ini diadakan dengan tujuan untuk mencairkan suasana sekaligus menguji pengetahuan peserta tentang air tawar. “Coba tebak! Dari beberapa ciri air yang tertulis di layar, apa saja yang tidak ada pada air bersih?” demikian pertanyaan yang dilontarkan Vennisha. Peserta tampak antusias. Mereka berlomba menjawab pertanyaan lewat kolom chat dan melingkari jawaban menggunakan fitur annotation.

Selanjutnya, volunteer menyampaikan materi tentang siklus air di Bumi, kondisi sungai di Jakarta, penyebab sungai tercemar, hingga upaya menjaga ketersediaan air dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, volunteer kembali mengajak peserta untuk bermain. Kali ini, peserta diminta membuat garis atau rute dalam sebuah peta tentang siklus air

menggunakan fitur annotation. Para peserta aktif menjawab pertanyaan yang disampaikan di sela materi maupun mengikuti arahan volunteer saat permainan.

Sesi berikutnya adalah materi pembuatan filtrasi air sederhana. Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan penyaring air ini adalah botol, arang, kerikil, akar tanaman atau ijuk, rockwool, spons, pasir pantai atau pasir akuarium, serta sampel air kotor. Selain itu, dibutuhkan satu wadah lagi yang nantinya digunakan sebagai tempat untuk menampung air yang sudah disaring.  

Langkah pertama dalam pembuatan filtrasi air adalah melubangi tutup botol menggunakan pensil, pulpen, atau solder. Lalu, botol dibelah menjadi dua bagian. Selanjutnya, masukkan spons, rockwool, arang, pasir, kerikil, dan akar tanaman atau ijuk. Air yang dihasilkan dari penyaring sederhana ini belum layak untuk dikonsumsi. Namun, air tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan lain seperti mencuci kendaraan dan menyiram tanaman.

Akhirnya, kegiatan ditutup dengan Virtual Tour ke Rimbang Baling. Peserta diajak untuk melihat pelestarian satwa yang ada di Rimbang Baling. Jadi, selain berkenalan dengan air tawar, peserta juga dapat mengetahui bagaimana tim WWF-Indonesia menjaga alam Indonesia agar tetap lestari.

Dengan adanya virtual class kali ini, peserta diharapkan tergerak untuk turut menjaga kelestarian air tawar. Dengan demikian, manfaat air tawar dapat dinikmati oleh semua makhluk hidup dalam jangka panjang.

Salam lestari!


Cerita Terkini

Penilaian Awal: Upaya Program Perbaikan Perikanan Udang di Jawa Tengah

PT Cassanatama Naturindo yang bedomisili di Semarang, Jawa Tengah memulai upayanya untuk memproduksi kerupuk ...

Panda Mobile dan Relawan HSBC Mengedukasi Anak Tentang Air Bersih di R

Sekitar 60 persen dari tubuh manusia adalah air. Maka, air memiliki peran penting bagi kesehatan manusia. Dengan m...

Program Gentle Tree: Ajak Orangtua Tanam Pohon Demi Buah Hati Mereka

Kolaborasi demi menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang menjadi salah satu tujuan WWF-Indo...

Get the latest conservation news with email