Kembali

Photo By : Administrator

Administrator

Baca Juga




Manisnya Madu ‘Odeng’ Ujung Kulon

Posted by Anastasia Joanita on 14 June 2019
Author by Eman Sulaeman, Koperasi Madu Hanjuang

‘Odeng’ adalah panggilan sayang masyarakat Ujung Kulon untuk lebah jenis Apis Dorsata, jenis lebah penghasil madu hutan, kami menjadikannya merk produk madu hutan yang dipasarkan oleh petani di  kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Apis Dorsata ialah jenis lebah madu yang paling banyak menghasilkan madu diantara jenis lebah A. Cerana, A. Melifera, A. Florea, dan jauh sekali dibandingkan dengan jenis Trigona. Rata-rata satu sarang dapat menghasilkan 10-20 Kg madu, dan hanya satu sisiran sarang.

Masyarakat hutan Ujung Kulon memiliki pekerjaan pokok sebagai petani dengan sawah tadah hujan, disaat musim kemarau dan tidak dapat menggarap sawah mereka mencari madu hutan sebagai alternatif sumber pendapatan keluarga.

Madu hutan Ujung Kulon didapatkan dengan cara mencari, istilah lokal disebut ‘ngalasan’mencari-cari dikawasan hutan. Madu hutan didapati di dahan-dahan pohon dalam hutan, beberapa jenis pohon yang dijadikan tempat bersarang Odeng seperti; Kiara, Laban, Bungur, Kadongdong, Salam dan banyak lagi.

Habitat Odeng biasanya wilayah yang terdapat tanaman sumber nectar sebagai sumber hidup/makanan, tanaman yang memiliki resin/getah untuk membuat sarang, serta tanaman yang mengandung polen/tepung sari sebagai sumber protein lebah, dan satu lagi tentu saja harus ada air tawar-bersih.

Cara pemanenan madu odeng oleh kelompok masyarakat Ujung Kulon bekerjasama dengan Koperasi Hanjuang PHMN, sudah mulai bergeser dari cara yang tidak lestari dengan pengesapan dengan cara yang lestari tanpa pengasapan. Pemanenan madu dengan cara yang lestari ini selain dapat mempertahankan produksi madu secara berkelanjutan, juga menjadi salah satu cara untuk menjaga ekosistem Kawasan Ujung Kulon dari ancaman kebakaran hutan.

Madu hutan Ujung Kulon memiliki rasa, warna dan aroma yang berbeda-beda sesuai jenis bunga nectarnya; nectar dari tanaman Salam, memiliki rasa agak pahit warna kuning tua dengan aroma khas daun salam. Sedangkan nectar tanaman tongtolok atau kawao memiliki cita rasa manis, warna kuning muda  dan aroma wangi. Sedikitnya terdapat 17 jenis nectar yang pernah dikumpulkan madunya oleh Koperasi Hanjuang.

Madu hutan Ujung Kulon salah satu jenis Hasil Hutan Bukan Kayu yang dapat memberikan manfaat ekonomi-ekologi, madu yang dihasilkan tentu saja bergantung kualitas hutan habitat dari Odeng itu sendiri. Keterkaitan antara Odeng dengan ekosistem hutan sangat erat sekali, karena lebah hutan (Odeng) merupakan populasi terbesar sebagai agen penyerbuk (pollinator) diantara serangga lainnya.


Cerita Terkini

Gunakan Transportasi Publik untuk Bumi yang Lebih Sehat

Gunakan Transportasi Publik untuk Bumi yang Lebih Sehat

Nature X Youth: Ajak Milenials Bersuara untuk Alam

Nature X Youth: Ajak Milenials Bersuara untuk Alam

Get the latest conservation news with email