Kembali

© Administrator

Administrator



Mendorong Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Lingkungan Bersama AIESEC Universitas Lampung

Posted by Anastasia Joanita on 13 August 2019
Author by WWF-Indonesia/Hijrah Nasir

Suasana berbeda tampak di kantor WWF Bandar Lampung pagi itu. Riuh rendah diskusi terdengar dari ruang meeting kantor itu. Sedikitnya ada 23 orang mahasiswa terdiri dari 14 orang mahasiswa asing masing-masing dari 12 negara yaitu Vietnam, Kanada, Belanda, Poland, Jerman, Taiwan, Hongkong, Spanyol, Tunisia, Lebanon, Italia, dan Singapora) dan 9 orang mahasiswa Indonesia dari beberapa kampus yang ada di Bandar Lampung. Para pemuda ini tergabung dalam lembaga AIESEC, salah satu organisasi kepemudaan terbesar di dunia.

Pagi itu mereka mendengarkan pemaparan tentang program WWF di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) serta isu pengelolaan sampah dari staff komunikasi WWF Program Sumatera Bagian Selatan. Terkait waste management, bukan hanya berdiskusi, mereka juga praktek cara membuat totebag dari baju kaos bekas. Rencananya praktek yang mereka lakukan ini akan diteruskan ke siswa-siswa yang mereka datangi untuk mengkampanyekan pengurangan kantong plastik. Ini serupa dengan inisiatif yang dilakukan oleh WWF dengan menggandeng komunitas Earth Hour dalam kampanye mendorong gaya hidup hijau di kalangan generasi muda, kkhususnya di perkotaan.

Kerjasama WWF di Lampung dengan AIESEC telah dimulai sejak tahun 2017. Setidaknya 2 hingga 3 kali dalam setahun, volunteer AIESEC yang berasal dari berbagai negara ini melakukan kunjungan ke kantor WWF serta lokasi kerja WWF di desa untuk belajar program WWF serta melakukan aksi sukarelawan bersama masyarakat. Kegiatan yang dilakukan pun cukup beragam. Mulai dari mengedukasi siswa-siswa SD tentang pendidikan lingkungan seperti membuat kertas daur ulang, kompos, pemilahan sampah, dan aksi pertunjukan budaya negara masing-masing, hingga melakukan sosialisasi ke masyarakat desa dampingan tentang pembuatan kompos yang dipraktekkan di negara mereka, hingga diskusi dan masukan terkait dengan pemasaran, promosi, dan pengembangan produk yang dihasilkan masyarakat desa dampingan.

AIESEC UNILA juga menjadi salah satu mitra dalam penyelenggaraan Earth Hour 2018. Mereka terlibat dalam program penanaman mangrove dan trash hunting serta kampanye mendorong gaya hidup hijau ke sekolah-sekolah, khususnya di Bandar Lampung.

WWF percaya bahwa generasi muda merupakan agen penting dalam upaya konservasi. Bukan hanya karena pemuda sebagai penerus generasi yang harus memiliki pemahaman dan perilaku yang baik terhadap lingkungan, namun juga kemampuan dan kreativitas mereka dalam menyampaikan informasi secara massif. Dengan akses yang besar pada informasi dan teknologi, pesan-pesan konservasi dapat dengan mudah disampaikan dan dikemas secara menarik melalui media sosial yang mudah dijangkau. Bukan hanya di dunia maya namun aksi secara nyata. Oleh karena itu kerjasama dengan organisasi pemuda menjadi penting dilakukan untuk mendorong kontribusi mereka dalam penyelamatan lingkungan. Ke depannya kemitraan dengan pemuda dapat menjadi salah satu bagian penting dalam kampanye dan edukasi WWF.


Cerita Terkini

Sungai Untuk Semua

https://youtu.be/hKHPCAWKCBg...

Luncurkan Situs Kampanye "Save Our Sharks", WWF-Indonesia Ajak Masyara

Jakarta, 13 Mei 2020 – WWF-Indonesia meluncurkan sosharks.wwf.id sebagai situs kampanye Save Our Sharks (“#SOS...

Perempuan dan Asinnya Laut

Sebagai seorang ibu dengan seorang suami dan tiga anak yang tinggal di Desa Pasanea, Kecamatan Seram Utara, Kabupa...

Get the latest conservation news with email